Ihram.co.id — Permintaan institusional terhadap Bitcoin terus mengerek ketersediaan pasokan aset kripto utama ini. Dalam sepekan terakhir, tercatat pembelian mencapai US$1,68 miliar atau sekitar Rp26 triliun.
Lonjakan permintaan ini sebagian besar didorong oleh para klien BlackRock yang menggelontorkan US$319,7 juta untuk BTC. Selain itu, sekitar 635 BTC senilai US$60,53 juta dipindahkan dari bursa Coinbase ke dompet tak dikenal, yang secara langsung mengurangi likuiditas di sisi bursa.
Dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin spot juga tidak ketinggalan, mengakumulasi sekitar 17.700 BTC dalam periode yang sama. Jumlah permintaan yang masif ini menyerap sebagian besar pasokan yang beredar.
Bitcoin Bertahan di Zona Akumulasi
Menariknya, lonjakan permintaan ini tidak serta-merta memicu reaksi impulsif pada harga Bitcoin. Aset kripto ini justru terlihat mengkonsolidasi di atas level-level kunci. Hal ini mengindikasikan bahwa para pemain besar lebih fokus pada penempatan posisi strategis ketimbang distribusi jangka pendek.
Akibatnya, tekanan jual terus melemah secara struktural, yang turut menopang stabilitas harga selama fase konsolidasi. Bitcoin diperdagangkan di atas rentang akumulasi antara US$84.600 hingga US$94.000.

Pada saat berita ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di atas rentang akumulasi tersebut, zona di mana para pembeli berhasil menyerap aksi jual berulang sepanjang Desember. Harga menunjukkan pantulan tajam dari batas bawah di kisaran US$84.600, mengkonfirmasi adanya permintaan yang kuat.
Sejak saat itu, Bitcoin berhasil merebut kembali level US$94.000, yang kini berfungsi sebagai support terdekat. Pemulihan level ini menandai pergeseran dari fase penyerapan ke fase ekspansi.
Momentum Menguat, Profitabilitas Terjaga
Indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan pemulihan momentum yang signifikan, naik dari level di bawah 40 menjadi sekitar 63, tanpa memasuki wilayah ekstrem. Sementara itu, Parabolic SAR bergeser ke bawah harga di kisaran US$91.800, menandakan pergeseran tren yang menguntungkan pembeli.
Dengan harga yang menekan di atas US$95.500 dan mengincar resistensi di dekat US$106.600, struktur pasar saat ini lebih mendukung kelanjutan kenaikan ketimbang kembali ke fase konsolidasi.
Rasio MVRV (Market Value to Realized Value) tercatat di angka 1.6909, menunjukkan bahwa para pemegang Bitcoin masih berada dalam posisi profit yang nyaman. Namun, rasio ini belum mencerminkan keuntungan yang sangat besar, yang secara historis kerap menjadi pemicu risiko distribusi agresif.

Penurunan MVRV belakangan ini lebih mengindikasikan kompresi keuntungan ringan ketimbang aksi jual besar-besaran. Pemegang jangka panjang terus menyerap volatilitas, sehingga tekanan pasokan tetap terkendali. Keseimbangan ini memungkinkan Bitcoin untuk berkonsolidasi sambil mempertahankan struktur yang konstruktif.
Leverage Membangun Kembali, Trader Tetap Disiplin
Tingkat pendanaan (Funding Rates) berbalik positif secara signifikan, melonjak 1.047,79% menjadi 0,002875. Pantulan ini mencerminkan kepercayaan jangka panjang yang kembali pulih setelah deleveraging sebelumnya.

Meskipun demikian, pendanaan saat ini masih berada dalam batas moderat. Para trader cenderung menghindari penggunaan leverage yang berlebihan, sehingga mengurangi risiko likuidasi saat terjadi penarikan harga.

Perilaku pendanaan yang menyesuaikan diri dengan cepat bersama fluktuasi harga menunjukkan penempatan posisi yang disiplin, bukan spekulasi berlebihan. Leverage dibangun kembali secara bertahap, bukan agresif, yang mendukung kelanjutan kenaikan dan menghindari kerapuhan pasar.
Data trader teratas di Binance menunjukkan 57,11% akun memegang posisi long, sementara 42,89% tetap short, menghasilkan rasio Long/Short 1,33. Posisi ini mencerminkan bias bullish yang jelas tanpa adanya kerumunan berlebihan.
Penting dicatat bahwa posisi long mendominasi tanpa mencapai konsentrasi ekstrem. Posisi short tetap aktif, yang membatasi risiko satu arah dan mengurangi akselerasi penurunan. Dengan demikian, posisi tetap seimbang, mencerminkan kepercayaan trader yang diimbangi dengan kehati-hatian.
Secara keseluruhan, struktur pasar Bitcoin menunjukkan kekuatan yang dibangun di atas kontrol, bukan spekulasi. Akumulasi institusional terus mengurangi pasokan yang tersedia, sementara harga bertahan di atas level akumulasi kunci. Indikator momentum mendukung kenaikan tanpa pemanasan berlebih, dan leverage dibangun kembali secara disiplin.
Jika dinamika ini terus berlanjut, Bitcoin kemungkinan besar akan memperpanjang kenaikannya ketimbang kembali ke zona akumulasi yang lebih dalam. Bitcoin tampaknya bertransisi dari fase penyerapan ke fase ekspansi, dengan risiko penurunan yang semakin terbatas.
Ikuti Ihram.co.id
