GAC Aion kembali menyiapkan produk kendaraan listrik baru untuk pasar China. Aion N60 versi battery swap terungkap melalui dokumen terbaru Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) China, menandakan model ini tengah memasuki tahap akhir sebelum peluncuran resmi.

Aion N60 diposisikan sebagai SUV listrik murni berukuran kompak dengan konfigurasi lima penumpang. Kehadirannya sekaligus memperkuat strategi GAC Aion dalam mengembangkan kendaraan listrik dengan teknologi penukaran baterai, solusi yang semakin diminati untuk meningkatkan efisiensi penggunaan EV di perkotaan.

Desain Eksterior Bergaya Modern dan Fungsional

Gac Aion N60 Versi Battery Swap Terdaftar Di Miit Suv Listrik Kompak Bertenaga 221 Hp
GAC Aion N60 varian Battery Swap. Foto: MIIT via Car News China

Berdasarkan data MIIT, GAC Aion N60 memiliki dimensi panjang 4.615 mm, lebar 1.860 mm atau 1.883 mm, tinggi 1.673 mm, serta jarak sumbu roda 2.775 mm. Ukuran ini menempatkannya di segmen SUV kompak, ideal untuk penggunaan harian di lingkungan perkotaan dengan ruang kabin yang tetap memadai bagi lima penumpang.

Dari sisi tampilan, Aion N60 mengusung identitas desain khas Aion generasi terbaru. Bagian depan dilengkapi trim hitam terintegrasi yang menghubungkan lampu daytime running light (DRL) LED ganda, lampu utama berbentuk persegi, serta logo Aion yang dapat menyala.

Bumper depan menampilkan bukaan ventilasi udara di bagian bawah dan sekitar area lampu kabut. Dari samping, SUV ini terlihat aerodinamis berkat A-pillar yang landai serta penggunaan gagang pintu semi-tersembunyi. Sementara bagian belakang mempertahankan desain lampu yang selaras dengan bagian depan, dipadukan dengan ventilasi udara di sisi bumper dan pelindung bawah berwarna perak yang mempertegas karakter crossover.

Aion N60 tersedia dengan pilihan velg 17 inci dan 18 inci, memberikan fleksibilitas bagi konsumen dalam menyesuaikan tampilan dan kenyamanan berkendara.

Motor Listrik 221 HP dan Baterai LFP

Desain Eksterior Gac Aion N60 Battery Swap
Foto: MIIT via Car News China

Untuk sektor performa, Aion N60 dibekali motor listrik dengan tenaga maksimum 165 kW atau setara 221 hp. Meski kapasitas baterai belum diungkap secara resmi, model ini dipastikan menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP), yang dikenal memiliki stabilitas tinggi, umur pakai panjang, dan cocok untuk sistem battery swap.

Aion N60 menjadi model battery swap kedua GAC Aion, setelah sebelumnya menghadirkan Aion UT Super. Besar kemungkinan SUV ini akan terintegrasi dengan jaringan battery swap Choco-SEB milik CATL, yang saat ini menjadi salah satu ekosistem penukaran baterai terbesar di China.

Pengembangan Aion N60 berlangsung di tengah kemajuan teknologi baterai terbaru. CATL sebelumnya menyatakan bahwa baterai sodium-ion akan pertama kali diterapkan pada kendaraan dengan sistem penukaran baterai. Bahkan, belum lama ini CATL bekerja sama dengan Changan untuk meluncurkan kendaraan berbasis baterai sodium-ion.

Seiring beredarnya rumor bahwa Aion UT Super berpotensi menggunakan baterai sodium-ion, muncul spekulasi bahwa Aion N60 juga dapat mengadopsi teknologi serupa melalui jaringan battery swap. Namun hingga saat ini, GAC Aion belum memberikan konfirmasi resmi terkait hal tersebut.

Baca Juga: GAC E8 Resmi Meluncur di IIMS 2026, MPV Hybrid 7-Seater Penantang Innova dan Xpander

Langkah Strategis GAC Aion di Segmen Battery Swap

Terdaftarnya Aion N60 di MIIT menegaskan komitmen GAC Aion dalam menghadirkan solusi kendaraan listrik yang lebih praktis. Dengan sistem battery swap, pengguna dapat menukar baterai dalam waktu singkat tanpa harus menunggu proses pengisian daya konvensional.

Meski detail lengkap seperti kapasitas baterai, jarak tempuh, dan harga belum diumumkan, kemunculan Aion N60 dalam dokumen regulasi menunjukkan bahwa SUV listrik kompak ini semakin dekat menuju pasar global, sekaligus memperkuat posisi GAC Aion di segmen kendaraan listrik berbasis penukaran baterai di China.