Harga emas jatuh tajam pada perdagangan Kamis (18/6/2026), meski sempat menguat di beberapa sesi. Penurunan itu berlangsung di tengah tekanan dari kebijakan moneter The Fed yang bernada lebih hawkish serta penguatan dolar AS ke level tertinggi dalam setahun.

Sentimen pasar juga dipengaruhi meredanya kekhawatiran inflasi menyusul rilis teks kesepakatan sementara antara AS dan Iran, yang menekan harga minyak dan menurunkan ekspektasi inflasi global.

Harga emas spot ditutup turun 1,14% menjadi US$ 4.209,15 per ons troi setelah sempat menyentuh level terendah sejak November 2025. Sementara itu, emas berjangka AS anjlok 3,51% ke posisi US$ 4.227,75 per ons troi.

“Hal paling signifikan adalah perubahan nada The Fed yang lebih hawkish. Itu mendorong dolar ke level tertinggi tahun ini, sehingga emas berada di bawah tekanan,” ujar Vice President sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant.

Respons Pasar Terhadap Kebijakan The Fed

Pada pertemuan terakhir, The Fed menahan suku bunga, namun sembilan dari 19 pembuat kebijakan masih melihat peluang kenaikan suku bunga pada akhir tahun. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 85%, naik dari 61% sebelum pernyataan kebijakan, menurut CME FedWatch Tool.

Indeks dolar AS menguat setelah pernyataan The Fed dan sempat menyentuh level tertinggi dalam satu tahun, yang membuat emas — dihargakan dalam dolar — menjadi lebih mahal bagi pembeli global.

Emas sebagai aset tanpa imbal hasil cenderung tertekan di lingkungan suku bunga tinggi. Tekanan terhadap logam mulia ini juga sudah muncul sejak awal konflik di Timur Tengah ketika harga energi naik dan memicu kekhawatiran inflasi.

Kesepakatan AS-Iran

Di sisi geopolitik, kedua negara merilis teks kesepakatan sementara yang telah ditandatangani untuk mengakhiri konflik. Namun, Presiden AS tetap memberikan ancaman akan melanjutkan serangan jika Iran tidak mematuhi ketentuan kesepakatan tersebut.

Di pasar energi, harga minyak turut turun: Brent menyentuh level terendah sejak 2 Maret, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) mencapai level terendah sejak 4 Maret.

Logam Mulia Lainnya

Logam mulia lain juga ikut tertekan pada sesi yang sama. Perak spot amblas 3,22% menjadi US$ 65,72 per ons, platinum turun 2,39% ke US$ 1.689,73 per ons, dan palladium anjlok 2,94% menjadi US$ 1.282,6 per ons.