Ihram.co.id — Kekalahan mengejutkan Barcelona 1-2 dari Real Sociedad di Stadion Anoeta pada Minggu, 18 Januari 2026, menyisakan sejumlah sorotan tajam dan fakta menarik yang berpotensi memengaruhi perjalanan mereka di La Liga. Hasil ini tidak hanya mengakhiri rentetan kemenangan impresif tim asuhan Hansi Flick, tetapi juga memicu perdebatan sengit mengenai keputusan Video Assistant Referee (VAR) dan menyoroti ketidakberuntungan Blaugrana di depan gawang.
Dalam pertandingan pekan ke-20 La Liga EA Sports 2025-26 tersebut, Barcelona sempat mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang. Namun, efisiensi Real Sociedad di bawah arahan pelatih Pellegrino Matarazzo, ditambah dengan serangkaian insiden di lapangan, membuat tim tamu harus pulang dengan tangan hampa.
Kontroversi VAR dan Tiga Gol Dianulir
Salah satu fakta paling mencolok dari pertandingan ini adalah peran krusial VAR yang menganulir tiga gol Barcelona di babak pertama. Tim Catalan sempat mengira mereka unggul melalui Fermin Lopez, Lamine Yamal, dan Frenkie de Jong, namun ketiganya dibatalkan setelah tinjauan VAR.
Gol Fermin Lopez pada menit ketujuh dianulir karena Dani Olmo dianggap melanggar Takefusa Kubo dalam proses perebutan bola. Kemudian, gol Lamine Yamal dan Frenkie de Jong juga tidak disahkan karena offside tipis. Bahkan, Barcelona sempat mendapatkan hadiah penalti di masa tambahan waktu babak pertama setelah Lamine Yamal dilanggar, namun keputusan tersebut juga dibatalkan oleh VAR karena adanya offside sebelumnya.
Kondisi ini memicu frustrasi di kubu Barcelona. Pelatih Hansi Flick disebut-sebut meluapkan kekesalannya terhadap keputusan wasit Jesus Gil Manzano di lapangan dan Carlos del Cerro Grande yang bertugas sebagai VAR. Sebaliknya, gol pembuka Real Sociedad yang dicetak Mikel Oyarzabal pada menit ke-32 juga diwarnai kontroversi, di mana ada dugaan dorongan terhadap Dani Olmo sebelum terjadinya gol, namun VAR tidak melakukan intervensi.
Rentetan Kemenangan Terhenti dan Ancaman di Puncak Klasemen
Kekalahan ini mengakhiri rekor 11 kemenangan beruntun Barcelona di semua kompetisi, sebuah pencapaian yang menyamai rekor terbaik kedua dalam sejarah klub. Sebelum pertandingan ini, Barcelona tampil perkasa dan berhasil mengamankan trofi pertama mereka di musim ini.
Namun, hasil minor di Anoeta membuat posisi mereka di puncak klasemen La Liga menjadi terancam. Keunggulan Barcelona atas rival abadi Real Madrid kini terpangkas menjadi hanya satu poin. Real Madrid berhasil mendekat setelah meraih kemenangan di pertandingan sebelumnya. Situasi ini membuat persaingan gelar La Liga semakin ketat dan tidak terduga, dengan 18 pekan tersisa.
Pelatih Hansi Flick sendiri telah memimpin Barcelona meraih rekor sempurna di La Liga sejak akhir Oktober 2025, sebelum akhirnya terhenti di tangan Real Sociedad. Kekalahan ini menjadi yang ketiga bagi Barcelona sejak Desember 2025.
Lima Kali Membentur Tiang Gawang dan Respon Cepat Sociedad
Fakta menarik lainnya adalah bagaimana Barcelona diliputi ketidakberuntungan di depan gawang. Sepanjang pertandingan, mereka tercatat lima kali menembak bola yang membentur tiang atau mistar gawang Real Sociedad.
Menurut statistik OptaJose, Barcelona menjadi tim kedua di lima liga top Eropa sejak musim 2006/07 yang menembak tiang gawang sebanyak lima kali dalam satu pertandingan dan tetap kalah. Ini menunjukkan dominasi serangan Barcelona yang luar biasa, namun gagal dikonversi menjadi gol akibat ketidakberuntungan dan penampilan gemilang kiper Real Sociedad, Alex Remiro.
Selain itu, Real Sociedad juga menunjukkan ketahanan mental yang luar biasa. Setelah Marcus Rashford berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-70 melalui sundulan memanfaatkan umpan Lamine Yamal, kegembiraan Barcelona hanya bertahan sesaat. Hanya berselang satu menit, Goncalo Guedes dengan cepat mengembalikan keunggulan Real Sociedad melalui tendangan voli yang tak dapat dihalau Joan Garcia.
Gol cepat Guedes ini datang setelah kiper Garcia gagal mengamankan tembakan Carlos Soler, dan Guedes berhasil menyambar bola muntah dengan tendangan salto ke gawang kosong.
Meskipun Real Sociedad harus bermain dengan 10 pemain di menit-menit akhir setelah Carlos Soler diganjar kartu merah karena pelanggaran keras terhadap Pedri, mereka berhasil mempertahankan keunggulan dan mengamankan tiga poin penting di kandang. Kekalahan ini menjadi pengingat bagi Barcelona akan tantangan berat yang menanti mereka dalam perebutan gelar La Liga musim ini.
Ikuti Ihram.co.id
