— Pertandingan yang mempertemukan Manchester City melawan Real Madrid di Etihad Stadium benar-benar menyajikan tontonan dramatis hingga detik terakhir. Bermain dengan sepuluh orang sejak awal babak pertama, perjuangan luar biasa skuad asuhan Pep Guardiola akhirnya harus kandas dengan skor 1-2 lewat gol penentu di masa tambahan waktu.

Laga ini diwarnai dengan ketegangan tinggi, hujan kartu, strategi pergantian pemain yang masif, hingga puncak drama intervensi Video Assistant Referee (VAR) di penghujung laga.

Petaka Kartu Merah dan Perlawanan Spartan Erling Haaland

Tensi panas langsung menyelimuti arena pertandingan sejak peluit awal. Petaka menghantam tuan rumah pada menit ke-20 saat Bernardo Silva diganjar kartu merah langsung akibat sengaja menyentuh bola dengan tangan di area penalti. Hadiah tendangan 12 pas ini dieksekusi dengan dingin oleh Vinicius Junior pada menit ke-22 untuk membawa Real Madrid unggul 0-1.

Kepemimpinan wasit yang dianggap merugikan memancing amarah Pep Guardiola di pinggir lapangan, yang berujung pada kartu kuning untuk sang pelatih akibat tindakan tidak sportif pada menit ke-25. Hebatnya, kekurangan jumlah pemain tidak membuat mental Manchester City runtuh. Mereka justru tampil spartan dan sukses menyamakan kedudukan lewat gol Erling Haaland pada menit ke-41. Babak pertama yang keras ini juga diwarnai kartu kuning untuk Abdukodir Khusanov akibat pelanggaran menyikut lawan di masa tambahan waktu (45+4′).

Cedera Courtois dan Adu Taktik Pergantian Pemain

Memasuki babak kedua, Real Madrid harus kehilangan penjaga gawang andalannya. Thibaut Courtois ditarik keluar akibat cedera dan posisinya digantikan oleh Andriy Lunin pada menit ke-46. Di saat bersamaan, tuan rumah merombak lini belakang dengan memasukkan Marc Guehi menggantikan Ruben Dias serta Nathan Ake menarik keluar Tijjani Reijnders.

Kedua pelatih terus memutar otak untuk mencari celah. Manchester City memasukkan Omar Marmoush menggantikan Erling Haaland dan Antoine Semenyo masuk untuk Matheus Nunes pada menit ke-57. Real Madrid merespons dengan menambah daya gedor lewat masuknya Kylian Mbappe menggantikan Brahim Diaz (69′), serta menyegarkan lini tengah dengan Eduardo Camavinga masuk menggantikan Arda Guler dan Miguel Angel Moran menarik keluar Tomás Pitarch pada menit ke-74. Tuan rumah menutup kuota pergantian dengan memasukkan Nico untuk menggantikan Rodri (74′).

Klimaks Injury Time: Drama VAR dan Kemenangan Tim Tamu

Sengitnya pertarungan membuat intensitas pelanggaran meningkat. Wasit memberikan kartu kuning kepada Kylian Mbappe karena sengaja mengulur waktu (76′) dan Trent Alexander-Arnold akibat pelanggaran menarik lawan (80′). Trent Alexander-Arnold kemudian langsung ditarik keluar dan digantikan oleh Dani Carvajal di menit ke-83 untuk menghindari risiko kartu merah.

Puncak drama sesungguhnya terjadi pada masa injury time. Pada menit ke-90+1, Vinicius Junior sempat mencetak gol, namun wasit menganulirnya setelah tinjauan VAR memastikan sang pemain berada dalam posisi offside. Kendati demikian, sorak sorai pendukung tuan rumah hanya bertahan sesaat.

Tepat pada menit ke-90+3, Vinicius Junior kembali menjadi mimpi buruk yang nyata. Menerima umpan silang mematikan dari Aurelien Tchouameni, bintang asal Brasil itu melepaskan tembakan melengkung indah yang bersarang tepat di sudut kiri gawang, sekaligus mengunci kemenangan dramatis 1-2 bagi Real Madrid.