— Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, memiliki harapan besar untuk musim MotoGP 2026. Ia secara spesifik berharap dapat terlibat dalam duel sengit dengan rekan setimnya, Marc Marquez, sepanjang musim. Bagi Bagnaia, hal ini akan menjadi indikasi bahwa ia telah bangkit dari performa yang kurang memuaskan di musim sebelumnya.

Francesco Bagnaia memandang Marquez sebagai tolok ukur penting untuk musim 2026, mengingat dominasi sang juara dunia di musim lalu. Marquez tercatat meraih 14 kemenangan Sprint dan 11 kemenangan Grand Prix sebelum akhirnya mengunci gelar juara dunia. Dalam sebuah wawancara dengan MotoGP.com pada Senin (19/1/2026), Bagnaia ditanya mengenai definisinya tentang ‘musim yang baik’ di tahun 2026.

Alih-alih menargetkan gelar juara dunia, Bagnaia justru lebih menekankan pada keinginan untuk berduel ketat dengan Marquez. Ia mengakui bahwa persaingan di MotoGP saat ini sangat ketat, sehingga penting untuk dapat bersaing sejak awal musim.

Penting Kompetitif Sejak Awal Musim

Musim lalu, kedua pembalap sempat terlibat dalam beberapa pertarungan sengit wheel-to-wheel, namun intensitasnya belum sepanjang yang diharapkan Bagnaia.

“Musim yang hebat bagi saya adalah jika saya menjalani pertarungan yang menyenangkan dengan sang panutan, yang menurut saya adalah Marc,” ujar Bagnaia. Ia menambahkan, “Banyak pembalap yang melaju cepat, jadi penting untuk bersaing sejak awal, bertarung dengan mereka dan mencoba untuk mendapatkan kembali apa yang hilang tahun lalu.”

Bagnaia juga mengakui bahwa ia tidak banyak berlatih motor selama jeda musim dingin. Ia berencana untuk mengikuti latihan di Sirkuit Mandalika, Lombok, pada akhir Januari sebagai persiapan menuju tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia, yang akan berlangsung pada 3-5 Februari 2026.

Merasa Diuntungkan oleh Perubahan Regulasi

Menjelang tes pramusim, Bagnaia menilai sesi tersebut akan sangat krusial untuk menemukan fondasi performa yang kuat.

“Tes (di Sepang) akan sangat penting. Musim ini saya akan mencoba melakukan lebih banyak lap, lebih memikirkan performa. Untungnya, musim ini hanya ada sedikit hal baru pada motor kami daripada musim-musim sebelumnya,” ungkap Bagnaia.

Ia menjelaskan bahwa tahun ini merupakan tahun terakhir penerapan regulasi teknis saat ini sebelum adanya perubahan besar pada 2027, di mana kapasitas mesin akan direduksi dari 1000cc menjadi 850cc. “Sebab, ini adalah tahun terakhir dari regulasi teknis ini (1000cc). Penting untuk menemukan pondasi yang baik, performa yang baik, dan berusaha mempertahankannya sepanjang musim,” pungkas rider berusia 29 tahun tersebut.