— Kiper Liverpool, Alisson Becker, membuat pengakuan jujur mengenai performa timnya pada musim ini yang dinilainya mengalami penurunan drastis. Ia menyatakan bahwa skuad The Reds saat ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan tim yang berhasil menjuarai Liga Primer Inggris musim lalu.

Alisson mengungkapkan bahwa perbedaan kualitas dan karakteristik pemain menjadi salah satu faktor utama. “Untuk kualitas tim, untuk kebesaran Liverpool. Namun, semua faktor perubahan yang Anda sebutkan, jika hanya satu saja sudah sangat sulit. Karena jika dilihat, tim yang menjuarai Premier League tahun lalu dan susunan sebelas pemain utamanya adalah tim yang sangat berbeda, termasuk dari segi karakteristik,” ujar Alisson, seperti dikutip dari ESPN, Jumat (13/2/2026).

Dampak Kepergian Diogo Jota dan Masalah Cedera

Musim 2025/2026 menjadi musim yang penuh tantangan bagi Liverpool. Selain perubahan dalam skuad, tim juga diguncang oleh kabar duka atas meninggalnya bintang mereka, Diogo Jota, dalam sebuah kecelakaan mobil pada musim panas 2025. Kepergian Jota memberikan dampak emosional yang mendalam bagi rekan-rekannya.

“Kami mengalami masalah emosional yang melampaui batas manusia. Manusia tidak bisa menanganinya. Setiap orang menghadapinya dengan caranya masing-masing. Kami kehilangan rekan setim, kami kehilangan seorang teman, dan kami memiliki masalah cedera,” tutur Alisson. Ia menambahkan bahwa hampir semua tantangan yang mungkin terjadi dalam sepak bola telah dihadapi Liverpool musim ini.

Meskipun demikian, Alisson menegaskan bahwa timnya tidak menjadikan berbagai masalah tersebut sebagai alasan atas performa yang menurun. “Tetapi kami sama sekali tidak menjadikannya sebagai alasan. Kami mencoba melakukan yang terbaik. Dan kami sadar bahwa, dengan semua masalah ini, musim kami menurun,” tegasnya.

Proses Pembangunan Ulang dan Ekspektasi Tinggi

Kemenangan tipis 2-1 atas Sunderland pada Kamis (12/2/2026) dini hari WIB, memang menjaga asa Liverpool untuk tetap berada dalam perburuan zona Liga Champions. Namun, peluang mereka untuk mempertahankan gelar juara Liga Primer Inggris praktis sudah tertutup sejak akhir tahun 2025.

Alisson menyadari bahwa para penggemar mungkin merasa tidak sabar melihat performa tim yang naik turun. Namun, ia menekankan bahwa ini adalah bagian dari proses pembangunan ulang yang dipilih oleh klub.

“Liverpool harus selalu menang, bersaing, dengan ekspektasi sebagai juara. Tetapi kami sama sekali tidak puas dengan musim yang kami jalani, dengan hasilnya. Namun kami memahami bahwa kami berada dalam proses pembangunan ulang dan menghormati proses itu,” urai Alisson.

Kiper asal Brasil itu bergabung dengan Liverpool pada tahun 2018 dan telah mencatatkan lebih dari 250 penampilan di Premier League. Kontraknya saat ini akan berakhir pada akhir musim ini, meskipun klub memiliki opsi perpanjangan satu tahun. Alisson menyatakan merasa sangat diterima di Liverpool dan bahagia bersama keluarganya.

Kontrak dan Masa Depan Alisson Becker

Alisson Becker menandatangani kontrak jangka panjang baru dengan Liverpool pada Agustus 2021, yang seharusnya berlaku hingga 2027, dengan opsi perpanjangan satu tahun dari klub. Namun, laporan terbaru pada Januari 2026 menyebutkan bahwa masa depannya di Anfield masih belum pasti karena belum ada pembaruan kontrak.

Klub dikabarkan telah mendatangkan Giorgi Mamardashvili dari Valencia pada musim panas 2025 untuk menjadi penerus Alisson di masa depan.

Meskipun demikian, Alisson mengaku betah di Liverpool dan menghargai penerimaan luar biasa yang diberikan klub. Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk kembali bermain di Brasil suatu saat nanti, kemungkinan bersama klub lamanya, Internacional.

“Saya bertahan di sini selama bertahun-tahun karena memahami bahwa ini adalah nilai yang juga ingin kami bawa,” imbuh dia, merujuk pada nilai-nilai yang dianut klub.

Pada musim 2025/2026, Liverpool mengalami berbagai kendala dalam skuadnya, termasuk isu masa depan Mohamed Salah dan Ibrahima Konate, serta performa lini pertahanan yang kurang konsisten.

Pelatih Arne Slot sendiri mengakui bahwa kegagalan lolos ke Liga Champions akan menjadi musim yang tidak dapat diterima, namun ia juga menekankan bahwa masa depannya di klub tidak sepenuhnya bergantung pada pencapaian tersebut.

Slot berharap kinerjanya akan dinilai berdasarkan berbagai faktor, termasuk perkembangan pemain dan tim, serta situasi yang dihadapi.

Liverpool saat ini berada di peringkat keenam klasemen sementara Liga Primer Inggris per 13 Februari 2026. Tim asuhan Arne Slot tertinggal lima poin dari zona empat besar, yang berpotensi mengamankan tiket Liga Champions. Perjuangan Liverpool musim ini semakin berat dengan catatan enam kemenangan dari 20 pertandingan terakhir di liga.