Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masuk daftar sasaran investor asing. Sejak 18 Mei hingga 15 Juni 2026, saham emiten teknologi itu mencatat aliran beli bersih (net buy) dari investor asing secara berturut-turut.
Secara kumulatif dalam periode tersebut, investor asing mencatat net buy sebesar Rp 238,64 miliar untuk saham GOTO. Meski demikian, harga saham GOTO tetap berada di level Rp 50 sejak 5 Mei 2026.
Rekomendasi Analis dan Perkembangan Indeks
Mandiri Sekuritas (Mansek) dalam laporan Equity Valuation tanggal 15 Juni 2026 mempertahankan rekomendasi buy untuk saham GOTO dengan target harga hingga Rp 100.
Sebelumnya, MSCI mengumumkan pembekuan perubahan, termasuk number of shares (NOS) dan foreign inclusion factor (FIF) untuk GOTO. Langkah itu diambil terkait potensi isu index replicability akibat likuiditas saham yang sangat rendah.
“MSCI akan kembali me-review likuiditas GOTO pada index review Agustus 2026 dan akan menghapus GOTO apabila likuiditas saham gagal memenuhi persyaratan,”
Catatan itu disampaikan oleh Stockbit Sekuritas mengutip pernyataan MSCI, tertanggal Jumat (29/5/2026).
Selain itu, FTSE Russell mengumumkan amandemen hasil tinjauan indeks FTSE Global Equity periode Juni 2026. Dalam pengumuman tersebut, salah satu keputusan adalah penghapusan GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) dari FTSE Global Equity Index Series Mid Cap Index efektif 22 Juni 2026.
FTSE menyebut GOTO dikeluarkan karena efek tersebut tercatat di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia, yaitu segmen pasar yang tidak memenuhi syarat untuk GEIS, sesuai dengan Indonesia – Index Treatment for the June 2026 Index Review.
Agenda RUPS dan Rencana Buyback
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mengumumkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Juni 2026.
Salah satu agenda RUPS adalah pengangkatan kembali anggota dewan komisaris yang masa jabatannya berakhir pada Juni 2026. Nama yang diusulkan untuk diangkat kembali meliputi Marjorie Tiu Lao sebagai komisaris independen, Agus D.W. Martowardojo sebagai komisaris utama, dan Santoso Kartono sebagai komisaris.
RUPS juga mencakup usulan pembaruan strategi pengelolaan modal perseroan, termasuk rencana pembelian kembali (buyback) saham hingga Rp 3,5 triliun.
Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo menyatakan, RUPS yang akan datang merupakan bagian penting dari proses tata kelola GoTo dan bentuk keterlibatan berkelanjutan perseroan dengan para pemegang saham.
“Memasuki sisa tahun ini, kami tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang Perseroan dan berkomitmen untuk memberikan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Hans Patuwo.
Ikuti Ihram.co.id
