Ihram.co.id — JAKARTA – Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menjelaskan alasan pembatasan jumlah pengunjung harian ke Planetarium di Taman Ismail Marzuki (TIM). Langkah ini diambil demi menjaga keamanan dan kenyamanan para pengunjung.
Kapasitas Maksimal Teater Bintang
Chico Hakim menyatakan bahwa kapasitas Teater Bintang Planetarium saat ini telah mencapai batas maksimal. “Kapasitas Teater Bintang dibatasi pada 200 pengunjung per sesi dengan empat sesi per hari, dan pengelola (JakPro) menyatakan bahwa jadwal serta kapasitas sudah maksimal untuk menjaga kenyamanan, keamanan, dan kualitas pertunjukan bagi setiap pengunjung,” kata Chico kepada wartawan pada Senin (5/1/2026).
Meskipun demikian, Pemprov DKI Jakarta terus memantau situasi. Evaluasi internal sedang dilakukan untuk menjajaki opsi penambahan kuota kunjungan di masa mendatang, terutama pada periode tertentu. Namun, prioritas tetap pada aspek operasional dan pengalaman pengunjung.
“Kami mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui akun @tim.cikini atau situs terkait agar bisa merencanakan kunjungan dengan lebih baik,” imbau Chico.
Apresiasi Antusiasme Warga dan Kebijakan Baru
Chico mengapresiasi tingginya antusiasme warga terhadap dibukanya kembali Planetarium setelah 13 tahun vakum. “Pemprov DKI Jakarta sangat mengapresiasi dan bersyukur atas antusiasme luar biasa warga terhadap dibukanya kembali Planetarium dan Observatorium Jakarta di kawasan Taman Ismail Marzuki setelah 13 tahun vakum,” ujarnya.
Untuk mengakomodasi minat masyarakat yang besar, Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan dua kebijakan baru:
- Akses Gratis untuk Pelajar: Selama tiga bulan ke depan, pelajar dari Jakarta maupun luar daerah akan mendapatkan akses gratis. Kebijakan ini merupakan bagian dari program edukasi prioritas. “Memberikan akses gratis selama tiga bulan khusus bagi pelajar (baik dari Jakarta maupun luar daerah), sebagai prioritas program edukasi,” jelas Chico.
- Penyesuaian Sistem Tiket: Sistem penjualan tiket akan diubah menjadi 50% online dan 50% on the spot (OTS). “Menyesuaikan sistem penjualan tiket menjadi 50% online (melalui platform resmi) dan 50% on the spot di lokasi, atas instruksi langsung Gubernur Pramono, agar lebih banyak warga yang bisa berkesempatan datang langsung tanpa bergantung sepenuhnya pada pemesanan daring,” tutur Chico.
Antrean Panjang di Hari Pembukaan
Planetarium dan Observatorium Jakarta kembali dibuka untuk umum sejak Kamis, 25 Desember 2025, setelah 13 tahun tidak beroperasi. Antusiasme warga sangat tinggi, terbukti dengan tiket yang ludes terjual bahkan di pagi hari. Pada Sabtu (3/1), antrean panjang terlihat sejak pagi hari di area Planetarium, dengan banyak pengunjung yang berharap mendapatkan tiket melalui pembelian langsung.
Meskipun kuota tiket OTS telah dibatasi sesuai ketersediaan, antrean terus memanjang. Tiket untuk seluruh sesi pada hari Sabtu dilaporkan telah habis terjual, baik untuk pembelian online maupun OTS. Petugas keamanan pun berjaga untuk menginformasikan kepada pengunjung yang terus berdatangan bahwa seluruh tiket telah habis.
Ikuti Ihram.co.id
