Ihram.co.id — Bulan Rajab merupakan salah satu bulan mulia dalam kalender Islam yang menjadi momentum bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah, muhasabah, dan menyiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan.
Terutama pada Jumat terakhir di bulan Rajab, khutbah yang disampaikan di masjid menjadi sarana penting untuk mengingatkan jamaah tentang nilai-nilai keimanan, taubat, dan persiapan spiritual menjelang Ramadhan.
Dalam tradisi Islam, khutbah Jumat tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai media pembinaan moral dan penguatan akhlak.
Baca Juga: 7 Contoh Khutbah Jumat Tentang Isra Miraj 30 Menit yang Menyentuh dan Mudah Disampaikan
Khutbah Jumat di penghujung Rajab biasanya menekankan pentingnya introspeksi diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan menanamkan kesadaran bahwa waktu berjalan begitu cepat, sehingga setiap umat Islam perlu memanfaatkan sisa bulan Rajab dengan amal saleh dan perbaikan diri.
Artikel ini menyajikan 5 contoh khutbah Jumat terakhir di bulan Rajab yang dapat dijadikan referensi para khatib, guru agama, atau pengurus masjid. Setiap contoh dirancang agar mudah disampaikan, menyentuh hati jamaah, dan relevan sebagai pengingat sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Dengan khutbah ini, diharapkan jamaah tidak hanya mendengar pesan, tetapi juga terdorong untuk menata diri, memperbaiki ibadah, dan mempersiapkan diri secara spiritual menghadapi bulan yang penuh keberkahan.
Contoh Khutbah Jumat 1
Tema: Rajab sebagai Momentum Muhasabah dan Persiapan Ramadhan
Khutbah Pertama
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Segala puji hanya bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah memberikan kita kesempatan, kesehatan, dan iman sehingga kita dapat berkumpul pada hari Jumat yang penuh berkah ini. Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umat yang istiqamah mengikuti sunnah beliau.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Hari ini adalah Jumat terakhir bulan Rajab, bulan yang mulia dan sarat dengan keutamaan. Bulan Rajab termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, dzikir, doa, dan introspeksi diri. Rasulullah SAW bersabda:
“Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.”
(HR. An-Nasa’i)
Pesan dari sabda Rasulullah SAW ini jelas: Rajab adalah waktu untuk menyiapkan diri sebelum Ramadhan. Sisa bulan Rajab hendaknya kita manfaatkan untuk muhasabah, memperbanyak amal saleh, dan membersihkan hati dari dosa.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Amalan yang bisa kita perbanyak di sisa bulan Rajab antara lain:
- Sholat sunnah malam, sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menenangkan hati.
- Puasa sunnah, untuk melatih kesabaran dan menahan hawa nafsu.
- Dzikir dan istighfar, agar hati tetap bersih dan kita senantiasa mengingat Allah.
- Membaca Al-Qur’an dan memahami maknanya, agar iman kita semakin kuat dan amal kita diterima Allah.
Selain ibadah individual, Rajab juga mengingatkan kita untuk memperkuat silaturahmi, membantu sesama, dan memperbanyak sedekah. Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.”
(HR. Ahmad)
Dengan demikian, sisa bulan Rajab bukan sekadar waktu biasa, tetapi kesempatan untuk menyiapkan bekal spiritual dan moral menghadapi Ramadhan yang akan datang.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم…
Khutbah Kedua
Jamaah yang dirahmati Allah,
Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Sya’ban dan Ramadhan. Oleh karena itu, sisa bulan Rajab ini hendaknya menjadi momentum muhasabah, introspeksi diri, dan memperbaiki kualitas ibadah.
Peristiwa Isra Miraj yang terjadi pada bulan Rajab menjadi pengingat bagi kita bahwa kedekatan dengan Allah harus selalu dijaga. Nabi Muhammad SAW diperjalankan pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan kemudian naik ke Sidratul Muntaha. Di sinilah beliau menerima perintah sholat lima waktu, sebagai sarana agar umatnya senantiasa dekat dengan Allah.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Kita dapat mengambil pelajaran dari peristiwa Isra Miraj bahwa:
- Sholat adalah tiang agama, yang harus dijaga dengan disiplin, tepat waktu, dan khusyuk.
- Ibadah yang konsisten membentuk karakter; disiplin dalam sholat akan melahirkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.
- Kasih sayang Allah kepada hamba-Nya sangat besar, sehingga Dia memberikan panduan agar manusia selalu dekat dengan-Nya melalui ibadah dan amal saleh.
Sisa bulan Rajab ini hendaknya kita gunakan untuk memperkuat iman, amal, dan akhlak. Mulai dari hal kecil yang konsisten: memperbanyak dzikir, sholat sunnah, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah. Dengan langkah-langkah kecil ini, kita akan memasuki Ramadhan dengan kesiapan spiritual yang matang.
Rasulullah SAW bersabda:
“Amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten meski sedikit.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Marilah kita berdoa agar Allah SWT menerima amal ibadah kita, memaafkan dosa-dosa kita, memperkuat iman dan akhlak kita, dan menjadikan kita hamba-hamba yang istiqamah, khususnya dalam menyambut Ramadhan.
اللَّهُمَّ اجعلنا من الذين يتقبلون صالح الأعمال، ووفقنا لطاعتك في رمضان القادم، وارزقنا فيه الخير والبركة.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Contoh Khutbah Jumat 2
Tema: Menyambut Ramadhan dengan Iman dan Taqwa dari Sisa Bulan Rajab
Khutbah Pertama
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Segala puji bagi Allah SWT, yang telah melimpahkan nikmat iman, kesehatan, dan kesempatan untuk hadir pada hari Jumat yang mulia ini. Semoga sholawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah meneladani beliau.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Kita kini berada di Jumat terakhir bulan Rajab, bulan yang penuh keutamaan. Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram, bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
“Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.”
(HR. An-Nasa’i)
Pesan dari sabda beliau mengingatkan kita bahwa Rajab adalah waktu untuk muhtasabah, introspeksi diri, dan memperbanyak amal sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Amalan yang dianjurkan di bulan Rajab antara lain:
- Sholat sunnah dan malam, agar hati selalu dekat dengan Allah dan tenang dalam menjalani kehidupan.
- Puasa sunnah, sebagai sarana melatih kesabaran dan menahan hawa nafsu.
- Dzikir dan istighfar, untuk membersihkan hati dari dosa dan memperkuat kesadaran akan kehadiran Allah.
- Membaca Al-Qur’an dan memahami maknanya, agar iman dan amal kita semakin kokoh.
Selain ibadah personal, kita juga dianjurkan memperkuat silaturahmi, sedekah, dan amal sosial. Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.”
(HR. Ahmad)
Dengan memanfaatkan sisa bulan Rajab untuk amal saleh, kita menyiapkan diri memasuki Ramadhan dengan hati yang bersih, iman yang kuat, dan niat yang tulus.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم…
Khutbah Kedua
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Sisa bulan Rajab ini adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan menata spiritual. Kita perlu merenungkan:
- Apakah sholat lima waktu sudah kita tunaikan dengan penuh kekhusyukan?
- Apakah ibadah sunnah sudah konsisten kita lakukan?
- Bagaimana persiapan kita untuk menyambut bulan Ramadhan dengan hati bersih dan niat tulus?
Peristiwa Isra Miraj yang terjadi pada bulan Rajab menjadi pengingat bahwa kedekatan dengan Allah SWT adalah hal yang utama. Dalam perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW menerima perintah sholat lima waktu, menunjukkan betapa Allah memudahkan hamba-Nya untuk selalu dekat dengan-Nya melalui ibadah yang konsisten.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Beberapa langkah yang bisa kita lakukan di sisa bulan Rajab antara lain:
- Perbanyak dzikir dan doa, agar hati tetap lembut dan penuh kesadaran akan Allah.
- Tingkatkan amal sosial, menolong sesama, mempererat silaturahmi, dan memperbanyak sedekah.
- Perkuat disiplin ibadah, sholat tepat waktu, puasa sunnah, dan membaca Al-Qur’an.
Rasulullah SAW bersabda:
“Amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten meski sedikit.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah yang dirahmati Allah,
Marilah kita memanfaatkan sisa bulan Rajab ini untuk memperbaiki diri dan memperkuat iman. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, memaafkan dosa-dosa kita, dan menjadikan kita hamba-hamba yang istiqamah dalam menyambut Ramadhan, bulan penuh rahmat dan ampunan.
اللَّهُمَّ اجعلنا من الذين يتقبلون صالح الأعمال، ووفقنا لطاعتك في رمضان القادم، وارزقنا فيه الخير والبركة.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Contoh Khutbah Jumat 3
Tema: Memperkuat Iman dan Amal Menyambut Ramadhan
Khutbah Pertama
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Segala puji hanya milik Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah memberikan kita iman, kesehatan, dan kesempatan untuk berkumpul di hari Jumat yang mulia ini. Semoga sholawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah meneladani sunnah beliau.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Hari ini kita berada di Jumat terakhir bulan Rajab, bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan menata diri sebelum memasuki bulan Ramadhan. Rajab adalah salah satu dari bulan haram yang penuh keberkahan. Rasulullah SAW bersabda:
“Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.”
(HR. An-Nasa’i)
Pesan utama dari sabda Rasulullah SAW ini adalah agar kita memanfaatkan sisa bulan Rajab untuk memperkuat iman, amal, dan ketakwaan. Hal ini penting karena Ramadhan segera tiba, bulan yang penuh ampunan, pahala berlipat, dan kesempatan memperbaiki diri.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Beberapa amalan yang bisa kita perbanyak di sisa bulan Rajab adalah:
- Sholat sunnah dan malam, sebagai sarana memperkuat kedekatan dengan Allah.
- Dzikir dan istighfar, agar hati selalu bersih dari dosa dan selalu mengingat Allah.
- Puasa sunnah, untuk melatih disiplin diri dan menahan hawa nafsu.
- Membaca Al-Qur’an, memahami maknanya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Rajab juga merupakan waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan sosial: memperbanyak sedekah, menolong sesama, dan mempererat silaturahmi. Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.”
(HR. Ahmad)
Dengan amal saleh yang konsisten, sisa bulan Rajab akan menjadi bekal spiritual yang kuat untuk menghadapi bulan Ramadhan.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم…
Khutbah Kedua
Jamaah yang dirahmati Allah,
Sisa bulan Rajab mengingatkan kita untuk muhtasabah, introspeksi diri. Pertanyaan yang perlu kita renungkan:
- Apakah sholat lima waktu sudah kita tunaikan dengan penuh kekhusyukan?
- Apakah amal sunnah kita sudah kita lakukan?
- Apakah hati kita sudah siap menyambut bulan suci Ramadhan?
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang terjadi di bulan Rajab juga mengingatkan kita akan kasih sayang Allah dan pentingnya disiplin ibadah. Rasulullah SAW diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan kemudian naik hingga Sidratul Muntaha. Dalam perjalanan ini, Allah mewajibkan sholat lima waktu bagi umatnya. Ini adalah bukti nyata bahwa Allah memudahkan hamba-Nya untuk selalu dekat dengan-Nya melalui ibadah yang konsisten.
Mari kita gunakan sisa waktu di bulan Rajab untuk memperbaiki kualitas sholat, memperbanyak amal saleh, dan memperkuat keimanan. Hal-hal kecil yang kita lakukan secara konsisten akan memberikan bekal yang besar saat memasuki Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:
“Amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara konsisten meski sedikit.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah sekalian,
Marilah kita berdoa kepada Allah SWT agar Dia menerima amal ibadah kita, memperkuat iman kita, dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang istiqamah. Semoga sisa bulan Rajab ini menjadi awal perubahan diri yang lebih baik, agar kita memasuki Ramadhan dengan hati yang bersih, niat yang tulus, dan amal yang diterima.
اللَّهُمَّ اجعلنا من الذين يتقبلون صالح الأعمال، ووفقنا لطاعتك في رمضان القادم، وارزقنا فيه الخير والبركة.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Contoh Khutbah Jumat 4
Tema: Memperbanyak Amal Saleh di Sisa Bulan Rajab
Khutbah Pertama
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat sehat, dan kesempatan untuk hadir pada hari Jumat yang penuh berkah ini. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang senantiasa istiqamah meneladani beliau.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Kita berada di Jumat terakhir bulan Rajab, bulan yang mulia dan dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh. Rasulullah SAW bersabda:
“Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.”
(HR. An-Nasa’i)
Dalam sabda tersebut, jelas bahwa Rajab merupakan waktu yang istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak ibadah, dan memohon ampunan atas segala dosa. Sisa bulan Rajab adalah kesempatan terakhir sebelum kita memasuki Sya’ban dan Ramadhan.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Amalan-amalan yang dianjurkan di bulan Rajab antara lain:
- Sholat sunnah malam atau sholat hajat untuk memohon ridha Allah.
- Puasa sunnah sebagai latihan menahan hawa nafsu, sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Dzikir, istighfar, dan doa yang konsisten agar hati tetap bersih dan penuh kesadaran akan kehadiran Allah.
- Membaca Al-Qur’an dan memperdalam pemahaman agama untuk menyiapkan bekal spiritual menghadapi Ramadhan.
Tidak hanya ibadah individual, jamaah juga dianjurkan memperbanyak amal sosial, seperti bersedekah, menolong orang lain, dan menyebarkan kebaikan di masyarakat. Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.”
(HR. Ahmad)
Semua amal yang kita lakukan di sisa bulan Rajab akan menjadi bekal untuk menghadapi bulan Ramadhan, agar ibadah kita lebih khusyuk dan hati kita lebih siap menerima rahmat Allah.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم…
Khutbah Kedua
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Sisa bulan Rajab ini hendaknya kita manfaatkan untuk muhtasabah, introspeksi diri. Tanyakan pada diri sendiri:
- Apakah sholat lima waktu kita sudah tertunaikan dengan baik?
- Apakah ibadah sunnah yang dianjurkan selama Rajab sudah kita lakukan?
- Bagaimana kualitas hubungan kita dengan Allah dan sesama manusia?
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang juga terjadi pada bulan Rajab mengingatkan kita bahwa kedekatan kepada Allah harus selalu dijaga. Perjalanan malam Nabi SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dan kemudian naik ke langit ke-7, menunjukkan kasih sayang Allah dan pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa disiplin dalam ibadah.
Dalam konteks kita sekarang, hal ini mengingatkan bahwa setiap hari, jam, dan detik yang kita miliki sangat berharga. Jangan sampai sisa bulan Rajab berlalu tanpa amal yang bermanfaat. Mulailah dari hal kecil: memperbanyak dzikir, sholat sunnah, membaca Al-Qur’an, dan membantu sesama. Konsistensi itulah yang akan membentuk bekal spiritual kita memasuki Ramadhan.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Rasulullah SAW bersabda:
“Amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten meskipun sedikit.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Oleh karena itu, mari kita jadikan sisa bulan Rajab ini sebagai waktu untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan menata hati agar Ramadhan nanti menjadi lebih berkah.
Marilah kita tutup khutbah ini dengan doa:
اللَّهُمَّ اجعلنا من الذين يتقبلون صالح الأعمال، ويغفر لنا ذنوبنا، ويبارك لنا في أيامنا، ووفقنا لطاعتك في رمضان القادم.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Contoh Khutbah Jumat 5
Tema: Memanfaatkan Sisa Bulan Rajab untuk Persiapan Menuju Ramadhan
Khutbah Pertama
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Segala puji hanya bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kesehatan, iman, dan kesempatan untuk berkumpul di hari yang penuh berkah ini. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Hari ini kita berada di Jumat terakhir bulan Rajab, bulan yang mulia dalam kalender Islam. Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram, bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, dzikir, dan taubat kepada Allah SWT. Sebentar lagi, kita akan memasuki bulan Sya’ban dan kemudian Ramadhan, bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan.
Perlu kita sadari, waktu begitu cepat berjalan. Rasulullah SAW bersabda:
“Hendaklah kalian memanfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara: masa muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, dan hidup sebelum mati.”
(HR. Al-Hakim)
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Khutbah hari ini mengajak kita untuk menyadari pentingnya memanfaatkan sisa bulan Rajab sebagai persiapan menyambut Ramadhan. Bulan Rajab adalah kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan menata hati agar memasuki bulan suci Ramadhan dengan kesiapan spiritual yang maksimal.
Beberapa amalan yang dapat kita perbanyak di bulan Rajab antara lain:
- Sholat sunnah, khususnya sholat malam. Rasulullah SAW menekankan pentingnya sholat malam sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan menenangkan hati.
- Dzikir dan istighfar, agar hati selalu bersih dari dosa, dan kita senantiasa mengingat Allah dalam setiap kondisi.
- Membaca Al-Qur’an, untuk menumbuhkan kesadaran akan petunjuk-Nya dan memperkuat iman.
- Puasa sunnah, seperti puasa Senin-Kamis, atau puasa Rajab yang dianjurkan sebagian ulama, sebagai sarana mendidik diri dan menahan hawa nafsu.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Selain ibadah individual, kita juga dianjurkan untuk meningkatkan kualitas hubungan sosial, seperti bersedekah, menolong sesama, dan menebarkan kebaikan di lingkungan kita. Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.”
(HR. Ahmad)
Jika kita memanfaatkan sisa bulan Rajab dengan amal saleh dan persiapan spiritual, insyaAllah kita akan memasuki Ramadhan dengan hati yang bersih, iman yang kuat, dan semangat ibadah yang lebih tinggi.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم…
Khutbah Kedua
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Mari kita renungkan sejenak perjalanan hidup kita selama ini. Berapa banyak hari di bulan Rajab yang telah kita lalui dengan sia-sia, dan berapa banyak yang kita isi dengan amal dan ibadah? Jangan biarkan sisa waktu yang tinggal terlewat tanpa manfaat.
Peristiwa Isra Miraj yang juga diperingati pada bulan Rajab mengajarkan kita tentang keistimewaan ibadah sholat, disiplin waktu, dan pentingnya kesabaran. Rasulullah SAW menerima perintah sholat lima waktu dalam perjalanan Isra Miraj sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, agar manusia memiliki sarana tetap untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Dalam konteks kita hari ini, hal ini menjadi pengingat agar kita tetap disiplin dalam sholat, bukan hanya secara lahiriah, tetapi juga memahami maknanya. Sholat yang benar akan membentuk akhlak yang baik, meningkatkan kesabaran, menumbuhkan rasa syukur, dan memperkuat keimanan.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Sisa bulan Rajab adalah kesempatan terakhir sebelum Ramadhan untuk melakukan muhtasabah, introspeksi diri. Ada beberapa hal yang sebaiknya kita lakukan:
- Evaluasi kualitas ibadah kita – apakah sholat lima waktu sudah tertunaikan dengan penuh kekhusyukan? Apakah kita konsisten membaca Al-Qur’an?
- Perbaiki hubungan dengan sesama – maafkan yang bersalah kepada kita, perbanyak sedekah, dan perkuat silaturahmi.
- Perkuat niat dan disiplin – gunakan sisa Rajab untuk menyiapkan diri secara fisik dan spiritual menghadapi Ramadhan.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik amal manusia adalah yang dilakukan secara konsisten meski sedikit.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya, walaupun kita belum sempat melakukan banyak amal besar, yang penting adalah konsistensi dan kesungguhan niat. Mulailah dari hal-hal kecil di sisa bulan Rajab ini, seperti memperbanyak dzikir, sholat sunnah, membaca Al-Qur’an, dan menyiapkan hati menghadapi Ramadhan.
Sebelum menutup khutbah ini, marilah kita memohon ampun kepada Allah SWT, semoga Dia menerima amal ibadah kita, memperbaiki hati dan akhlak kita, serta menjadikan kita hamba-hamba yang istiqamah.
اللَّهُمَّ اجعلنا من عتقاء شهر رمضان، وارزقنا فيه التقوى والقبول، واجعلنا ممن يوفقه الله لطاعته ويغفر له ذنوبه.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ikuti Ihram.co.id
