Gempa bumi bermagnitudo 4,5 mengguncang wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (27/1/2026) pukul 13.15.32 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan pusat gempa berada di darat dan tidak berpotensi tsunami.

Pusat getaran terletak pada kedalaman 11 kilometer dengan koordinat sekitar 16 kilometer arah timur Bantul. Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, mengonfirmasi bahwa pemodelan yang dilakukan menunjukkan tidak adanya potensi gelombang tsunami akibat peristiwa ini.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Ardhianto, dikutip dari kompas.com. Hingga saat ini, otoritas terkait melaporkan belum ada kerusakan bangunan yang diakibatkan oleh guncangan tersebut.

Sebaran Wilayah Terdampak Getaran

BMKG mencatat getaran gempa dirasakan dengan intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI) di wilayah Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Magelang. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seakan-akan ada truk berlalu.

Wilayah lain seperti Pacitan, Solo, Trenggalek, Purworejo, dan Wonogiri juga merasakan getaran dengan intensitas II MMI. Berdasarkan parameter tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung terpantau bergoyang.

Situasi di Lapangan

Guncangan gempa yang terjadi pada siang hari tersebut sempat memicu kepanikan warga di sejumlah wilayah DIY. Pantauan langsung di lokasi menunjukkan sejumlah orang segera meninggalkan gedung dan menuju ke area terbuka saat guncangan berlangsung.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan. Warga juga diminta untuk mengikuti informasi resmi dari saluran komunikasi yang telah disediakan oleh pemerintah.

Informasi mengenai parameter gempa dan laporan dampak getaran ini disampaikan secara resmi melalui keterangan tertulis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).