Ihram.co.id — Vinicius Junior mencetak gol spektakuler saat Real Madrid mengalahkan Alaves dengan skor 2-1 di Stadion Santiago Bernabeu. Namun, aksi penyerang asal Brasil tersebut yang meminta maaf kepada penonton setelah mencetak gol justru memicu kritik tajam dari legenda klub, Guti.
Mantan gelandang kreatif Real Madrid tersebut menilai seorang pemain profesional tidak seharusnya meminta maaf atas kinerja mereka di lapangan, terlebih ketika sang pemain sudah berusaha memberikan yang terbaik. Guti menekankan bahwa kontribusi Vinicius dalam beberapa pertandingan terakhir sebenarnya sudah berada pada level yang sangat mengesankan.
Sepanjang jalannya laga, Vinicius sempat menjadi sasaran siulan dan sorakan dari sebagian pendukung tuan rumah akibat performanya yang dianggap kurang maksimal di awal. Situasi tersebut berubah menjadi tepuk tangan meriah setelah ia mencetak gol kedua bagi El Real, yang diikuti dengan gestur mengangkat tangan ke arah tribun untuk memohon maaf.
Kritik Guti terhadap Gestur Permintaan Maaf
Guti menyatakan keberatan yang cukup keras terhadap sikap rendah hati yang ditunjukkan oleh Vinicius Junior di hadapan publik Bernabeu. Melalui pernyataannya di saluran DAZN, Guti merasa bahwa pemain dengan kualitas seperti Vinicius tidak perlu merasa bersalah hanya karena mengalami fase sulit dalam sebuah pertandingan.
Baca Juga: Misa Natal, Kardinal Suharyo Ingatkan Bahaya Uang dan Korupsi Mengutip Pesan Paus Fransiskus
“Vinicius tidak seharusnya melakukan itu. Anda bisa bermain baik atau buruk, tetapi dia selalu mencoba. Dalam pertandingan-pertandingan terakhir levelnya sangat bagus dan seorang pemain tidak boleh meminta maaf karena pekerjaannya,” ujar Guti.
Jurnalis Sergio Quirante juga menambahkan konteks mengenai sisi emosional sang pemain yang sering kali meluap-luap di lapangan hijau. Menurut Quirante, Vinicius adalah sosok yang sangat berhasrat untuk menjadi penentu kemenangan bagi timnya, namun ia memiliki trauma masa lalu saat mendapat cemoohan dari pendukungnya sendiri.
Quirante merujuk pada momen sulit yang pernah dialami Vinicius saat disoraki oleh pendukung Madrid dalam laga melawan Levante beberapa waktu lalu. Gestur permintaan maaf tersebut diinterpretasikan sebagai bentuk penebusan dosa sang pemain atas performanya sepanjang musim ini yang dianggapnya belum sempurna.
Baca Juga: Real Madrid Pertimbangkan Pulangkan Victor Munoz dari Osasuna
Pembelaan Alvaro Arbeloa dan Tuntutan Bernabeu
Berbeda dengan pandangan kritis Guti, pelatih muda Real Madrid, Alvaro Arbeloa, justru memberikan apresiasi atas keberanian yang ditunjukkan oleh Vinicius. Arbeloa melihat perubahan atmosfer di stadion dari cemoohan menjadi dukungan sebagai sebuah kemenangan mental bagi pemain bernomor punggung 7 tersebut.
“Ini bukan pertama kalinya hal ini terjadi pada kami. Vinicius selalu melakukan upaya besar untuk memikul tim di pundaknya. Dia tidak bersembunyi, dia adalah Madridista sejati, merasakan logo klub, dan memiliki keberanian besar. Saya senang publik telah menghargainya dengan tepuk tangan,” ungkap Arbeloa.
Arbeloa menyadari bahwa meniti karier di Real Madrid berarti harus siap menghadapi tuntutan tinggi yang terkadang terasa tidak masuk akal bagi pihak luar. Baginya, perdebatan mengenai tuntutan tinggi dari publik Santiago Bernabeu adalah hal yang akan selalu ada dan tidak akan pernah berakhir.
Terkait masa depan sang bintang di ibu kota Spanyol, Arbeloa enggan memberikan jawaban pasti mengenai rincian kontrak atau pembaruan masa kerja Vinicius. Namun, ia secara eksplisit menyatakan harapannya agar penyerang andalan tersebut tetap bertahan dan berseragam Los Blancos untuk jangka waktu yang lama.
Ikuti Ihram.co.id
