— Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) secara resmi mengembalikan hak tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026 yang sedianya akan diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah.

Keputusan ini diambil setelah melalui serangkaian diskusi internal dan pertimbangan matang.

PBSI menyatakan penyesalan mendalam karena tidak dapat melanjutkan persiapan sebagai tuan rumah kejuaraan bulutangkis junior bergengsi tersebut.

Keputusan ini diambil dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi seluruh pihak.

Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri PBSI, Bambang Roedyanto, menyampaikan bahwa keputusan ini merupakan langkah sulit yang harus diambil.

“Keputusan untuk mengembalikan hak tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026 diambil setelah melalui pertimbangan yang sangat matang dan diskusi internal yang komprehensif,” kata Rudy dikutip dari CNN.

Ia menambahkan, “Ini bukan keputusan yang mudah, namun diambil dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi seluruh pihak serta keberlangsungan penyelenggaraan kejuaraan secara optimal.”

PBSI menyadari pentingnya Kejuaraan Dunia Junior BWF sebagai ajang pembinaan atlet muda internasional. Induk organisasi bulutangkis nasional ini juga mengakui peran strategis BWF dalam memajukan bulutangkis global.

Meskipun demikian, Rudy menegaskan bahwa hubungan baik dengan BWF tetap menjadi prioritas utama. “PBSI tetap berkomitmen penuh untuk mendukung seluruh program dan kejuaraan internasional yang diselenggarakan oleh BWF. Hubungan dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini menjadi fondasi penting bagi kami untuk terus berkontribusi dalam pengembangan bulutangkis dunia di masa mendatang,” imbuhnya.

PBSI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat keputusan ini. Organisasi ini berharap kolaborasi dengan BWF dapat terus berlanjut dan semakin diperkuat di masa mendatang.