— Dominasi Ducati di MotoGP diperkirakan belum akan berakhir pada 2026. Lewis Duncan jurnalis media balap internasional, Crash.net dalam analisis terbarunya menyebut akhir era mesin 1000cc justru secara historis cenderung menguntungkan pabrikan yang sudah berada di puncak performa.

Dalam ulasannya, Ducati dinilai berada dalam posisi paling ideal untuk mempertahankan supremasi sebelum regulasi baru 850cc mulai berlaku pada 2027.

Musim 2026 akan menjadi tahun terakhir penggunaan mesin 1000cc yang telah dipakai sejak 2012. Secara teori, penghujung siklus aturan biasanya menghadirkan persaingan lebih merata karena seluruh tim telah mencapai batas pengembangan. Namun, data sejarah menunjukkan pola berbeda: tim dominan jarang tergeser di musim transisi.

Berikut lima alasan yang mendukung prediksi tersebut.

Baca Juga: Bos Ducati Ungkap Penyebab Performa Buruk Bagnaia di 2025, Siapkan Perubahan untuk MotoGP 2026

Motor Paling Matang di Akhir Era 1000cc

Sejak regulasi 1000cc diperkenalkan pada 2012, Ducati berkembang menjadi pabrikan dengan pendekatan teknis paling progresif. Inovasi aerodinamika, pengembangan perangkat ride-height, hingga optimalisasi elektronik membuat Desmosedici menjadi paket paling komplet dalam beberapa musim terakhir.

Pada musim 2025, Ducati Lenovo Team mencatatkan 17 kemenangan grand prix dan menyapu bersih gelar pembalap, konstruktor, serta tim. Basis teknis yang sudah sangat matang ini menjadi modal besar menghadapi musim terakhir sebelum transisi regulasi.

Tes pramusim di Sepang juga mengindikasikan adanya peningkatan performa pada GP26, memperkuat sinyal bahwa Ducati belum mencapai batas pengembangan maksimalnya.

Marc Marquez Masih Jadi Pembeda

Faktor pembalap menjadi elemen krusial dalam musim transisi regulasi. Dalam sejarah MotoGP, talenta generasional kerap memperpanjang dominasi pabrikan di akhir siklus aturan.

Musim lalu, Marc Marquez meraih 11 kemenangan dan mengunci gelar ketujuh di kelas premier. Bahkan ketika absen dalam empat seri terakhir akibat cedera, dampaknya langsung terasa pada performa tim.

Memasuki usia 33 tahun dan musim ke-14 di MotoGP, Marquez tetap menjadi tolok ukur performa di grid. Kombinasi pengalaman, agresivitas balap, dan adaptasi teknis menjadikannya faktor pembeda utama bagi Ducati.

Kedalaman Skuad dan Stabilitas Internal

Selain Marquez, Ducati memiliki kedalaman skuad yang kuat di berbagai tim satelit. Struktur teknis yang stabil dan alur pengembangan yang konsisten membuat performa motor tetap kompetitif di tangan beberapa pembalap berbeda.

Situasi ini kontras dengan beberapa rival yang masih mencari keseimbangan paket motor dan konsistensi pembalap. Stabilitas internal sering menjadi faktor kunci dalam mempertahankan dominasi di musim panjang yang terdiri dari lebih dari 20 seri.

Baca Jugaa: Bos Ducati Sebut Bagnaia Siap Jadi Ancaman Bagi Marc Marquez di MotoGP 2026

Sejarah Berpihak pada Tim Dominan di Tahun Transisi

MotoGP telah mengalami beberapa perubahan regulasi besar, termasuk peralihan 500cc ke 990cc pada 2002, 990cc ke 800cc pada 2007, serta 800cc ke 1000cc pada 2012.

Menariknya, musim terakhir sebelum perubahan regulasi hampir selalu tetap didominasi pabrikan terkuat saat itu.

  • Pada 2001, Repsol Honda Team memenangkan 12 dari 16 balapan, dipimpin Valentino Rossi.
  • Pada 2011, Honda kembali dominan lewat Casey Stoner dengan 13 kemenangan dari 17 seri.

Pola tersebut menunjukkan bahwa keunggulan teknis yang sudah mapan jarang runtuh hanya karena mendekati akhir regulasi.

Guncangan Besar Diprediksi Baru Terjadi pada 2027

Perubahan paling signifikan justru akan terjadi pada 2027, ketika MotoGP beralih ke mesin 850cc serta mengganti pemasok ban dari Michelin ke Pirelli.

Transisi ban dalam sejarah MotoGP sering kali memicu pergeseran kekuatan lebih besar dibanding sekadar perubahan kapasitas mesin. Artinya, potensi reshuffle peta persaingan kemungkinan baru benar-benar terasa di awal era baru, bukan pada musim penutup 1000cc di 2026.

Aprilia Masih Jadi Penantang Terdekat

Meski Ducati difavoritkan, Aprilia Racing menunjukkan peningkatan signifikan dengan empat kemenangan grand prix musim lalu dan finis kedua di klasemen konstruktor.

Namun, dari sisi konsistensi, kedalaman skuad, dan pengalaman juara, Ducati masih memiliki keunggulan yang sulit disaingi.

Baca Juga: Ducati Diam-Diam Upgrade Motor Morbidelli, Performa Kini Dekati GP26

Menjelang akhir era 1000cc, Ducati berada dalam posisi yang sangat kuat secara teknis dan struktural. Didukung performa Marquez yang tetap kompetitif serta preseden sejarah yang menguntungkan tim dominan di musim transisi, peluang Ducati untuk kembali menguasai MotoGP 2026 terbuka lebar.

Jika tidak terjadi perubahan dramatis, musim 2026 berpotensi menjadi penegasan terakhir supremasi Ducati sebelum MotoGP memasuki babak baru pada 2027.