Ihram.co.id — Chelsea dilaporkan telah mencapai kesepakatan mengenai persyaratan pribadi dengan bek tengah Rennes, Jeremy Jacquet, untuk bursa transfer Januari. Namun, kepindahan pemain berusia 20 tahun itu masih bergantung pada negosiasi harga antara kedua klub.
Kabar ini muncul tak lama setelah penunjukan Liam Rosenior di London Barat. The Blues memang tengah mencari bek tengah baru di bulan ini. Masalah di lini pertahanan sempat diungkapkan oleh mantan pelatih Enzo Maresca pada musim panas lalu, terutama setelah cedera ACL yang dialami Levi Colwill. Namun, kekhawatiran tersebut sempat diabaikan oleh departemen perekrutan Chelsea.
Akibatnya, performa Chelsea di awal musim menjadi kurang konsisten. Tim asal London itu tercatat memiliki rekor kebobolan terburuk di liga, menghadapi rata-rata kualitas peluang tertinggi di seluruh divisi selama paruh pertama musim.
Jacquet Jadi Target Utama
Dalam pencarian bek tengah baru, nama Jeremy Jacquet muncul sebagai salah satu dari tiga target potensial Chelsea. Pemain muda asal Prancis ini menjadi prioritas utama dibandingkan Jacobo Ramon dari Como dan Marcos Senesi dari Bournemouth.
Laporan ini sejalan dengan informasi dari pakar transfer dunia, Fabrizio Romano. Chelsea dikabarkan telah mencapai kesepakatan personal dengan Jacquet terkait potensi kontraknya di Stamford Bridge. Kendati demikian, banderol harga yang dipatok Rennes menjadi satu-satunya hambatan.
Banderol Fantastis dari Rennes
Menurut laporan Sport Illustrated, Rennes mematok harga 65 juta Euro untuk Jacquet. Angka tersebut akan menjadikan Jacquet sebagai penjualan termahal dalam sejarah klub, melampaui mahar 60 juta Euro yang dibayarkan Manchester City untuk Jeremy Doku pada musim panas 2023.
Penawaran resmi dari Chelsea belum diungkapkan secara pasti. Namun, diperkirakan tim asal London itu akan mengajukan tawaran di bawah harga yang diminta Rennes. Tercatat, hanya dua rekrutan di bulan Januari yang pernah membuat Chelsea merogoh kocek lebih dari 65 juta Euro.
Ikuti Ihram.co.id
