Ihram.co.id — Serial live-action One Piece resmi menutup musim kedua, One Piece: Into the Grand Line, dengan klimaks yang memperkenalkan Tony Tony Chopper dan sekutu baru Princess Vivi (Charithra Chandran), sekaligus menyiapkan cerita menuju Season 3.
Musim kedua menayangkan delapan episode sekaligus sejak 10 Maret 2026 di Netflix, dengan durasi tiap episode antara 54–66 menit, memungkinkan penonton menonton secara maraton.
Baca Juga: Chopper Akhirnya Muncul! Ini Daftar 8 Episode One Piece Live-Action Season 2 di Netflix
Klimaks Drum Island: Pertarungan Luffy dan Kru Topi Jerami
Episode penutup One Piece Live Action Season 2 menampilkan pertarungan dramatis di Drum Island, pulau bersalju yang dulu dikuasai tiran Wapol (Rob Colletti). Wapol, pemakan Munch-Munch Fruit, dapat mencerna apa saja dan mengubahnya menjadi senjata mematikan. Ia bahkan mengubah para penjaga kerajaan menjadi pasukan “monster” bersenjata lengkap.
Kru Topi Jerami — Luffy (Iñaki Godoy), Zoro (Mackenyu), Nami (Emily Rudd), Usopp (Jacob Romero), dan Sanji (Taz Skylar) — bekerja sama dengan Chopper, Princess Vivi, Dr. Kureha (Katey Sagal), Dalton (Ty Keogh), dan penduduk Drum Island, akhirnya menundukkan Wapol. Para penjaga yang sempat dikonsumsi dikembalikan ke bentuk manusia, memungkinkan pemulihan kerajaan.
Debut Chopper menjadi momen paling dinanti di akhir musim. Rusa muda yang memakan Hito Hito no Mi ini memiliki kemampuan setengah manusia dan berbicara. Setelah kehilangan sahabat pertamanya, Dr. Hiriluk (Mark Harelik), dan dilatih Dr. Kureha, Chopper sempat ragu untuk bergabung karena merasa berbeda.
Namun ajakan Luffy untuk menjadi bajak laut membuat Chopper akhirnya menemukan keluarga yang selama ini ia cari, kata co-showrunner Joe Tracz.
Baca Juga: 7 Aktris Cantik yang Curi Perhatian di One Piece Live Action Netflix
Princess Vivi dan Konflik Alabasta
Princess Vivi, yang awalnya menyamar sebagai Miss Wednesday, menghadapi krisis sipil di kerajaan Alabasta, yang dipimpin ayahnya, King Cobra (Sendhil Ramamurthy). Setelah bergabung dengan kru Topi Jerami dan menghadapi ancaman Baroque Works, Vivi menemukan sekutu yang dapat diandalkan dan tujuan baru: menyelamatkan kerajaannya dari konflik internal.
Musim kedua juga menegaskan ancaman Baroque Works. Pemimpin Mr. 0, yang terungkap sebagai Sir Crocodile (Joe Manganiello), merencanakan Operation Utopia untuk mengguncang Alabasta. Miss All Sunday, identitas asli Nico Robin (Lera Abova), menjadi tangan kanan Crocodile.
Keduanya menjadi musuh besar yang akan menghadang kru Topi Jerami di musim ketiga, bersama karakter baru seperti Portgas D. Ace (Xolo Maridueña), Bon Clay (Cole Escola), serta agen Baroque Works lain: Miss Doublefinger (Daisy Head) dan Mr. 1 (Awdo Awdo).
Luffy dan Warisan Gol D. Roger
Episode 8 menekankan paralel antara Monkey D. Luffy dan Gol D. Roger, mantan Raja Bajak Laut. Dr. Kureha menyinggung “Will of D”, tanda bahwa perjalanan Luffy menuju menjadi Raja Bajak Laut membawa warisan besar dan tanggung jawab yang lebih dalam dari sekadar pencarian harta.
Dengan kemenangan di Drum Island, kru Topi Jerami kini memiliki tujuan baru: membantu Vivi menyelamatkan Alabasta. Dr. Kureha menutup musim dengan menembakkan ramuan Dr. Hiriluk ke langit, menghasilkan hujan bunga sakura pink sebagai simbol harapan dan keajaiban bagi Drum Island.
Baca Juga: Eiichiro Oda Sudah Punya Rencana Ending untuk One Piece Live Action di Netflix
Season 3 dipastikan akan menghadirkan tantangan lebih besar, musuh baru, dan karakter tambahan yang akan memperkaya cerita di Grand Line.
Ikuti Ihram.co.id
