— Kejutan besar terjadi saat Chelsea menjamu Newcastle United di hadapan pendukungnya sendiri. Tampil sangat dominan sepanjang pertandingan, skuad The Blues justru harus menelan pil pahit dan menyerah dengan skor tipis 0-1 dari tim tamu.

Penyelesaian akhir yang buruk dari barisan penyerang Chelsea harus dibayar sangat mahal. Sebaliknya, Newcastle tampil begitu klinis dan sukses membawa pulang tiga poin krusial berkat gol di babak pertama.

Sengatan Anthony Gordon Bawa The Magpies Memimpin

Petaka bagi ruan rumah bermula ketika laga baru memasuki menit ke-18. Lewat sebuah skema serangan cepat, Joe Willock sukses mengirimkan umpan matang (assist) yang langsung diselesaikan dengan sempurna oleh Anthony Gordon untuk merobek jala gawang Chelsea.

Tertinggal satu gol di awal laga membuat para pemain Chelsea tampak frustrasi. Hal ini berujung pada dua kartu kuning beruntun yang dikeluarkan wasit untuk bek Wesley Fofana di menit ke-23 dan gelandang Moises Caicedo di menit ke-25 akibat pelanggaran menjegal lawan (tripping). Keunggulan 1-0 untuk Newcastle ini bertahan hingga turun minum.

Buntunya Serangan Chelsea dan Taktik Ulur Waktu Tim Tamu

Memasuki babak kedua, Chelsea yang terus menggempur pertahanan lawan mencoba melakukan penyegaran. Liam Delap dimasukkan di awal babak (46′) untuk menggantikan Malo Gusto, disusul masuknya Romeo Lavia menggantikan Moises Caicedo (61′), serta bek muda Jorrel Hato yang menarik keluar Wesley Fofana di menit ke-82.

Di kubu lawan, Newcastle merespons dengan rotasi untuk memperkuat lini tengah dan pertahanan. Nick Woltemade masuk menggantikan Joelinton (67′), sementara sang pencetak assist, Joe Willock, terpaksa ditarik keluar akibat cedera (injury) di menit ke-77 dan posisinya diisi oleh Dan Burn. Tak lama berselang, Jacob Murphy juga masuk menggantikan Anthony Elanga (78′).

Menjelang akhir pertandingan, Newcastle tampak sengaja menurunkan tempo demi mengamankan kemenangan. Taktik mengulur waktu (delay of game) ini membuat wasit terpaksa menghadiahi kartu kuning kepada penjaga gawang Aaron Ramsdale (84′) dan Lewis Hall (89′).

Berdasarkan catatan statistik, kekalahan ini tentu sangat menyesakkan bagi Chelsea. Tuan rumah tampil begitu menguasai bola (ball possession) hingga 67 persen dan melepaskan 22 total tembakan. Uniknya, meski Newcastle hanya memegang bola 33 persen dan melepas 7 tembakan, kedua tim justru mencatatkan angka harapan gol (Expected Goals atau xG) yang persis sama, yakni 1.42. Ini membuktikan betapa efektifnya serangan balik tim tamu dibandingkan penguasaan bola Chelsea yang mandul.