— Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, mengungkap penyebab kegagalannya menembus sesi kualifikasi kedua (Q2) pada hari pertama seri pembuka MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Buriram, Jumat (27/2/2026).

Juara dunia dua kali tersebut mengakui kesalahan ada pada dirinya setelah hanya finis di posisi ke-15 pada sesi practice. Hasil itu membuatnya harus memulai kualifikasi dari Q1, sebuah kejutan besar di awal musim MotoGP 2026.

Baca Juga: Kontroversi Pembuka MotoGP 2026, Michele Pirro Jadi Pembalap Pertama Terkena Penalti

Adaptasi dan Timing Jadi Masalah Utama

Bagnaia mengatakan dirinya gagal menemukan performa optimal akibat kondisi lintasan yang berubah serta kesalahan dalam menentukan waktu terbaik untuk mencatatkan lap cepat.

Ia menyebut sesi sore berjalan rumit, terutama karena hujan yang memengaruhi kondisi trek.

“Saya tidak bekerja dengan baik pada momen itu. Sesi sore sangat rumit dan saya tidak mampu tampil kompetitif,” ujar Bagnaia.

Menurutnya, tim sebenarnya melakukan sejumlah pengujian setelan motor. Namun dengan kondisi yang tidak ideal, strategi tersebut justru tidak membuahkan hasil maksimal.

Bagnaia menilai kesalahan dalam menentukan timing menjadi faktor utama kegagalannya.

“Kami tidak pernah mendapatkan timing yang tepat. Saya juga kesulitan beradaptasi dengan kondisi lintasan yang berbeda,” tambahnya.

Meski demikian, pembalap Italia itu menegaskan masih memiliki peluang untuk bangkit pada sesi berikutnya.

Perubahan Setelan Motor Berpengaruh Besar

Bagnaia juga mengungkap perubahan kecil pada setelan motor Ducati GP26 memberikan dampak signifikan terhadap performanya di lintasan.

Saat hujan dan angin mulai datang, ia mencoba langsung mencatatkan waktu cepat. Namun konfigurasi motor belum berada dalam kondisi ideal.

Ia mengakui kegagalan memaksimalkan situasi sepenuhnya merupakan tanggung jawabnya.

“Itu kesalahan saya karena tidak bisa memanfaatkan situasi dengan maksimal,” katanya.

Hasil ini menjadikan Bagnaia satu-satunya pembalap Ducati GP26 yang gagal langsung lolos ke Q2 pada hari pertama.

Aprilia dan Bezzecchi Tampil Dominan

Di sisi lain, pembalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi tampil dominan sepanjang sesi Jumat. Ia mencatatkan waktu tercepat dan dinilai memiliki keunggulan signifikan dibanding rival.

Bagnaia sendiri mengakui performa Aprilia, khususnya Bezzecchi, berada di level berbeda.

“Saat ini saya pikir dia memiliki keunggulan cukup besar dibanding semua pembalap,” ujar Bagnaia.

Selain Bezzecchi, pembalap Pertamina VR46 Fabio Di Giannantonio juga dinilai memiliki kecepatan balap yang kompetitif, terutama dalam simulasi jarak panjang.

Secara keseluruhan, Aprilia berhasil meloloskan tiga motor langsung ke Q2. Ducati menempatkan tiga pembalap lain di sesi pole shootout, sementara Honda dan KTM masing-masing mengirim dua wakil.

Baca Juga: Aprilia Dominasi Hari Pertama MotoGP Thailand 2026, Ini Daftar Pembalap Lolos Q2

Peluang Bangkit Masih Terbuka

Meski mengawali musim dengan hasil kurang memuaskan, Bagnaia menegaskan fokusnya kini tertuju pada sesi berikutnya untuk memperbaiki posisi dan kembali bersaing di barisan depan.

Ia optimistis masih bisa meningkatkan performa pada hari kedua akhir pekan balapan.

“Ini baru hari pertama. Kami masih punya kesempatan untuk kembali ke Q2 dan memberikan 100 persen,” kata Bagnaia.

MotoGP Thailand 2026 menjadi seri pembuka musim yang diprediksi berlangsung ketat, terutama dengan meningkatnya performa Aprilia serta persaingan sengit di antara para kandidat juara.