FC Bekasi City berhasil meraih kemenangan telak dengan skor 7-0 atas Sriwijaya FC dalam lanjutan kompetisi Liga 2 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Jumat (16/1/2026) ini menjadi rekor kemenangan terbesar bagi Laskar Kuda Hitam sekaligus pukulan telak bagi Laskar Wong Kito yang kian terpuruk di dasar klasemen.

Hasil fantastis ini membawa FC Bekasi City naik ke peringkat keempat klasemen sementara Grup Barat dengan raihan 24 poin. Sebaliknya, kekalahan memalukan ini semakin menenggelamkan Sriwijaya FC di posisi juru kunci dengan hanya mengoleksi dua poin, membuat ancaman degradasi ke Liga 3 pada musim 2026/2027 kian nyata.

Dominasi Sejak Awal Laga

Sejak peluit awal dibunyikan, FC Bekasi City langsung menunjukkan dominasinya. Tekanan agresif dan aliran bola cepat membuat Sriwijaya FC kesulitan mengembangkan permainan dan lebih banyak terkurung di area pertahanan sendiri. Keunggulan tuan rumah dibuka pada menit ke-20 melalui gol bunuh diri bek Sriwijaya FC, Rizky Abdiansyah, yang salah mengantisipasi bola sundulan.

Momentum tersebut dimanfaatkan dengan sangat baik oleh FC Bekasi City. Menjelang akhir babak pertama, penyerang andalan Ramadhan tampil sebagai pembeda. Pada menit ke-41, ia sukses menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang tim tamu. Empat menit berselang, Ramadhan kembali mencatatkan namanya di papan skor, membawa FC Bekasi City unggul 3-0 saat jeda pertandingan.

Baca Juga: Breaking News: FC Bekasi City Unggul 3-0 atas Sriwijaya FC di Babak Pertama

Ramadhan Cetak Quattrick di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, dominasi tim tuan rumah semakin tak terbendung. Ramadhan kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol ketiga pribadinya pada menit ke-59, melengkapi hat-tricknya. Produktivitas pemain tersebut belum berhenti, setelah kembali menjebol gawang Sriwijaya FC pada menit ke-71 untuk mengubah skor menjadi 5-0. Gol ini sekaligus menjadi gol keempat bagi Ramadhan, menjadikannya pencetak quattrick dalam laga tersebut.

Sriwijaya FC yang terlihat kehilangan kepercayaan diri dan organisasi permainan, tak mampu membendung gempuran lanjutan. Dua gol tambahan di menit-menit akhir pertandingan masing-masing dicetak oleh Saldi dan Ikhsan Chan. Kedua gol tersebut memastikan pesta gol FC Bekasi City dengan kemenangan meyakinkan 7-0 di hadapan pendukungnya.

Sriwijaya FC di Ambang Degradasi

Kekalahan 0-7 ini menjadi sorotan tajam terhadap kondisi Sriwijaya FC. Beberapa laporan menyebutkan bahwa kekalahan ini bukan sekadar hasil buruk, melainkan potret tim yang kehilangan arah, rapuh secara struktur, dan gamang secara mental. Dengan koleksi dua poin dan selisih gol yang kian terpuruk, Sriwijaya FC kini berada di persimpangan paling gelap, di mana degradasi tinggal menunggu waktu.

Analisis dari Radar Kudus menyoroti kegagalan sistemik dalam tim Sriwijaya FC, mulai dari organisasi permainan yang buyar, jarak antarlini yang melebar, hingga minimnya komunikasi antar pemain. Empat gol yang bersarang di paruh kedua pertandingan lahir dari pola yang sama: ruang kosong di sisi sayap, keterlambatan transisi bertahan, serta minimnya perlawanan berarti dari Sriwijaya FC—fakta yang menyakitkan bagi klub dengan sejarah panjang di sepak bola nasional.

Dengan dua laga tersisa di fase grup, Sriwijaya FC akan menghadapi Sumsel United di kandang sendiri, sebelum bertandang ke markas Adhyaksa FC Banten. Dua pertandingan ini menjadi ujian terakhir harga diri Laskar Wong Kito, meski secara matematis peluang untuk bertahan di Liga 2 semakin tipis.