Ihram.co.id — Timnas Maroko mengusung ambisi besar untuk mengakhiri penantian gelar juara selama 50 tahun saat berhadapan dengan Senegal dalam laga final Piala Afrika (AFCON) 2025. Pertandingan penentuan ini dijadwalkan berlangsung di Prince Moulay Abdellah Stadium, Rabat, pada Senin (19/1/2026) dini hari WIB.
Sejarah Panjang dan Penantian Setengah Abad
Maroko tercatat baru satu kali merengkuh trofi Piala Afrika, yakni pada edisi 1976. Sejak saat itu, pencapaian terbaik Singa Atlas adalah menembus babak final pada tahun 2004. Namun, saat itu mereka harus puas menjadi runner-up setelah kalah 1-2 dari tuan rumah Tunisia.
Kini, setelah 22 tahun berlalu dari final terakhirnya, Maroko kembali ke partai puncak. Walid Regragui, yang merupakan bagian dari skuad pemain pada final 2004, kini memimpin tim sebagai pelatih kepala. Ia membawa misi untuk menuntaskan apa yang gagal ia raih sebagai pemain dua dekade silam.
Kekuatan Generasi Emas dan Pemain Diaspora
Di bawah arahan Regragui, Maroko mengandalkan generasi emas yang diperkuat sejumlah pemain kelas dunia. Nama-nama seperti Achraf Hakimi, Noussair Mazraoui, hingga Brahim Diaz menjadi pilar utama tim. Strategi perpaduan antara pemain binaan lokal dan pemain diaspora terbukti menjadi resep ampuh bagi kebangkitan sepak bola Maroko.
Prestasi sepak bola Maroko terus menanjak secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir di berbagai level kompetisi:
- Menjadi tim Afrika pertama yang menembus semifinal Piala Dunia pada 2022.
- Meraih medali perunggu pada Olimpiade 2024.
- Menjuarai Piala Dunia U-20 2025.
- Tiga kali juara African Nations Championship (2018, 2020, dan 2024).
Ambisi Menegaskan Supremasi di Tanah Afrika
Pelatih Walid Regragui menyatakan bahwa timnya saat ini sedang memanen hasil dari era keemasan sepak bola Maroko. Meski demikian, ia menekankan pentingnya tetap menghargai proses dan dukungan masyarakat.
“Kami sedang menuai hasil dari era keemasan sepakbola Maroko, tetapi kami tidak boleh melupakan asal kami. Saya sangat senang untuk para pemain dan untuk rakyat Maroko yang benar-benar pantas mendapatkan ini,” ujar Regragui usai mengalahkan Nigeria di semifinal, sebagaimana dikutip dari BBC.
Senada dengan sang pelatih, bek Maroko Romain Saiss menegaskan bahwa trofi AFCON adalah impian yang sudah dinantikan seluruh rakyat Maroko selama lima dekade terakhir. Kemenangan di final nanti akan menjadi penegasan supremasi mereka di benua Afrika.
“Kami telah menunggu trofi ini selama 50 tahun. Ini sudah lama dinantikan oleh semua orang di negara kami. Ini adalah impian semua warga Maroko,” tegas Saiss.
Ikuti Ihram.co.id
