PT Asabri (Persero) menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Rumah Sakit TNI untuk memperluas akses layanan perawatan bagi peserta Asabri aktif. Penandatanganan dilakukan secara simbolis sebagai upaya memperkuat perlindungan sosial dan layanan kesehatan bagi prajurit TNI.
Langkah ini bertujuan menghadirkan layanan perawatan yang lebih cepat, mudah, dan terintegrasi melalui sinergi antara Asabri dan fasilitas kesehatan TNI di seluruh matra.
Acara penandatanganan dihadiri oleh Direktur Utama Asabri dan jajaran direksi, Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Marsekal Muda TNI Haris Haryanto, pejabat Pusat Kesehatan TNI, perwakilan Puskes TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara, serta para kepala rumah sakit TNI.
Tujuan Kerja Sama
Asabri, sebagai BUMN yang menyelenggarakan asuransi sosial bagi prajurit TNI, anggota Polri, dan ASN di lingkungan Kementerian Pertahanan dan Polri, menyatakan komitmen untuk menyediakan layanan yang adaptif terhadap kebutuhan peserta.
Direktur Utama Asabri Jeffry Haryadi P. Manullang menyampaikan apresiasi atas dukungan pemangku kepentingan dalam terwujudnya kerja sama tersebut.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ditjen Kuathan Kemhan, Puskes TNI, Puskes TNI AD, Puskes TNI AL, Puskes TNI AU, serta seluruh rumah sakit TNI yang telah membangun kolaborasi yang kuat bersama Asabri. Dukungan, arahan, dan pendampingan yang diberikan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sinergi strategis yang berorientasi pada kesejahteraan prajurit TNI dan keluarga,” ujar Jeffry.
Manfaat bagi Peserta
Kerja sama mencakup 119 jaringan rumah sakit TNI di seluruh matra, termasuk rumah sakit Kementerian Pertahanan. Fokus utama adalah memastikan peserta yang mengalami risiko tugas, seperti Kecelakaan Kerja (KK) dan Penyakit Akibat Kerja (PAK), memperoleh pelayanan medis yang cepat dan terintegrasi.
Jeffry mengatakan akses layanan perawatan melalui rumah sakit TNI penting mengingat karakteristik tugas prajurit yang memiliki tingkat risiko tinggi.
“Prajurit TNI memiliki karakteristik tugas dengan tingkat risiko yang tinggi. Oleh karena itu, perluasan akses layanan perawatan melalui rumah sakit TNI menjadi sangat penting. Kami ingin memastikan bahwa ketika risiko terjadi, peserta dapat memperoleh pelayanan medis terbaik sehingga proses pemulihan berjalan optimal tanpa kekhawatiran terkait perlindungan,” jelas Jeffry.
Respons Pemerintah dan Sinergi
Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Marsekal Muda TNI Haris Haryanto memberikan apresiasi atas kerja sama antara Asabri, Kementerian Pertahanan, dan TNI.
“Harapan saya, melalui kerja sama yang kita tandatangani hari ini dapat semakin meningkatkan pelayanan Asabri kepada prajurit TNI yang ada di lapangan dengan lebih cepat dan didukung birokrasi yang lebih baik, sehingga jaminan yang diberikan kepada para prajurit TNI dapat dirasakan secara nyata serta memberikan semangat dan motivasi dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Marsda TNI Haris Haryanto.
Menurut Haris Haryanto, sistem perlindungan sosial yang didukung layanan kesehatan terintegrasi menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan personel pertahanan negara, sehingga sinergi perlu terus diperkuat agar manfaat perlindungan diterima secara optimal, cepat, dan tepat sasaran.
Visi Asabri dan Langkah Ke Depan
Asabri menyatakan kerja sama ini sejalan dengan visi menjadi pengelola asuransi sosial tepercaya, profesional, dan peduli pada kesejahteraan peserta. Perusahaan juga menekankan pemanfaatan teknologi informasi, pengelolaan dana yang optimal, dan tata kelola perusahaan yang baik sebagai bagian dari misi memberikan layanan prima.
Dengan kolaborasi yang diperkuat bersama Kementerian Pertahanan dan rumah sakit TNI, Asabri berkomitmen meningkatkan kualitas layanan perawatan yang mudah diakses dan berorientasi pada kebutuhan peserta serta keluarganya.
Ikuti Ihram.co.id
