— Serial live-action One Piece resmi kembali dengan musim kedua yang tayang di Netflix mulai Selasa, 10 Maret. Musim terbaru ini berjudul One Piece: Into the Grand Line dan menghadirkan delapan episode sekaligus yang dapat langsung ditonton oleh penggemar di seluruh dunia.

Musim kedua melanjutkan petualangan kru Bajak Laut Topi Jerami yang dipimpin Monkey D. Luffy setelah peristiwa di akhir musim pertama. Kali ini, mereka akhirnya memasuki Grand Line, lautan legendaris yang dikenal sebagai wilayah paling berbahaya bagi para bajak laut.

Selain melanjutkan kisah petualangan Luffy dan krunya, musim ini juga menghadirkan momen yang paling ditunggu penggemar: kemunculan Tony Tony Chopper, dokter baru yang nantinya menjadi anggota penting kru Topi Jerami.

Baca Juga: One Piece Live-Action Season 2: Jadwal Rilis, Daftar Pemain, dan Bocoran Cerita Terbaru

Musim kedua masih dibintangi oleh jajaran pemeran utama seperti Iñaki Godoy sebagai Luffy, Mackenyu sebagai Roronoa Zoro, Emily Rudd sebagai Nami, Jacob Romero sebagai Usopp, serta Taz Skylar sebagai Sanji.

Dengan total durasi lebih dari delapan jam, setiap episode memiliki panjang sekitar 54 hingga 66 menit, sehingga penonton dapat menikmati cerita secara maraton sejak hari pertama penayangan.

Daftar Episode dan Sinopsis One Piece Season 2

Musim kedua menghadirkan delapan episode yang mengadaptasi beberapa arc awal dari saga Arabasta.

Episode 1: The Beginning of the End

Episode pembuka membawa kru Topi Jerami ke Loguetown, kota bersejarah tempat Gol D. Roger, Raja Bajak Laut, dieksekusi.

Di kota ini, Luffy dan teman-temannya bertemu sejumlah karakter baru sekaligus musuh lama yang berusaha menghentikan perjalanan mereka sebelum benar-benar memasuki Grand Line.

Episode 2: Good Whale Hunting

Judul episode ini merupakan plesetan dari film Good Will Hunting. Ceritanya mengadaptasi arc Reverse Mountain, ketika kapal Going Merry harus menembus arus laut yang berlawanan untuk memasuki Grand Line.

Di sinilah kru bertemu Laboon, paus raksasa yang menyimpan kisah emosional tentang janji lama yang belum terpenuhi selama puluhan tahun.

Episode 3: Whisky Business

Petualangan kru berlanjut ke Whisky Peak, kota pertama yang mereka singgahi di Grand Line. Awalnya penduduk setempat menyambut mereka dengan ramah.

Namun keramahan itu ternyata hanya kedok. Kota tersebut dipenuhi agen organisasi kriminal Baroque Works yang menyamar sebagai warga biasa. Situasi berubah menjadi kacau ketika Zoro harus menghadapi ratusan musuh sendirian.

Episode 4: Big Trouble in Little Garden

Judul episode ini merupakan plesetan dari film Big Trouble in Little China. Kru Topi Jerami tiba di pulau purba Little Garden, tempat dua raksasa legendaris, Dorry dan Brogy, bertarung tanpa henti selama lebih dari satu abad.

Kedatangan agen Baroque Works memperkeruh situasi dan memicu konflik besar di pulau yang dipenuhi dinosaurus tersebut.

Episode 5: Wax On, Wax Off

Judulnya terinspirasi dari dialog ikonik dalam film The Karate Kid. Episode ini menjadi klimaks arc Little Garden.

Musuh utama di sini adalah Mr. 3 alias Galdino, pengguna Devil Fruit yang mampu menciptakan lilin dengan berbagai bentuk mematikan. Pertarungan sengit antara Baroque Works dan kru Topi Jerami mencapai puncaknya dalam episode ini.

Episode 6: Nami Deerest

Perjalanan menuju Grand Line membawa masalah baru ketika Nami jatuh sakit parah. Kru kemudian menuju Drum Island, pulau bersalju yang dulu diperintah oleh tiran bernama Wapol.

Di pulau ini mereka mencari dokter legendaris Dr. Kureha, yang tinggal di puncak Drum Castle setelah seluruh dokter di pulau itu diusir oleh Wapol.

Episode 7: Reindeer Shames

Episode ini memperkenalkan salah satu karakter favorit penggemar: Tony Tony Chopper.

Chopper adalah rusa muda yang memakan Devil Fruit sehingga memperoleh kemampuan berubah menjadi makhluk setengah manusia. Episode ini juga mengungkap latar belakang emosional Chopper, termasuk bagaimana ia dikucilkan oleh kawanan rusa sebelum menemukan keluarga baru bersama kru Topi Jerami.

Episode 8: “Deer and Loathing in Drum Kingdom”

Judulnya merupakan plesetan dari film Fear and Loathing in Las Vegas. Episode penutup ini menghadirkan pertarungan dramatis di Drum Castle yang berdiri di puncak gunung bersalju.

Konflik melawan Wapol mencapai puncaknya, sekaligus menandai bergabungnya Chopper sebagai dokter baru Bajak Laut Topi Jerami sebelum mereka melanjutkan perjalanan menuju Arabasta.

Baca Juga: Eiichiro Oda Sudah Punya Rencana Ending untuk One Piece Live Action di Netflix

Adaptasi Lima Arc Penting dalam Satu Season

Musim kedua mengadaptasi lima arc penting dalam saga Arabasta, yakni Loguetown, Reverse Mountain, Whisky Peak, Little Garden, dan Drum Island.

Arc Arabasta sendiri, yang menjadi puncak konflik melawan organisasi Baroque Works, telah dikonfirmasi akan diadaptasi secara penuh pada musim ketiga serial live-action ini.

Menariknya, musim kedua juga menyisipkan kemunculan karakter Brook dalam sebuah kilas balik di arc Reverse Mountain. Dalam manga aslinya, karakter musisi berkerangka ini baru muncul jauh lebih belakangan, tetapi produser memilih memperkenalkannya lebih awal untuk memperkuat cerita mengenai Laboon.

Cara Menonton One Piece Live Action Season 2 di Netflix

Seluruh delapan episode One Piece Live Action Season 2 sudah tersedia secara eksklusif di Netflix mulai 10 Maret 2026. Penonton dapat menontonnya secara langsung melalui aplikasi Netflix di ponsel, smart TV, maupun perangkat streaming lainnya.

Di Indonesia, layanan Netflix tersedia dengan paket berlangganan mulai sekitar Rp49.000–Rp195.000 tergantung paket yang dipilih.

Baca Juga: One Piece Live Action Season 2 Segera Tayang, Ini Cara Nonton Resmi di Netflix dengan Subtitle Indonesia

Dengan hadirnya Chopper serta petualangan baru di Grand Line, musim kedua One Piece live-action diprediksi kembali menjadi salah satu tontonan paling dinantikan penggemar anime dan manga di seluruh dunia.