— Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, mengakui bahwa Ducati kini tidak lagi memiliki motor tercepat di MotoGP setelah menjalani akhir pekan sulit pada Grand Prix Thailand 2026 di Sirkuit Buriram.

Pabrikan asal Borgo Panigale tersebut sebelumnya mendominasi MotoGP sejak awal dekade ini, dengan meraih gelar konstruktor secara konsisten sejak 2020 serta merebut gelar juara dunia pembalap sejak 2022. Ducati juga sempat mencatat rekor panjang dengan 88 balapan beruntun menempatkan setidaknya satu pembalap di podium, namun catatan tersebut terhenti di Thailand.

Sepanjang akhir pekan di Buriram, Ducati terlihat kesulitan menandingi kecepatan rival. Bagnaia bahkan gagal menembus sesi kualifikasi Q2, masalah yang juga beberapa kali dialaminya musim lalu. Dalam balapan utama, ia hanya mampu finis di posisi ketujuh setelah kesulitan menjaga performa dan disalip sejumlah rival pada lap-lap akhir.

Usai balapan, Bagnaia mengakui keunggulan kompetitor. Ia menyatakan bahwa Ducati kini tidak lagi menjadi motor tercepat di lintasan.

Baca Juga: Hasil MotoGP Thailand 2026: Marco Bezzecchi Juara, Marc Marquez Alami Masalah Ban

Dominasi Aprilia Racing di Buriram

Aprilia tampil dominan sepanjang akhir pekan. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, mengamankan pole position sebelum meraih kemenangan meyakinkan pada balapan hari Minggu.

Secara keseluruhan, empat pembalap Aprilia berhasil finis di lima besar, menunjukkan peningkatan signifikan performa motor RS-GP musim ini. Stabilitas motor dan kecepatan balap Aprilia terlihat lebih unggul dibandingkan Ducati, terutama dalam pengelolaan ban dan konsistensi lap.

Sementara itu, pembalap Ducati terbaik di balapan utama adalah Fabio Di Giannantonio yang finis di posisi keenam bersama tim VR46 Racing Team. Rekan setimnya, Franco Morbidelli, berada di posisi kedelapan setelah sempat menyalip Bagnaia pada lap akhir.

Situasi Ducati semakin sulit setelah dua pembalap unggulan mereka gagal finis. Marc Márquez mengalami kebocoran ban belakang pada lap ke-21, sementara adiknya Álex Márquez terjatuh tak lama kemudian.

Di sisi lain, rookie Ai Ogura dari Trackhouse Racing tampil impresif dengan finis kelima setelah melakukan serangan di fase akhir balapan.

Baca Juga: MotoGP Thailand 2026: Michelin Jadi Sorotan Usai Marc Marquez Terpaksa Keluar Akibat Ban Pecah

Ducati Kehilangan Keunggulan Teknis

Perbedaan performa antara Ducati Desmosedici dan Aprilia RS-GP terlihat jelas sepanjang balapan. Motor Aprilia dinilai lebih stabil saat menikung dan memiliki kecepatan balap yang konsisten, sementara Ducati kesulitan menemukan setup optimal.

Pengamat MotoGP sekaligus mantan pembalap, Sylvain Guintoli, menilai tekanan besar turut memengaruhi performa Bagnaia, terutama setelah kegagalan di sesi kualifikasi membuatnya harus memulai balapan dari posisi kurang menguntungkan.

Tidak adanya pembalap Ducati di podium Thailand menjadi indikator kuat bahwa peta persaingan MotoGP musim 2026 mulai berubah.

Ironi Jelang Kepindahan ke Aprilia pada 2027

Menariknya, Bagnaia telah dipastikan akan bergabung dengan Aprilia mulai musim 2027 melalui kontrak jangka panjang, di mana ia akan berduet dengan Bezzecchi.

Meski regulasi teknis MotoGP akan mengalami perubahan besar pada 2027—termasuk revisi spesifikasi mesin dan aerodinamika—hasil di Thailand dinilai menjadi sinyal positif bagi masa depan Bagnaia bersama Aprilia.

Jika performa RS-GP terus berkembang seperti yang ditunjukkan di Buriram, keputusan Bagnaia meninggalkan Ducati bisa terbukti sebagai langkah strategis dalam persaingan gelar juara dunia di era regulasi baru.

Baca Juga: Klasemen Sementara MotoGP 2026: Pedro Acosta Pimpin Puncak, Marco Bezzecchi Tempel Ketat

Hasil MotoGP Thailand menegaskan bahwa dominasi Ducati tidak lagi mutlak. Aprilia kini tampil sebagai penantang serius, sementara tim-tim lain seperti KTM dan Yamaha juga terus menunjukkan peningkatan performa pada awal musim.

Dengan persaingan yang semakin ketat dan perubahan regulasi besar yang akan datang, musim MotoGP 2026 diprediksi menjadi salah satu musim paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir.