Ihram.co.id — Umat Islam di Indonesia memasuki bulan Sya’ban 1447 Hijriah, yang ditandai dengan jatuhnya awal bulan Sya’ban pada Selasa, 20 Januari 2026.
Penetapan awal Sya’ban 1447 H ini berlangsung serempak oleh pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah. Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) mengumumkan awal Sya’ban 1447 H jatuh pada Selasa Pahing, 20 Januari 2026, berdasarkan hasil rukyatul hilal yang dilaksanakan pada Senin (19 Januari 2026). Hal ini tertuang dalam Pengumuman Nomor 116/PB.08/A.II.11.13/13/01/2026. “Awal bulan Sya’ban 1447 H bertepatan dengan Selasa Pahing 20 Januari 2026 M (mulai malam Selasa) atas dasar rukyah,” demikian bunyi pengumuman tersebut.
Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) juga menetapkan 1 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Muhammadiyah pun senada, dengan metode hisab berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), menetapkan 1 Syaban 1447 H pada tanggal yang sama.
Jadwal Malam Nisfu Sya’ban 2026
Setelah mengetahui kapan dimulainya bulan Sya’ban, pertanyaan selanjutnya adalah mengenai kapan Malam Nisfu Sya’ban 2026 tiba. Malam Nisfu Sya’ban merupakan pertengahan bulan Sya’ban, yaitu pada tanggal 15 Sya’ban.
Dengan penetapan awal Sya’ban 1447 H pada 20 Januari 2026, maka Malam Nisfu Sya’ban 1447 H akan jatuh pada Selasa Legi, 3 Februari 2026. Malam Nisfu Sya’ban dimulai sejak terbenamnya matahari pada Senin malam, 2 Februari 2026.
Malam Nisfu Sya’ban memiliki keutamaan penting dalam Islam. Beberapa hadits menyebutkan keutamaan malam ini, di mana Allah SWT akan melihat kepada makhluk-Nya dan mengampuni semua kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan. Rasulullah SAW bersabda: “Allah melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan” (HR. Ibnu Majah).
Persiapan Menjelang Ramadan
Bulan Sya’ban sendiri memiliki makna penting sebagai bulan persiapan sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Sya’ban sering disebut sebagai bulan menanam, sementara Ramadan adalah bulan panen. Hal ini mengisyaratkan pentingnya ibadah dan refleksi diri selama Sya’ban untuk memaksimalkan ibadah di bulan puasa.
Banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah, doa, dan puasa sunnah selama bulan Sya’ban. Keutamaan bulan ini juga disebutkan dalam hadits bahwa Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal manusia kepada Allah SWT. Oleh karena itu, momen ini menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh sebelum menyambut Ramadan.
Meskipun awal bulan Sya’ban ditetapkan serempak oleh pemerintah, NU, dan Muhammadiyah, terdapat potensi perbedaan dalam penentuan awal puasa Ramadan 1447 H. Perbedaan ini dimungkinkan karena adanya perbedaan metode penentuan awal bulan hijriah yang digunakan oleh masing-masing pihak.
Ikuti Ihram.co.id
