Banjir meluas di sejumlah wilayah Pulau Jawa akibat hujan ekstrem yang terjadi secara terus-menerus sejak awal Januari 2026. Dampak banjir dilaporkan terjadi dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat, merendam ribuan rumah warga, melumpuhkan aktivitas ekonomi dan pendidikan, serta memaksa masyarakat mengungsi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Kombinasi faktor atmosfer global dan regional dinilai menjadi pemicu utama meningkatnya intensitas hujan di sebagian besar wilayah Jawa.

Jawa Timur: Ribuan Rumah dan Lahan Pertanian di Pasuruan dan Lamongan Terendam Banjir

Di Jawa Timur, banjir dilaporkan terjadi di Kabupaten Pasuruan dan Lamongan. Di Pasuruan, genangan air merendam delapan desa di Kecamatan Winongan, termasuk Desa Prodo, Winongan Kidul, Winongan Lor, Bandaran, Lebak, dan Menyarik.

Ribuan kepala keluarga terdampak, dengan sebagian warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka tidak dapat ditempati.

Sementara itu di Lamongan, luapan Bengawan Jero menggenangi wilayah di lima kecamatan, yakni Kalitengah, Turi, Deket, Glagah, dan Karangbinangun. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan mencatat hampir 5.000 rumah warga terendam.

Banjir juga berdampak luas pada sektor pertanian, dengan sekitar 7.125 hektare lahan tergenang air. Aktivitas pendidikan ikut terganggu setelah sedikitnya 92 lembaga pendidikan dilaporkan terendam banjir.

Jawa Tengah: Banjir Rendam 38 Desa di Kudus

Banjir dengan dampak besar juga terjadi di Jawa Tengah. Di Kabupaten Kudus, banjir yang berlangsung sejak 9 Januari 2026 merendam 38 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Lebih dari 2.000 warga terpaksa mengungsi ke 14 lokasi pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah.

Selain banjir, kondisi cuaca ekstrem di Kudus memicu tanah longsor di berbagai wilayah. Tercatat sedikitnya 135 titik longsor terjadi akibat tanah yang jenuh air setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Di Kabupaten Pati, luapan Sungai Silugonggo menyebabkan banjir di 112 desa. Sekitar 9.000 rumah warga terendam, dengan ketinggian air di sejumlah lokasi mencapai satu meter. Genangan air menghambat aktivitas warga dan distribusi logistik bantuan.

Jawa Barat: Luapan Sungai Citarum Picu Kerusakan

Di Jawa Barat, banjir melanda Kabupaten Karawang dan Bekasi akibat luapan Sungai Citarum. Di Karawang, derasnya arus sungai menyebabkan erosi di bantaran dan mengikis fondasi rumah warga yang berada di tepi sungai. Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan serius.

Sementara di Kabupaten Bekasi, jebolnya tanggul Sungai Citarum di Kecamatan Muara Gembong mengakibatkan air meluap ke ratusan permukiman warga. Pemerintah daerah melakukan penanganan darurat dengan mengevakuasi warga terdampak dan memperkuat tanggul sementara untuk mencegah meluasnya genangan.

BMKG: Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi

BMKG menjelaskan bahwa hujan ekstrem di Pulau Jawa dipicu oleh kehadiran bibit siklon tropis 97S di Samudra Hindia yang memperkuat aliran udara basah ke wilayah Indonesia. Kondisi ini diperkuat oleh penguatan Monsun Asia dan fenomena seruakan udara dingin dari Asia yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, aktifnya gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) serta gelombang Rossby ekuatorial membawa pasokan uap air dalam jumlah besar ke wilayah Jawa. Kombinasi faktor tersebut menyebabkan hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi panjang.

Situasi diperparah karena hujan ekstrem terjadi bersamaan dengan puncak musim hujan dan fase bulan baru yang memicu banjir rob. Pasang air laut yang tinggi menghambat aliran air dari daratan ke laut, sehingga limpasan hujan dari wilayah pesisir utara Jawa, seperti Demak, Kudus, dan Pekalongan, tertahan lebih lama dan memperpanjang genangan.

Baca Juga: Kapan Musim Hujan 2026 Berakhir? BMKG Ungkap Estimasi Waktu

BMKG memprakirakan potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga sepekan ke depan. Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.