— Pembalap Yamaha Factory Racing, Alex Rins, mengungkap dirinya menyerahkan salah satu motor miliknya kepada rekan setimnya, Fabio Quartararo, pada hari terakhir tes pramusim MotoGP di Chang International Circuit.

Keputusan tersebut merupakan permintaan langsung dari manajemen Yamaha demi mempercepat pengembangan motor terbaru berkonfigurasi mesin V4 yang menjadi proyek utama pabrikan Jepang tersebut menjelang musim 2026.

Rins menyebut keputusan itu telah dibicarakan sehari sebelumnya dan ia menyetujuinya demi kepentingan tim.

“Saya memberikan motor kedua saya kepada Fabio. Kami perlu terus bekerja pada proyek ini dan harus bersikap murah hati,” ujar Rins yang kami kutip dari Crash.net, Rabu (25/2).

Dengan nada bercanda, pembalap asal Spanyol itu menambahkan, “sharing is caring”.

Akibat keputusan tersebut, Rins hanya menggunakan satu motor sepanjang hari terakhir pengujian.

Baca Juga: Fabio Quartararo Pesimis Yamaha Bisa Kompetitif di MotoGP 2026

Rins Jalani Tes Sulit dengan Satu Motor

Dengan keterbatasan perangkat, Rins menjalani sesi tes yang tidak optimal. Ia mencatat total 54 lap, terdiri dari 29 lap pada sesi pagi dan 25 lap pada sesi sore, serta menutup tes di posisi ke-20 pada catatan waktu gabungan dengan selisih +1,207 detik dari waktu tercepat.

Rins mengaku kesulitan mengelola program pengujian karena keterbatasan jumlah motor dan jarak tempuh mesin yang sudah tinggi.

“Hari yang sulit untuk dikelola hanya dengan satu motor. Kami mencoba beberapa setelan, tapi tidak bisa melakukan banyak lap,” katanya.

Ia juga menyebut tenaga mesin berkurang saat mencoba melakukan time attack pada akhir sesi karena penggunaan mesin yang sudah intensif.

Meski begitu, Rins tetap menjalankan simulasi Sprint Race sebagai bagian dari program pengembangan, meskipun hasilnya masih tertinggal jauh dari para rival.

Quartararo Juga Terkendala dan Akui Frustrasi

Fabio Quartararo mengonfirmasi dirinya juga hanya menggunakan satu motor pada hari terakhir tes karena mesin yang tersedia telah mencapai batas penggunaan.

Juara dunia MotoGP 2021 tersebut menyebut fokus utama Yamaha saat ini adalah menemukan arah pengembangan motor baru, bukan mengejar catatan waktu.

“Saya masih belum menemukan arah pengembangan yang jelas. Mungkin setengah musim pertama akan digunakan untuk memahami motor dan meningkatkannya,” ujar Quartararo.

Pembalap Prancis itu juga mengakui sempat menunjukkan gestur frustrasi pada hari pertama tes karena performa motor yang dinilai masih jauh dari kompetitif.

“Saya ingin cepat dan kompetitif, tapi kami masih sangat jauh. Saya tidak ingin terbebani secara mental, jadi harus lebih tenang,” katanya.

Baca Juga: Fabio Quartararo Tunjukkan Gestur Frustrasi ke Yamaha V4 di Tes MotoGP Thailand 2026

Performa Yamaha V4 Masih Tertinggal dari Rival

Tes Buriram menjadi debut penuh mesin V4 Yamaha yang menggantikan konfigurasi inline sebelumnya. Namun performa awal menunjukkan pabrikan Jepang itu masih tertinggal dari kompetitor.

Pembalap Yamaha rata-rata kehilangan sekitar 0,9–1,0 detik per lap dibanding simulasi Sprint terbaik milik Ai Ogura dari tim Trackhouse Aprilia.

Sementara waktu lap terbaik tes 2026 dicatat oleh Marco Bezzecchi dengan keunggulan sekitar satu detik atas pembalap Yamaha terdepan seperti Quartararo dan Jack Miller.

Perbandingan Waktu Lap Terbaik Tes Buriram 2025 vs 2026

PabrikanTes 2025Tes 2026Selisih
Aprilia1m29.060s1m28.668s-0.392s
Ducati1m28.855s1m28.836s-0.019s
KTM1m29.133s1m29.021s-0.112s
Honda1m29.399s1m29.296s-0.103s
Yamaha1m29.586s (Inline)1m29.672s (V4)+0.086s

Data tersebut menunjukkan Yamaha menjadi satu-satunya pabrikan yang tidak mengalami peningkatan waktu lap dibanding tahun sebelumnya.

Rins menilai prediksi manajemen Yamaha soal awal musim yang sulit bukan tanpa alasan. Menurutnya, tidak ada pembalap yang siap berada di posisi belakang, tetapi kondisi saat ini harus dihadapi.

“Seorang pembalap tidak pernah siap berada di posisi terakhir. Jika mereka bilang akan sulit, mereka tidak berbohong,” kata Rins.

Situasi ini menegaskan Yamaha masih membutuhkan waktu untuk memaksimalkan potensi mesin V4 dan kembali bersaing dengan pabrikan seperti Ducati dan Aprilia.

Baca Juga: Yamaha Disebut Tak Senang dengan Gestur Frustrasi Fabio Quartararo di Tes MotoGP Buriram

Fokus Jangka Panjang Menuju Musim 2026

Yamaha kini memilih fokus pada pengembangan jangka panjang dibanding hasil instan. Quartararo bahkan menyebut simulasi balapan saat tes masih tujuh hingga delapan persepuluh detik lebih lambat dibanding simulasi tahun sebelumnya.

Sesi latihan pembuka MotoGP Thailand dijadwalkan berlangsung Jumat pagi di Sirkuit Buriram dan akan menjadi indikator awal perkembangan Yamaha menghadapi musim baru.

Dengan pengembangan mesin baru dan performa yang belum stabil, langkah Yamaha pada awal musim diperkirakan masih menghadapi tantangan besar sebelum kembali kompetitif di papan depan.