— Pertanyaan mengenai bolehkah menjalankan puasa Syaban hanya dalam satu hari menjadi sorotan di kalangan umat Islam. Sebagai bulan yang berada tepat sebelum Ramadan, Syaban kerap dimanfaatkan untuk meningkatkan ibadah, termasuk puasa sunnah. Namun, keterbatasan waktu atau kondisi fisik kerap memunculkan keraguan terkait pelaksanaan puasa sunnah di bulan ini.

Para ulama sepakat bahwa puasa Syaban hukumnya adalah sunnah, bukan wajib. Rasulullah SAW sendiri sangat menganjurkan dan banyak melaksanakan puasa sunnah pada bulan Syaban, bahkan disebutkan dalam beberapa hadits bahwa beliau hampir berpuasa sebulan penuh di bulan tersebut.

Dengan demikian, menjalankan puasa Syaban hanya satu hari diperbolehkan karena sifatnya yang sunnah dan tidak ada larangan spesifik mengenai hal tersebut. Umat Islam dianjurkan untuk berpuasa sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Baca Juga: Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Kemenag, NU, dan Muhammadiyah Sepakat

Hukum Puasa Syaban dan Keutamaannya

Bulan Syaban memiliki keistimewaan tersendiri dalam kalender Islam. Bulan ini dianggap sebagai bulan persiapan spiritual sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Rasulullah SAW sendiri sangat menghidupkan bulan Syaban dengan berbagai amalan, termasuk puasa sunnah.

Dari Aisyah RA, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلي الله عليه وسلم – يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ . فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

“Rasulullah SAW biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah SAW berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Syaban.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Riwayat lain dari Aisyah RA juga menyebutkan:

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

“Nabi SAW tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Syaban. Nabi SAW biasa berpuasa pada bulan Syaban seluruhnya.” (HR. Bukhari).

Keutamaan lain dari bulan Syaban adalah diangkatnya catatan amal manusia kepada Allah SWT. Oleh karena itu, berpuasa di bulan Syaban dianggap sebagai momentum yang baik untuk menghadap Allah SWT dengan membawa amal ibadah yang baik.

Baca Juga: 6 Amalan Utama Bulan Syaban 2026 yang Dianjurkan Kepada Umat Islam

Bolehkah Puasa Syaban Hanya Satu Hari?

Mengenai pertanyaan apakah boleh puasa Syaban hanya satu hari, mayoritas ulama berpendapat bahwa hal tersebut diperbolehkan. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa puasa Syaban adalah ibadah sunnah.

Tidak ada dalil yang secara eksplisit melarang umat Islam untuk berpuasa hanya satu hari di bulan Syaban. Umat Islam diperbolehkan untuk menyesuaikan pelaksanaan puasa sunnah dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.

Penjelasan ini diperkuat oleh pandangan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang menyatakan bahwa Puasa Nisfu Syaban (pertengahan bulan Syaban) satu hari hukumnya boleh. Hal ini karena puasa pada Nisfu Syaban termasuk dalam keumuman puasa sunnah di bulan Syaban.

Namun, perlu dicatat bahwa ada sebagian pandangan yang melarang puasa setelah pertengahan bulan Syaban (tanggal 16 ke atas) jika tidak disambung dengan puasa sebelumnya atau bukan merupakan kebiasaan puasa seseorang.

Larangan ini didasarkan pada hadits: “Apabila telah mencapai pertengahan bulan Sya’ban, maka janganlah kalian berpuasa.”. Akan tetapi, larangan ini tidak berlaku jika puasa tersebut disambung dengan puasa sebelumnya, atau jika bertepatan dengan kebiasaan puasa seseorang, seperti puasa Senin dan Kamis.

Puasa Sunnah di Bulan Syaban

Selain berpuasa secara umum di bulan Syaban, terdapat beberapa bentuk puasa sunnah yang dapat dilaksanakan, antara lain:

  • Puasa Senin-Kamis Syaban: Melaksanakan puasa sunnah Senin dan Kamis di bulan Syaban tetap dianjurkan. Puasa ini memiliki keutamaan diangkatnya amal manusia kepada Allah SWT.
  • Puasa Ayyamul Bidh Syaban: Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa tiga hari di pertengahan bulan Hijriyah (tanggal 13, 14, dan 15). Melaksanakan puasa ini di bulan Syaban juga sangat dianjurkan.

Bagi umat Islam yang ingin melaksanakan puasa sunnah di bulan Syaban, niat puasa harus dibaca sebelum fajar menyingsing. Niat puasa Senin Kamis, misalnya, adalah

“Nawaitu shauma ghadin li sunnati Yaumil Itsnain (Khamis) lillahi ta’ala”

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Senin (Kamis) esok hari karena Allah Ta’ala.”.

Secara keseluruhan, puasa Syaban merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai persiapan menyambut bulan Ramadan. Pelaksanaannya bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kemampuan individu, termasuk jika hanya mampu berpuasa satu hari.