Ihram.co.id — Senegal resmi merengkuh gelar juara Piala Afrika 2026 setelah menumbangkan Maroko dengan skor tipis 1-0 dalam laga final yang penuh drama. Gol tunggal kemenangan The Lions of Teranga dicetak oleh Pape Guaye pada babak perpanjangan waktu di Stadion Prince Moulay Abdellah.
Drama Penalti Panenka dan Protes Senegal
Pertandingan puncak ini diwarnai ketegangan tinggi saat wasit memberikan hadiah penalti kepada Maroko pada masa injury time babak kedua. Keputusan tersebut diambil setelah El Hadji Malick Diouf menjatuhkan Brahim Diaz di kotak terlarang, yang kemudian dikonfirmasi melalui tinjauan Video Assistant Referee (VAR).
Insiden ini memicu aksi walk out dari para pemain, pelatih, hingga staf timnas Senegal sebagai bentuk protes. Laga sempat terhenti selama 15 menit sebelum akhirnya Sadio Mane berhasil membujuk rekan-rekannya untuk kembali melanjutkan pertandingan.
Brahim Diaz yang maju sebagai eksekutor memilih melepaskan tembakan dengan teknik panenka ke arah tengah gawang. Namun, kiper Edouard Mendy dengan mudah mengamankan bola tersebut, membuat pemain Real Madrid itu tertunduk lesu di lapangan.
Pembelaan Walid Regragui untuk Brahim Diaz
Meski gagal mengeksekusi penalti krusial, Brahim Diaz tetap dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak Piala Afrika 2026. Namun, saat menerima penghargaan tersebut, Diaz justru mendapat cemoohan dari para pendukung Maroko yang memadati stadion.
Pelatih Maroko, Walid Regragui, pasang badan dan menolak menyalahkan pemainnya atas kegagalan tersebut. Menurutnya, penundaan laga yang cukup lama sebelum penalti diambil turut memengaruhi kondisi psikologis sang pemain.
“Dia punya banyak waktu sebelum mengambil penalti, yang pasti membuatnya gelisah,” kata Regragui dilansir dari France24. “Tapi kami tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi. Itulah cara dia memilih untuk mengambil penalti. Kami perlu fokus ke depan sekarang,” pungkasnya.
Ikuti Ihram.co.id
