Kylian Mbappe menepis anggapan bahwa Xabi Alonso telah gagal selama menangani Real Madrid meskipun sang pelatih diberhentikan lebih awal. Penyerang asal Prancis itu menilai Alonso pergi sebelum fase penentuan gelar juara kompetisi utama dimulai.

Alonso resmi diberhentikan oleh manajemen Los Blancos menyusul kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol pekan lalu. Mantan gelandang tim nasional Spanyol tersebut harus meninggalkan kursi kepelatihan jauh sebelum masa kontraknya berakhir pada musim panas 2028.

Kepergian Alonso diyakini dipengaruhi oleh situasi ruang ganti yang memburuk. Ia santer dikabarkan tidak akur dengan sejumlah pemain senior Madrid, termasuk Vinicius Junior dan Federico Valverde.

Pembelaan Mbappe untuk Xabi Alonso

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, menyatakan ketidaksetujuannya jika masa jabatan Alonso dianggap sebagai sebuah kegagalan. Ia menekankan bahwa Alonso pergi saat tim belum memasuki periode perebutan trofi utama.

“Dari mana Anda mendapat ide bahwa ada masalah di antara para pemain dengan pelatih? Untuk menganggap Xabi tidak sukses itu tidak benar,” ujar Mbappe sebagaimana dikutip dari AS.

Mbappe memuji kualitas Alonso sebagai pelatih yang sangat memperhatikan aspek teknis. Menurutnya, Alonso memiliki obsesi terhadap detail-detail permainan yang akan membuatnya menjadi pelatih hebat di masa depan.

“Dia pergi sebelum titel-titel dimenangi. Xabi, menurut pendapatku, akan jadi seorang pelatih yang sangat bagus. Aku punya hubungan yang sangat baik dengan dia,” tambah pemenang Piala Dunia 2018 tersebut.

Transisi ke Alvaro Arbeloa

Pasca pemecatan Alonso, Real Madrid mempromosikan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih tim utama. Debut Arbeloa sempat diwarnai hasil negatif saat Madrid tersingkir dari Copa del Rey usai dikalahkan Albacete dengan skor 2-3.

Namun, Arbeloa berhasil mencatatkan kemenangan pertamanya di LaLiga setelah Mbappe dan kawan-kawan menaklukkan Levante 2-0. Mbappe menegaskan bahwa seluruh skuad menghormati keputusan klub dan siap mendukung pelatih baru mereka.

“Apapun yang sudah terjadi, sudah terjadi. Itu adalah sebuah keputusan yang dibuat oleh klub, dan kami harus menghormatinya. Sekarang, ada seorang manajer baru dan ini adalah pengalaman profesional pertama dia. Kami akan membantu dia,” pungkas Mbappe.