Keputusan MSCI terkait pasar Indonesia kian ditunggu, sementara harga emas batangan tercatat kembali menguat pada Rabu, 17 Juni 2026. Berikut rangkuman lima berita paling banyak dibaca pada hari ini.
Topik yang mengemuka meliputi skenario perubahan perlakuan pasar Indonesia oleh MSCI, pergerakan harga emas Antam di pasar domestik, hingga proyeksi harga emas versi Barclays.
Keputusan MSCI: Empat Skenario Di Depan Mata
Market Accessibility Review MSCI yang dijadwalkan pada Juni 2026 menarik perhatian pelaku pasar. Stockbit Sekuritas mencatat ada empat kemungkinan hasil yang dapat diumumkan dalam review tersebut.
Edi Chandren, Investment Analyst Lead Stockbit Group, menyampaikan bahwa pengumuman itu akan mengubah perlakuan terhadap pasar Indonesia dan menjadi fokus utama investor menjelang perilisan hasil MSCI.
Harga Emas Di Pegadaian Naik Serentak
Pada Rabu (17/6/2026), harga emas jenis Antam (ANTM), UBS, dan Galeri 24 tercatat melonjak di Pegadaian. Lembaga tersebut menawarkan ketiga jenis emas dalam berbagai pecahan, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Pergerakan harga harian menempatkan ketiga merek emas itu sebagai pilihan yang dipantau investor ritel dan pemilik tabungan emas.
Emas Antam Ngegas, Harga Naik Rp4.000
Harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) pada Rabu, 17 Juni 2026, kembali meningkat. Data dari laman Logam Mulia menunjukkan kenaikan sebesar Rp4.000 dibanding hari sebelumnya.
Sementara itu, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga mengalami kenaikan pada hari yang sama. Daftar harga pecahan emas yang tercatat di laman resmi Logam Mulia menjadi acuan bagi konsumen.
Saham GOTO Masuk List
Salah satu topik yang masuk daftar populer adalah kabar terkait Saham GOTO. Pembaca menunjukkan minat terhadap perkembangan terakhir seputar emiten tersebut.
Barclays Proyeksikan Harga Emas Melesat
Analis Barclays memproyeksikan harga emas dunia dapat kembali menanjak ke level di atas US$4.800 per troy ounce pada 2026 dan mencapai US$4.900 per troy ounce pada 2027.
Bank asal Inggris itu mengaitkan proyeksi tersebut dengan sentimen terkait inflasi AS yang tinggi, ketidakpastian kebijakan moneter, serta permintaan kuat dari bank-bank sentral global. Barclays juga mengingatkan kemungkinan adanya penurunan nilai pasar jangka pendek meskipun proyeksi jangka menengah positif.
Ikuti Ihram.co.id
