Fabio Quartararo memprediksi Yamaha Factory Racing akan kembali menghadapi akhir pekan sulit pada MotoGP Brasil 2026. Penilaian tersebut muncul setelah hasil tes terakhir dinilai tidak membawa perkembangan signifikan bagi performa motor YZR-M1.

Quartararo mengakui bahwa situasi tim belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan sejak seri pembuka musim di Buriram, di mana ia hanya mampu finis di posisi ke-14 sebagai pembalap Yamaha terbaik.

Baca Juga: Start Buruk MotoGP 2026, Yamaha Disebut Terancam Kehilangan Dana Pengembangan

Tes Jerez Dinilai Tak Bawa Perubahan

Yamaha sempat menjalani sesi pengujian di Jerez dalam jeda antarbalapan. Namun, Quartararo menilai tes tersebut tidak memberikan dampak berarti terhadap peningkatan performa motor.

“Kami memang melakukan tes di Jerez, tetapi tidak ada sesuatu yang spesial. Jadi saya rasa situasinya tidak akan berbeda,” ujar Quartararo.

Tes tersebut lebih difokuskan pada pengembangan ban untuk musim 2027 bersama Pirelli, meski beberapa pengujian juga menggunakan ban dari Michelin. Pembalap Toprak Razgatlioglu menjadi satu-satunya rider penuh waktu yang turun dalam sesi tersebut.

Perubahan Mesin Masih Jadi Kendala

Sejak awal MotoGP 2026, Yamaha telah melakukan perubahan besar dengan beralih dari mesin inline-four ke konfigurasi V4. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing jangka panjang, namun dalam jangka pendek justru menghadirkan tantangan besar.

Quartararo menyebut bahwa motor saat ini belum memiliki keunggulan yang jelas di lintasan.

“Tidak ada satu pun area di mana kami benar-benar kuat. Kami masih mencoba memahami motor ini, tetapi sensasinya masih sama,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa karakter lintasan tidak akan banyak membantu memperbaiki kondisi tim, termasuk di Brasil.

Baca Juga: Jadwal MotoGP Brasil 2026 Jumat 20 Maret: Latihan Bebas Perdana Mulai Pukul 19.00 WIB

MotoGP Brasil Diprediksi Tetap Sulit

Seri MotoGP Brasil 2026 yang digelar di Sirkuit Goiania menjadi momen kembalinya balapan ke negara tersebut setelah absen sejak 2004. Namun bagi Quartararo, faktor kebaruan lintasan bukan jaminan perbaikan performa.

“Tidak ada trek yang bisa membantu kami. Semua akan sulit, jadi balapan di Brasil tidak mengubah apa pun,” tegasnya.

Dengan kondisi motor yang belum kompetitif, Quartararo secara realistis memperkirakan Yamaha akan kembali kesulitan bersaing di barisan depan.

Tetap Nikmati Atmosfer Brasil

Di tengah tekanan performa, Quartararo tetap menunjukkan sisi positif di luar lintasan. Ia mengaku menikmati suasana Brasil meski menyadari tantangan besar yang akan dihadapi.

“Saya senang berada di Brasil. Selalu menyenangkan datang ke sini, meski kami tahu akan menderita. Itu kenyataannya,” ujarnya.

Rumor Masa Depan dan Situasi Internal

Situasi sulit Yamaha juga diiringi spekulasi mengenai masa depan Quartararo. Ia dikabarkan masuk radar Repsol Honda Team untuk musim 2027, meski belum ada konfirmasi resmi.

Di sisi lain, Yamaha sempat membatalkan sesi wawancara pembalap usai seri Thailand guna menghindari potensi pernyataan emosional dari Quartararo yang bisa memperkeruh situasi internal tim.

Baca Juga: MotoGP Brasil 2026: Banjir Surut, Kondisi Sirkuit Goiania Dinilai Punya Grip Tinggi Tapi Menipu

Dengan hasil tes yang mengecewakan dan belum adanya solusi nyata, MotoGP Brasil 2026 diprediksi kembali menjadi ujian berat bagi Yamaha dan Quartararo dalam upaya keluar dari tren negatif awal musim.