Ihram.co.id — Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, mengungkapkan faktor-faktor krusial yang diyakininya dapat membawa Skuad Garuda berlaga di Piala Dunia di masa mendatang. Menurut pemain berusia 28 tahun itu, kunci utama terletak pada peningkatan kualitas pemain yang bermain di liga-liga top Eropa serta peningkatan mutu kompetisi liga domestik Indonesia.
Penegasan ini disampaikan Verdonk menyusul kegagalan Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026. Meskipun telah berjuang di putaran keempat kualifikasi, Timnas Indonesia yang saat itu ditangani Patrick Kluivert harus tersingkir setelah finis di dasar klasemen Grup B. Kekalahan dari Arab Saudi (3-2) dan Irak (1-0) menjadi penutup perjalanan mereka di fase tersebut.
Pentingnya Pemain di Liga Top Eropa
Verdonk, yang kini bermain untuk klub Ligue 1 Prancis, Lille, menekankan bahwa semakin banyaknya pemain Indonesia yang berkompetisi di level tertinggi Eropa akan sangat berpengaruh pada performa tim nasional.
“Itu sangat dibutuhkan jika kami punya mimpi ke Piala Dunia atau menjuarai Piala Asia. Kami harus berada di level tertinggi dan butuh lebih banyak pemain yang bermain di liga top Eropa agar bisa bersaing dengan negara lain,” ujar Verdonk seperti dikutip dari Goal.com.
Pemain yang telah mengoleksi 12 caps untuk Timnas Indonesia sejak debutnya pada 11 Juni 2024 melawan Filipina ini, melihat bahwa kompetisi di liga-liga Eropa akan membentuk mental dan kemampuan pemain agar lebih siap menghadapi tim-tim kuat di kancah internasional. Pengalaman bertanding melawan pemain-pemain berkualitas di Eropa diharapkan dapat meningkatkan daya saing Timnas Indonesia secara keseluruhan.
Peningkatan Kualitas Liga Lokal
Namun, Verdonk juga menegaskan bahwa jalan menuju performa yang lebih baik bagi Timnas Indonesia tidak semata-mata harus melalui Eropa. Ia menyoroti pentingnya menit bermain reguler di level klub, termasuk bagi pemain keturunan yang berkompetisi di Liga 1 Indonesia.
“Bagus jika ada pemain yang pergi ke sana [Indonesia Super League] karena mereka butuh menit bermain. Itu penting untuk tim nasional agar semua pemain mendapat menit bermain. Jika mereka tidak bermain di Eropa, mereka bisa bermain di sana. Itu bagus untuk timnas dan juga untuk liga karena membawa kualitas,” jelasnya.
Dengan demikian, peningkatan kualitas liga domestik menjadi krusial. Liga yang kompetitif akan menghasilkan pemain-pemain yang lebih siap secara fisik dan mental, serta memiliki jam terbang yang cukup untuk memperkuat tim nasional. Hal ini juga akan memberikan kesempatan bagi pemain lokal untuk berkembang dan bersaing, serta memberikan wadah bagi pemain keturunan yang ingin berkontribusi bagi timnas.
Kenangan Manis dan Harapan ke Depan
Meskipun kualifikasi Piala Dunia 2026 belum membuahkan hasil, Verdonk mengenang momen-momen positif bersama Timnas Indonesia. Salah satunya adalah kemenangan 2-0 atas Arab Saudi di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), di mana ia memberikan assist untuk gol yang dicetak Marselino Ferdinan. “Pertandingan melawan Arab Saudi di GBK saat kami menang 2-0, ketika saya memberi assist kepada Marselino. Itu momen yang paling berkesan,” tuturnya.
Saat ini, fokus Verdonk adalah menjaga performa konsisten bersama klubnya, Lille, sembari menantikan agenda FIFA Matchday. Ia berharap dapat terus memberikan kontribusi terbaik bagi Timnas Indonesia di masa mendatang, seiring dengan upaya kolektif untuk mewujudkan mimpi berlaga di Piala Dunia.
Karier internasional Verdonk bersama Timnas Indonesia dimulai dengan debut pada 11 Juni 2024, dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Filipina. Sejak saat itu, ia telah tampil sebanyak 12 kali untuk Skuad Garuda. Perjalanannya di level klub juga terus berlanjut, di mana ia kini menjadi bagian dari Lille di Ligue 1 Prancis.
Ikuti Ihram.co.id
