Ihram.co.id — Yudo Achilles Sadewa, anak kedua Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan pengalamannya meraup keuntungan besar dari investasi aset kripto, khususnya meme coin yang dikenal sangat spekulatif.
Pengalaman investasi Yudo dimulai sejak usia 14 tahun dengan modal awal yang relatif kecil, sekitar Rp500.000. Seiring berjalannya waktu, nilai investasinya dilaporkan membengkak hingga mencapai angka fantastis, yakni US$4 juta atau setara dengan Rp64 miliar.
Menariknya, keuntungan signifikan tersebut bukan berasal dari investasi pada Bitcoin (BTC) yang dikenal lebih stabil.
Yudo justru meraih cuan besar dari meme coin, aset kripto yang seringkali diciptakan sebagai lelucon namun memiliki volatilitas harga yang tinggi karena dipengaruhi oleh tren dan sentimen komunitas.
“Meme coin itu coin yang lucu-lucuan, tapi bisa pump ratusan ribu, jutaan persen gitu. Nah, gue waktu itu dengar coin yang namanya Shiba Inu (SHIB). Itu tahun 2020 gue invest di situ. Sekitar Rp1 juta atau Rp2 juta, kalau gak salah sekitar sejutaan lah,” tutur Yudo dikutip dari CNBC, Sabtu (24/1/2026).
Satu tahun berselang setelah investasinya, koin Shiba Inu mengalami lonjakan nilai yang drastis. Modal Yudo yang semula hanya jutaan rupiah tersebut melonjak menjadi Rp2 miliar hingga Rp3 miliar.
Fenomena ini turut dipicu oleh cuitan dari tokoh publik seperti Elon Musk di platform Twitter (sekarang X) yang kerap memberikan dukungan pada aset kripto.
Yudo menjelaskan bahwa informasi mengenai potensi keuntungan dari meme coin banyak ia dapatkan dari komunitas daring yang aktif.
Selain Shiba Inu, ia juga sempat menjajal investasi pada meme coin lain seperti Dogecoin (DOGE) dan Buff Dogecoin (DOGECOIN).
“Tapi beberapa koin kayak buff doge gitu-gitu udah mati sekarang komunitasnya,” ungkap Yudo, seraya menambahkan bahwa komunitas SHIB juga mengalami penurunan aktivitas.
Perbandingan dengan Saham Gorengan
Yudo menyamakan fenomena meme coin dengan saham gorengan yang pergerakannya sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar. Ia menggambarkan potensi sekaligus risiko dari investasi jenis ini.
“Soalnya meme coin kan berdasarkan hype ya. Sama kayak saham gorengan gitu. Kita j*di nih, kita mau berj*di taruh aja tebar jaring gitu beberapa koin. Misalnya lu punya US$100, lu tebar 100 meme coin yang sekiranya potensial. Terus lu tunggu aja US$1 jadi US$1200. Bisa, tapi itu meme coin emang bisa. Tapi risikonya emang tinggi banget ya. Sama seperti j*di l*tre, kalo misalnya meme coinnya itu gagal menarik minat komunitas misalnya, ya udah jadi 0 uang kalian,” terangnya.
Oleh karena itu, Yudo menilai bahwa meme coin lebih tepat dikategorikan sebagai aktivitas perj*dian daripada investasi murni.
Ia secara tegas menyarankan agar investor yang mencari aset kripto dengan risiko lebih rendah untuk fokus pada Bitcoin.
“Banyak sekali coin-coin yang sekiranya potensial, termasuk meme coin juga ya. Kalau kalian berani berj*di di situ meme coin. Tapi ini gue saranin kalo kalian mau investasi kripto, ambil bitcoin dulu yang risikonya rendah. Bitcoin tuh nggak ada risiko, hampir gak ada risiko. Kalau misalnya lo tipe orang yang sibuk kerja. Lo udah gaji lo disisihin misalnya 5%-10% buat beli bitcoin. Daripada lo liat meme coin atau altcoin yang harus dipantau setiap hari,” tuturnya.
Ikuti Ihram.co.id
