Harga emas perhiasan tercatat stabil pada Selasa pagi, 16 Juni 2026, menurut pemantauan di beberapa jaringan penjualan. Kondisi ini memberi ruang bagi pembeli dan investor untuk terus memantau pergerakan sebelum mengambil keputusan.

Selain pergerakan di pasar perhiasan, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga menunjukkan ketahanan pada hari yang sama, sementara analis menyampaikan skenario yang bisa mendorong harga naik lebih lanjut menuju akhir 2026.

Harga Emas Perhiasan Terpantau Stabil

Pada Selasa, 16 Juni 2026, harga emas perhiasan di sejumlah penjual tetap kokoh. Calon pembeli dan investor disarankan terus memantau daftar harga berdasarkan kadar karat untuk menentukan waktu beli atau jual yang tepat.

Strategi Beli Menurut Ahli

Michele Schneider, Kepala Strategi Pasar MarketGauge, mengingatkan investor agar tidak terburu-buru menumpuk emas saat terjadi koreksi harga. Meski koreksi membuka peluang akumulasi jangka panjang, Schneider menyarankan menunggu konfirmasi arah pasar sebelum masuk agresif.

Harga Emas Antam (ANTM) Masih Perkasa

Harga emas batangan Antam pada Selasa, 16 Juni 2026, tercatat kokoh. Informasi harga pecahan emas batangan dan harga buyback tercatat stabil di halaman resmi Logam Mulia Antam pada hari tersebut.

Prediksi Harga Emas Menjelang Akhir 2026

Beberapa perkiraan menyebut harga emas Antam berpeluang menembus Rp 3 juta per gram pada akhir 2026. Faktor yang disebut sebagai pendorong meliputi potensi penurunan suku bunga AS, kenaikan pembelian emas oleh bank sentral, serta ketidakpastian geopolitik global.

Pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi menyatakan pembukaan kembali Selat Hormuz setelah kesepakatan damai antara AS dan Iran berpotensi menekan harga minyak mentah, namun kondisi tersebut dinilai dapat menjadi sentimen positif untuk pasar emas.

Kinerja BCA: Penyaluran Kredit Melambat, Laba Tumbuh Tipis

Di sektor perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melaporkan laba bersih bank only pada Mei 2026 sebesar Rp 4,86 triliun, turun 1,73% secara month on month. Akumulasi laba bersih lima bulan pertama (5M26) mencapai Rp 25,68 triliun, naik 2,07% year on year.

Pertumbuhan kredit BCA tercatat 4,85% yoy dengan total Rp 969,09 triliun hingga akhir Mei 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan kredit perbankan nasional pada periode sebelumnya.