Aktris Aurelie Moeremans kembali mencuri perhatian publik dengan merilis buku berjudul Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah. Buku ini kini dapat diakses secara gratis melalui link yang dibagikan Aurelie pada bio Instagram pribadinya, @aurelie.

Sejak awal 2026, Broken Strings ramai dibaca dan menjadi topik perbincangan hangat karena mengangkat pengalaman pahit Aurelie semasa remaja, termasuk pengalaman personal terkait perundungan dan kekerasan emosional. Buku ini juga dianggap sebagai medium edukasi dan refleksi bagi para pembaca yang ingin memahami isu-isu kesehatan mental dan pengalaman traumatis.

Baca Juga: Kisah Aurelie Moeremans Sembuh dari Child Grooming, Temukan Bahagia Bersama Tyler Bigenho

Proses Penerbitan yang Mandiri

Broken Strings ditulis sepenuhnya oleh Aurelie Moeremans, aktris kelahiran Belgia yang dikenal melalui berbagai peran di film dan sinetron Indonesia. Proses penerbitan buku ini dilakukan hampir sepenuhnya secara mandiri.

Aurelie mengungkapkan bahwa awalnya seorang teman sempat memperkenalkannya kepada penerbit dan editor, namun respons yang diterima dirasa tidak serius. Akhirnya, ia memilih mengerjakan sendiri seluruh proses penyuntingan naskah, desain sampul, dan tata letak buku.

Keputusan ini membuat Broken Strings menjadi karya yang sangat personal, sekaligus menjadi ruang aman bagi Aurelie untuk menuturkan kisah hidupnya secara jujur dan tanpa kompromi.

Sinopsis Buku Broken Strings

Buku ini menceritakan perjalanan hidup Aurelie sejak remaja di Belgia. Lingkungan tempat tinggalnya digambarkan keras dan kurang ramah, di mana ia kerap mengalami perundungan namun tetap berusaha tampil sebagai sosok yang baik dan berprestasi.

Pada usia 15 tahun, Aurelie berkenalan dengan seorang pria bernama Roby, yang usianya terpaut cukup jauh. Awalnya, Roby tampil manis dan penuh perhatian, sehingga hubungan mereka berkembang menjadi kisah romansa yang tampak indah.

Namun seiring waktu, sikap Roby berubah menjadi manipulatif dan menampilkan kekerasan emosional. Aurelie dijauhkan dari teman-temannya, mengalami penghinaan verbal, hingga kekerasan fisik dan seksual.

Pengalaman ini membuat Aurelie menyadari bahwa dirinya menjadi korban child grooming, bentuk kekerasan yang sering kali tidak disadari korban maupun lingkungan sekitar.

Melalui buku ini, Aurelie menuliskan memoar sebagai bagian dari proses pemulihan dirinya. Ia menegaskan bahwa buku ini tidak ditulis untuk menyerang siapa pun, dan nama, tempat, serta detail peristiwa disamarkan demi menjaga privasi semua pihak.

Meskipun sempat muncul polemik terkait tuduhan pencemaran nama baik oleh sosok yang disebut sebagai Roby, buku ini justru membuka diskusi lebih luas mengenai bahaya grooming terhadap anak dan remaja, sekaligus pentingnya kesadaran publik terhadap kekerasan tersembunyi dalam relasi.

Link Download Buku Broken Strings

Aurelie Moeremans membagikan Broken Strings secara gratis dalam format digital, agar kisahnya dapat menjangkau lebih banyak pembaca dan menjadi sumber penguatan bagi para penyintas kekerasan. Buku ini tersedia dalam dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Selain tautan yang tersedia di bio Instagram @aurelie, buku ini dapat diunduh melalui link resmi berikut:

Bahasa Indonesia: https://tr.ee/20RS4g6tqV
Bahasa Inggris: https://tr.ee/bLW8IXkhj8

Seiring meningkatnya minat pembaca, Aurelie juga mengabarkan bahwa Broken Strings tengah dipersiapkan untuk diterbitkan dalam versi cetak dalam waktu dekat.

Dampak dan Resonansi Buku

Fenomena viral Broken Strings menunjukkan tingginya ketertarikan masyarakat terhadap karya yang membahas pengalaman pribadi dan isu kesehatan mental. Banyak pembaca merasa “relate” dengan isi buku, sementara kutipan-kutipannya kerap dibagikan di media sosial.

Buku ini tidak hanya menjadi bacaan reflektif, tetapi juga medium edukasi dan pemberdayaan bagi korban kekerasan emosional dan fisik, membuka ruang diskusi lebih luas tentang perlindungan anak dan remaja.