Investor asing melakukan aksi beli besar pada perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia, Rabu, 17 Juni 2026, dengan mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 2,59 triliun.
Dua emiten perbankan menjadi fokus pembelian asing, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
BBCA: Net Buy Rp288,8 Miliar
Asing tercatat melakukan net buy di saham BBCA senilai Rp 288,8 miliar pada sesi I, dengan volume transaksi sebanyak 44,8 juta saham dihitung berdasarkan harga rata-rata sesi tersebut.
Saham BBCA menguat 1,2% ke level Rp 6.350 pada penutupan sesi I. Dalam sebulan terakhir, harga BBCA naik 4,1%, sementara kinerja year to date (ytd) tercatat turun 21,3%.
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 297,7 juta saham BBCA diperdagangkan pada sesi I dengan frekuensi 51.850 kali dan nilai transaksi mencapai Rp 1,918 triliun.
Pembelian pada hari ini melanjutkan aliran beli asing yang terjadi pada perdagangan sebelumnya, di mana pada Senin, 15 Juni 2026, net buy asing di BBCA tercatat Rp 203,6 miliar.
BBRI: Net Buy Rp278,6 Miliar
Di saham BBRI, investor asing mencatat net buy sebesar Rp 278,6 miliar pada sesi I dengan volume transaksi 90,8 juta saham berdasarkan harga rata-rata sesi.
Saham BBRI terpantau menguat 1,67% ke level Rp 3.040 pada penutupan sesi I. Dalam sebulan terakhir, harga BBRI turun 2,5%, sedangkan kinerja ytd tercatat turun 16,9%.
Perdagangan BBRI pada sesi I mencatatkan 318,3 juta saham berpindah tangan, dengan frekuensi 47.380 kali dan nilai transaksi Rp 976,4 miliar.
Pergerakan hari ini berbeda dari perdagangan Senin, 15 Juni 2026, ketika asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) di BBRI sebesar Rp 35,31 miliar.
Ikuti Ihram.co.id
