Ihram.co.id — Langkah Putri Kusuma Wardani dalam turnamen All England 2026 terhenti di babak perempat final setelah kembali menelan kekalahan dari tunggal putri nomor satu dunia, An Se-young. Bertanding di Birmingham pada Jumat (6/3/2026), Putri takluk dalam dua gim langsung dengan skor 11-21 dan 14-21.
Kekalahan ini memperpanjang catatan negatif Putri saat berhadapan dengan wakil Korea Selatan tersebut. Berdasarkan data pertandingan, ini merupakan kekalahan kesembilan Putri dari sembilan pertemuan yang telah dilakoni melawan An Se-young sepanjang kariernya.
Kendala Konsistensi dan Pola Pikir di Lapangan
Putri mengakui bahwa dirinya masih kesulitan menjaga konsistensi poin saat menghadapi pemain top dunia. Ia menyoroti bagaimana perolehan poinnya sering terhenti secara drastis setelah sempat mengimbangi lawan di awal gim.
“Tadi benar-benar dari konsistensi sama berpikir di lapangannya harus benar-benar kuat dan saya belum berhasil melakukan itu. Jadi bisa kayak 2-3 poin lalu hilangnya banyak banget,” ujar Putri usai pertandingan.
Aspek mental dan pengambilan keputusan di lapangan menjadi catatan utama bagi atlet binaan PB Exist tersebut. Menurutnya, An Se-young memiliki keunggulan dalam menerapkan pola permainan yang tidak hanya mematikan lawan secara langsung, tetapi juga memaksa lawan melakukan kesalahan sendiri.
Rekor Pertemuan dan Kesulitan Menemukan Celah
Dominasi An Se-young atas Putri tercermin dari statistik set yang dimenangkan. Dari sembilan pertemuan, Putri hanya mampu mencuri dua gim, yakni pada ajang Indonesia Masters 2023 dan BWF World Tour Finals 2025. Selebihnya, Putri selalu kalah dalam permainan dua gim langsung.
Putri menyatakan bahwa meskipun keduanya sudah saling mempelajari gaya permainan satu sama lain, ia masih belum menemukan formula yang tepat untuk menembus pertahanan An Se-young.
“Kami sudah sering bertemu dan pasti belajar hal-hal bagus dan kelemahan masing-masing. An Se Young pasti belajar dan begitu juga saya. Tapi cara mematikan dia yang saya belum menemukan lagi caranya,” kata Putri.
Evaluasi Capaian di All England 2026
Meski kembali gagal memutus tren buruk kontra An Se-young, Putri tetap mengapresiasi pencapaiannya yang berhasil menembus babak delapan besar di turnamen level Super 1000 ini. Ia menganggap pengalaman menghadapi pemain peringkat satu dunia sebagai pelajaran berharga bagi perkembangan performanya.
“Pengalaman sangat baik sampai di perempat final All England ini. Saya belajar banyak dari pemain nomor satu dunia bagaimana penerapan cara berpikir dan konsisten di lapangannya,” pungkasnya.
Ikuti Ihram.co.id
