Ihram.co.id — Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni menilai kehadiran Cesar Meylan akan memegang peranan krusial dalam perkembangan Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan pelatih kepala John Herdman. Meylan ditunjuk PSSI sebagai asisten pelatih dengan fokus utama pada aspek kebugaran, kekuatan, dan daya tahan fisik pemain.
Penunjukan tersebut dinilai sebagai langkah strategis. Sebagai pelatih baru, Herdman membutuhkan sosok yang memahami secara detail filosofi, metode latihan, serta tuntutan permainan yang ingin ia terapkan. Meylan dianggap figur ideal karena sudah lama menjadi bagian dari tim kepelatihan Herdman.
“Kehadiran Meylan sangat penting untuk membantu Herdman beradaptasi. Dia bukan orang baru dalam sistem kerja Herdman,” ujar Kusnaeni, yang akrab disapa Bung Kus.
Rekam Jejak Panjang Bersama John Herdman
Cesar Meylan bukan nama asing dalam dunia sepak bola internasional. Ia telah bekerja bersama John Herdman selama lebih dari satu dekade, mulai dari Timnas Putri Selandia Baru, Timnas Putri Kanada, Timnas Putra Kanada, hingga klub Major League Soccer, Toronto FC.
Kolaborasi keduanya menghasilkan sejumlah pencapaian penting. Salah satu yang paling menonjol adalah keberhasilan Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar. Prestasi tersebut menjadi momen bersejarah karena Kanada kembali tampil di Piala Dunia setelah penantian selama 36 tahun sejak debut mereka pada 1986.
Selain itu, Meylan dan Herdman juga terlibat dalam perjalanan tiga tim putri di Piala Dunia Wanita, yakni pada edisi 2007, 2011, dan 2015. Pengalaman ini menjadi modal berharga untuk membangun fondasi fisik pemain Timnas Indonesia.
Fondasi Fisik untuk Filosofi High Intensity
Menurut Bung Kus, peran utama Meylan di Timnas Indonesia adalah meningkatkan level kebugaran pemain agar sesuai dengan tuntutan permainan John Herdman. Filosofi sepak bola Herdman dikenal mengedepankan pressing ketat, intensitas tinggi, serta transisi cepat sepanjang pertandingan.
“Filosofi bermain Herdman butuh dukungan fisik yang kuat. Tanpa stamina dan daya tahan yang memadai, konsep tersebut sulit diterapkan secara maksimal,” jelas Bung Kus.
Meylan diharapkan mampu membawa pendekatan latihan modern yang terukur dan berkelanjutan. Fokus pada kekuatan otot, pemulihan, serta daya tahan menjadi kunci agar pemain Timnas Indonesia mampu bersaing dalam tempo tinggi, terutama saat menghadapi lawan-lawan kuat di level Asia.
Agenda Padat Timnas Indonesia Jadi Ujian Awal
Tahun ini, Herdman dan Meylan langsung dihadapkan pada jadwal yang padat. Agenda terdekat adalah FIFA Series yang akan digelar pada Maret, dengan Indonesia bertindak sebagai tuan rumah. Setelah itu, Timnas Indonesia dijadwalkan tampil pada FIFA Match Day bulan Juni, September, Oktober, dan November.
Selain laga internasional, tim Garuda juga akan mengikuti Kejuaraan ASEAN yang direncanakan berlangsung mulai Juli. Seluruh agenda tersebut menjadi bagian penting dari persiapan menuju Piala Asia 2027 di Arab Saudi, yang akan digelar pada Januari tahun depan.
Proses Jangka Panjang Butuh Kesabaran
Bung Kus menekankan pentingnya kesabaran publik dalam menilai kinerja Herdman dan tim kepelatihannya. Menurutnya, membangun tim nasional yang kuat tidak bisa dilakukan secara instan.
“Yang terpenting sekarang adalah memberi waktu bagi Herdman dan timnya untuk bekerja dan berproses. PSSI juga harus konsisten memberikan dukungan,” ujarnya.
Dengan peran Cesar Meylan yang fokus membangun fondasi fisik, Timnas Indonesia diharapkan mampu naik level secara bertahap dan siap menghadapi tantangan besar di masa depan.
Ikuti Ihram.co.id
