Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan resmi menambah daftar negara yang berpartisipasi dalam pertukaran data informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan. Melalui kebijakan terbaru ini, otoritas pajak kini dapat mengakses informasi rekening keuangan dari 117 negara.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto merilis daftar tersebut melalui Pengumuman Nomor PENG-1/PJ/2026. Dokumen ini menetapkan yurisdiksi yang telah mengaktivasi Multilateral Competent Authority Agreement on Automatic Exchange of Financial Account Information atau AEOI-CRS.

“Dengan ini kami umumkan Daftar Yurisdiksi Partisipan AEOI-CRS dan Yurisdiksi Tujuan Pelaporan AEOI-CRS dalam rangka Pertukaran Informasi Rekening Keuangan Secara Otomatis,” bunyi petikan pengumuman yang ditandatangani Bimo pada 20 Januari 2026.

Jumlah negara partisipan mengalami peningkatan dari posisi awal 2025 yang berjumlah 115 negara. Selain itu, yurisdiksi tujuan pelaporan juga bertambah menjadi 92 negara dari sebelumnya sebanyak 89 negara.

Daftar 117 Yurisdiksi Partisipan AEOI-CRS

Berikut adalah daftar lengkap 117 negara yang menjadi yurisdiksi partisipan pertukaran informasi rekening keuangan otomatis:

  • Albania, Andorra, Anguilla, Antigua And Barbuda, Argentina, Armenia, Aruba, Australia, Austria, Azerbaijan
  • Bahamas, Bahrain, Barbados, Belgium, Belize, Bermuda, Brazil, British Virgin Islands, Brunei Darussalam, Bulgaria
  • Canada, Cayman Islands, Chile, Colombia, Cook Islands, Costa Rica, Croatia, Curaçao, Cyprus, Czechia
  • Denmark, Dominica, Ecuador, Estonia, Faroe Islands, Finland, France, Georgia, Germany, Ghana
  • Gibraltar, Greece, Greenland, Grenada, Guernsey, Hong Kong (China), Hungary, Iceland, India, Ireland
  • Isle Of Man, Italy, Jamaica, Japan, Jersey, Kazakhstan, Kenya, Korea, Kuwait, Latvia
  • Lebanon, Liechtenstein, Lithuania, Luxembourg, Macau (China), Malaysia, Maldives, Malta, Marshall Islands, Mauritius
  • Mexico, Moldova, Monaco, Montserrat, Nauru, Netherlands, New Zealand, Nigeria, Niue, Norway
  • Oman, Pakistan, Panama, People’s Republic of China, Peru, Poland, Portugal, Qatar, Romania, Russian Federation
  • Rwanda, Saint Kitts And Nevis, Saint Lucia, Saint Vincent And The Grenadines, Samoa, San Marino, Saudi Arabia, Senegal, Seychelles, Singapore
  • Sint Maarten, Slovak Republic, Slovenia, South Africa, Spain, Sweden, Switzerland, Thailand, Trinidad & Tobago, Türkiye
  • Turks & Caicos Islands, Uganda, Ukraine, United Arab Emirates, United Kingdom, Uruguay, Vanuatu

Daftar 92 Yurisdiksi Tujuan Pelaporan

DJP juga merinci 92 negara yang menjadi tujuan pelaporan dalam pertukaran data keuangan tersebut:

  • Albania, Andorra, Argentina, Armenia, Aruba, Australia, Austria, Azerbaijan, Barbados, Belgium
  • Belize, Brazil, Bulgaria, Canada, Chile, Colombia, Cook Islands, Costa Rica, Croatia, Curaçao
  • Cyprus, Czech Republic, Denmark, Ecuador, Estonia, Faroe Islands, Finland, France, Georgia, Germany
  • Ghana, Gibraltar, Greece, Greenland, Grenada, Guernsey, Hong Kong (China), Hungary, Iceland, India
  • Ireland, Isle Of Man, Italy, Jamaica, Japan, Jersey, Kazakhstan, Kenya, Korea, Latvia
  • Liechtenstein, Lithuania, Luxembourg, Malaysia, Maldives, Malta, Mauritius, Mexico, Moldova, Monaco
  • Netherlands, New Zealand, Nigeria, Norway, Pakistan, Panama, People’s Republic of China, Peru, Poland, Portugal
  • Qatar, Russian Federation, Rwanda, Saint Kitts And Nevis, Saint Lucia, San Marino, Saudi Arabia, Senegal, Seychelles, Singapore
  • Slovak Republic, Slovenia, South Africa, Spain, Sweden, Switzerland, Thailand, Türkiye, Uganda, Ukraine
  • United Kingdom, Uruguay

Informasi mengenai pembaruan daftar negara partisipan dan tujuan pelaporan AEOI-CRS tersebut disampaikan melalui pengumuman resmi Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.