Ihram.co.id — Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, mengakui kesulitan besar saat menjalani Sprint Race seri pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, Sabtu. Ia menyebut masalah grip lintasan serta adaptasi terhadap kondisi balapan menjadi faktor utama performanya belum maksimal.
Juara dunia MotoGP dua kali itu hanya mampu finis di posisi kesembilan setelah sebelumnya gagal menembus sesi kualifikasi Q2, menandai awal musim yang belum sesuai harapan bagi pembalap pabrikan Ducati tersebut.
Baca Juga: Pedro Acosta Menang Sprint MotoGP Thailand 2026 secara Dramatis Usai Marc Márquez Dihukum Penalti
Adaptasi Jadi Masalah Utama
Bagnaia mengakui dirinya belum mampu memahami perubahan kondisi lintasan yang terjadi sepanjang akhir pekan balap di Buriram. Meski menggunakan motor dan paket teknis yang sama seperti pengujian sebelumnya, ia merasa karakter lintasan saat balapan sangat berbeda.
Menurut Bagnaia, tingkat cengkeraman lintasan jauh menurun dibandingkan saat tes pramusim. Selain itu, kondisi balapan yang melibatkan banyak pembalap di lintasan turut memengaruhi performa dan keseimbangan motor.
Ia menjelaskan bahwa kesulitan tersebut murni berasal dari proses adaptasi yang berjalan lebih lambat dari seharusnya. Bagnaia mengaku belum menemukan feeling terbaik dengan motor, terutama dalam memaksimalkan potensi ban dan membaca perubahan kondisi trek.
Situasi ini membuatnya kesulitan menjaga konsistensi kecepatan sepanjang Sprint Race berdurasi 13 lap, dengan selisih waktu hampir tujuh detik dari pemenang lomba.
Ducati Alami Kendala di Area Pengereman
Selain faktor adaptasi pribadi, Bagnaia juga menyoroti masalah teknis yang dialami motor Ducati di Sirkuit Buriram, khususnya saat memasuki tikungan.
Ia mengungkapkan bahwa beberapa pembalap Ducati mengalami kesulitan saat pengereman keras dan entry corner. Motor dinilai sulit dihentikan secara optimal ketika memasuki tikungan cepat, sehingga menyulitkan pembalap menjaga racing line.
Bagnaia menilai kondisi lintasan di Thailand berbeda dibanding arah pengembangan motor yang diambil tim selama pengujian. Kombinasi suhu panas, karakter aspal, serta setup motor membuat performa Ducati belum bekerja optimal di seri pembuka musim ini.
Meski demikian, ia merasa cukup kompetitif saat menggunakan ban bekas dalam simulasi balapan. Namun, masalah muncul ketika harus mencatatkan waktu cepat dalam satu putaran, yang membuatnya gagal bersaing di sesi kualifikasi.
Baca Juga: MotoGP 2026: Francesco Bagnaia Gagal Tembus Q2, Ducati Tersandera Masalah Ban
Kesalahan di Akhir Balapan
Dalam Sprint Race, Bagnaia sempat mencoba memperbaiki posisinya, namun melakukan kesalahan saat tiga lap tersisa. Ia melebar di Tikungan 1 akibat kehilangan kontrol saat pengereman.
Kesalahan tersebut membuat peluangnya menembus posisi lebih baik semakin sulit. Ia pun harus puas finis di posisi kesembilan dan hanya membawa pulang satu poin.
Meski hasilnya belum memuaskan, Bagnaia memilih tetap tenang menghadapi situasi ini. Ia menegaskan proses peningkatan performa membutuhkan waktu dan berkomitmen terus mencari solusi bersama tim.
Raih Poin Perdana Sejak 2025
Hasil Sprint Rce di MotoGP Thailand 2026 sekaligus menjadi poin pertama Bagnaia sejak terakhir kali meraih kemenangan Sprint Race pada MotoGP Malaysia 2025. Ia menilai hasil ini tetap menjadi langkah awal penting untuk membangun momentum di awal musim.
Bagnaia menegaskan akan terus berusaha memahami karakter motor dan kondisi lintasan dengan lebih baik demi tampil lebih kompetitif pada balapan utama serta seri-seri berikutnya.
Dengan persaingan yang semakin ketat di MotoGP 2026, pembalap asal Italia tersebut menyadari peningkatan performa harus segera dilakukan jika ingin kembali bersaing dalam perebutan gelar juara dunia.
Ikuti Ihram.co.id
