Di tengah percepatan perubahan bisnis global, kemampuan organisasi untuk bertahan dan berkembang menurut Presiden Direktur PT Indelberg Global Energy, Aryasatya Wishnutama, berpangkal pada kualitas manusia di dalamnya. Bukan teknologi, modal, atau strategi semata yang menjadi pembeda jangka panjang.
Aryasatya memperkenalkan sebuah pendekatan kepemimpinan dan pengembangan organisasi bernama The Indelberg Way. Ia menyatakan filosofi ini berangkat dari keyakinan bahwa pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan mesti dimulai dari pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
“Teknologi dapat dibeli, modal dapat dicari, infrastruktur dapat dibangun, namun tidak ada organisasi hebat yang lahir tanpa manusia hebat di dalamnya. Karena itu, di Indelberg kami memiliki keyakinan sederhana, sebelum membangun bisnis, kita harus membangun manusianya terlebih dahulu,” ujar Aryasatya, Rabu (17/6/2026).
Nilai Inti The Indelberg Way
Menurut Aryasatya, dunia kini memasuki era di mana perubahan menjadi satu-satunya kepastian. Transformasi digital, kecerdasan buatan, pergeseran pola kerja, dan dinamika ekonomi mengubah cara organisasi beroperasi dan bersaing. Di era seperti itu, keunggulan kompetitif bergantung pada kemampuan manusia untuk terus belajar dan beradaptasi.
Filosofi The Indelberg Way dibangun atas lima nilai utama yang menjadi pedoman pengembangan individu dan organisasi: integrity, learning, accountability, collaboration, dan excellence. Kelima nilai ini, katanya, bukan sekadar slogan korporasi, melainkan prinsip yang harus tercermin dalam setiap keputusan dan budaya kerja.
“Kompetensi membuat seseorang mampu bekerja dengan baik. Namun karakter menentukan bagaimana kompetensi itu digunakan. Karena itu, kami percaya bahwa integritas harus selalu berjalan lebih dulu daripada kemampuan,” ujar Aryasatya.
Selain menekankan karakter, Aryasatya juga menyoroti pentingnya budaya belajar. Menurutnya, organisasi yang berhenti belajar akan tertinggal, tak peduli seberapa besar sumber daya yang dimiliki.
“Kita memasuki era di mana keunggulan tidak lagi ditentukan oleh apa yang kita ketahui hari ini, melainkan oleh seberapa cepat kita mampu belajar untuk menghadapi hari esok,” tambahnya.
Prioritas Investasi Pada Sumber Daya Manusia
Sebagai seorang psikolog yang berpengalaman dalam bidang human capital dan pengembangan kepemimpinan, Aryasatya meyakini investasi paling strategis bagi organisasi adalah pada pengembangan manusia. Ia menyatakan banyak organisasi masih terlalu fokus pada pembangunan sistem dan proses, sementara perhatian terhadap pembinaan individu belum setara.
Lewat The Indelberg Way, perusahaan menempatkan pengembangan karakter, kompetensi, dan kepemimpinan sebagai fondasi untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Ikuti Ihram.co.id
