Ihram.co.id — Pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions AFC yang mempertemukan tuan rumah Sanfrecce Hiroshima melawan wakil Malaysia, Johor Darul Ta’zim (JDT), akhirnya usai dengan skor 1-0. Meski skuad asal Jepang tersebut berhasil memetik kemenangan di hadapan pendukungnya sendiri pada 11 Maret 2026, hasil ini belum cukup untuk menyelamatkan nasib mereka di kompetisi elit benua Asia tersebut.
Johor DT dipastikan berhak melaju ke babak perempat final berkat keunggulan agregat akhir 2-3, menyusul kemenangan telak 3-1 yang mereka raih pada leg pertama sebelumnya.
Gol Penalti Telat Kosuke Kinoshita Tak Cukup
Tampil dengan misi wajib menang besar demi mengejar defisit dua gol, Sanfrecce Hiroshima langsung tampil menekan sejak menit awal. Pelatih tuan rumah melakukan sejumlah rotasi agresif di pertengahan babak kedua untuk menambah daya gedor, seperti memasukkan Naoto Arai menggantikan Sho Sasaki (55′), Kosuke Kinoshita menggantikan Sota Nakamura (56′), Mutsuki Kato menggantikan Akito Suzuki (73′), hingga Yotaro Nakajima yang masuk menggantikan Ryo Germain (73′).
Upaya keras dan gempuran tuan rumah baru membuahkan hasil di penghujung laga. Tepat pada menit ke-90, Kosuke Kinoshita sukses mencetak gol keunggulan melalui titik putih (penalti). Sayangnya, waktu yang tersisa terlalu mepet bagi Sanfrecce, termasuk setelah masuknya Motoki Ohara menggantikan Takaaki Shichi di menit ke-87, untuk mencari gol tambahan demi memaksakan pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
JDT Bertahan Total dan Badai Kartu Kuning
Keberhasilan Johor DT mempertahankan keunggulan agregat tidak lepas dari taktik bertahan total yang mereka terapkan. Berdasarkan catatan statistik, Sanfrecce mengurung pertahanan JDT secara mutlak dengan penguasaan bola mencapai 64 persen berbanding 36 persen. Tuan rumah juga melepaskan 16 total tembakan dengan angka harapan gol (Expected Goals atau xG) mencapai 1.89, berbanding terbalik dengan JDT yang hanya mampu mengancam lewat 6 tembakan dengan xG sangat minim, 0.22.
Solidnya lini belakang JDT untuk meredam tuan rumah juga harus dibayar mahal dengan hujan kartu kuning dan cedera. Sejumlah pilar penting seperti Jairo (28′), Nene (37′), dan pemain pengganti Ager Aketxe yang menggantikan Afiq Fazail (48′) harus menerima kartu kuning karena pelanggaran menyikut (elbowing), menahan lawan (holding), dan menjegal (tripping).
Di kubu tuan rumah, tensi tinggi juga memaksa wasit memberikan kartu kuning kepada Ryo Germain (32′) dan Kosuke Kinoshita (61′).
Bahkan, penyerang andalan JDT, Jairo, terpaksa ditarik keluar akibat cedera pada menit ke-86 dan posisinya digantikan oleh striker veteran, Bergson. Pelatih JDT juga sigap melakukan rotasi taktis untuk mengamankan area pertahanan mereka, seperti memasukkan bek tangguh Shane Lowry untuk menggantikan bek sayap Jonathan Silva pada menit ke-68. Meski harus menelan kekalahan di leg kedua ini, kedisiplinan JDT sukses mengamankan tiket mereka.
Ikuti Ihram.co.id
