Ihram.co.id — JAKARTA – Tingginya antusiasme masyarakat terhadap Planetarium Jakarta pasca-pembukaan kembali mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengkaji penambahan jumlah pertunjukan (show) dan kuota tiket on the spot (OTS). Usulan ini disambut baik oleh para pengunjung yang berharap dapat lebih mudah mengakses fasilitas edukasi dan rekreasi tersebut.
Usulan Penambahan Jadwal dan Jam Tayang
Retno (37), seorang warga asal Bekasi, menyarankan agar pengelola Planetarium memanfaatkan jeda antar pertunjukan untuk menambah jadwal tayang. Ia menilai waktu tunggu yang cukup lama bisa dialokasikan untuk satu sesi pertunjukan tambahan.
“Baguslah. Kan ini juga, break-nya juga katanya sempet lama ya. Sampai setengah tiga nanti baru dibuka lagi. Jadi kita juga nunggu waktunya lama. Daripada kelamaan break-nya, mending dikasih waktu buat nambah satu show lagi,” ujar Retno di kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026).
Retno juga mengusulkan agar jam tayang diperpanjang hingga malam hari. Menurutnya, penambahan jam tayang malam akan memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat, terutama kaum dewasa, untuk berkunjung tanpa khawatir kehabisan tiket.
“Atau jangan di terakhir tuh setengah delapan ya, bisa sampe jam 9 malam. Mungkin yang ngantre dari pagi itu masih bisa kebagian,” katanya.
Pendapat serupa diutarakan oleh Dianty (36), warga asal Cibubur. Ia meyakini penambahan jadwal hingga malam hari akan semakin menarik minat pengunjung.
“Maksudnya ini kan show-nya amazing nggak sih? Kalau ditambah jadwal show sampai malam juga orang jabanin. Iya kan? Apalagi yang kaum muda. Jam malem nih, mungkin kalau pagi bisa anak-anak kan. Tapi kalau yang udah dewasa gitu Jam malem nyantai aja kan ‘eh kita nonton ini yuk’. Apalagi kalo kuotanya ditambah lagi,” tuturnya.
Kajian Penambahan Fasilitas
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengakui adanya lonjakan antusiasme pengunjung Planetarium. Ia menyatakan bahwa Pemprov DKI sedang mengevaluasi permintaan penambahan jadwal pertunjukan.
“Jadi Planetarium ini memang kan semua orang rupanya ingin hadir ya. Sekarang ini empat show. Ada permintaan nambah satu show kembali,” kata Pramono kepada wartawan di kawasan Jakarta Selatan, Senin (5/1).
Selain penambahan jumlah pertunjukan, Pemprov DKI juga tengah mengkaji sistem penjualan tiket. Saat ini, mayoritas tiket dijual secara daring. Ke depan, kuota tiket untuk pembelian langsung di lokasi akan diperbanyak untuk melayani pengunjung yang datang tanpa reservasi.
“Kemudian tiketnya tidak semuanya secara online. Kemarin sudah kita buatkan. Sekarang kami sedang mempertimbangkan untuk dibagi lah. Show-nya ditambah, tetapi juga tiketnya yang orang datang langsung diperbanyak,” jelasnya.
Pramono menilai tingginya minat masyarakat merupakan sinyal positif bagi Planetarium sebagai sarana edukasi dan rekreasi. Namun, pengaturan kapasitas akan tetap memperhatikan aspek kenyamanan dan keselamatan pengunjung.
Diketahui, Planetarium sempat tutup selama 13 tahun sebelum akhirnya dibuka kembali dan langsung dibanjiri pengunjung setiap harinya.
Ikuti Ihram.co.id
