— Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis malam hingga Jumat (23/1/2026) pagi menyebabkan banjir di sejumlah kawasan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sedikitnya 106 rukun tetangga (RT) dan 14 ruas jalan masih tergenang air hingga pukul 03.00 WIB.

“BPBD mencatat saat ini terdapat 106 RT dan 14 ruas jalan tergenang sesuai data pukul 03.00 WIB,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji, dikutip dari Kompas (23/1/2026).

Ketinggian genangan bervariasi antara 10 hingga 65 sentimeter.

Akibat banjir tersebut, puluhan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Titik pengungsian tercatat di Masjid Jami Al Khaeer di Kedaung Kali Angke (11 KK, 28 jiwa) dan Aula Rusunawa KS Tubun di Kota Bambu Selatan (20 KK, 65 jiwa).

Selain itu, Masjid Al Muqorrobin di Cipinang Melayu juga menampung 18 KK dengan 69 jiwa.

Di wilayah Jakarta Pusat, pengungsi juga dilaporkan berada di RPTRA Segas, RPTRA Intiland, Aula Masjid Muhajirin, PAUD Nusantara, dan Pos RW 02. Total pengungsi di Jakarta Pusat ini diperkirakan mencapai lebih dari 200 jiwa.

Beberapa ruas jalan utama yang dilaporkan mengalami genangan antara lain Jl. Srengseng Raya, Jl. Daan Mogot KM 13, Jl. Pertenakan, Jl. Gotong Royong, Jl. Kapuk Bongkaran, Jl. Taman Kota, Perumahan BTN Jl. Delima VIII, Jl. Strategi Raya, Jl. Basoka Raya, Jl. Pulo Raya IV, Jl. Raya Cipinang Indah, serta Jl. Kebon Pala II RW 04 dan RW 05.

Menanggapi situasi tersebut, BPBD DKI Jakarta telah menurunkan personel untuk memantau kondisi genangan.

Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).

“BPBD DKI Jakarta menurunkan personel untuk memantau kondisi genangan, serta berkoordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat.

Penyedotan genangan dilakukan, talang air dicek, dan kebutuhan dasar bagi penyintas disiapkan. Targetnya, genangan surut secepat mungkin,” jelas Isnawa Adji.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan banjir susulan. Bagi warga yang mengalami keadaan darurat, dapat menghubungi nomor panggilan darurat 112 yang beroperasi selama 24 jam.