Atlet para angkat beban Indonesia, Mabruk Arib Dzaky, berhasil meraih medali emas ketiga bagi tim para angkat beban Indonesia di ajang ASEAN Para Games 2025 Thailand.
Tampil di Convention Hall, The Centre Point Hotel Korat, Nakhon Ratchasima pada Kamis (22/1/2026) siang, Dzaky sukses mendominasi final nomor 59kg putra klasifikasi BB.
Dominasi Angkatan Mabruk Arib Dzaky
Atlet berusia 21 tahun asal Kalimantan Barat tersebut mencatatkan angkatan terbaik (best lift) sebesar 163 kg pada percobaan ketiga. Sebagai debutan, Dzaky memulai persaingan dengan keberhasilan mengangkat beban seberat 157 kg pada percobaan pertama, kemudian meningkat menjadi 161 kg pada percobaan kedua.
Dzaky menyatakan rasa optimisnya sejak awal sebelum memasuki arena pertandingan. Menurutnya, catatan angkatan selama sesi latihan menjadi tolok ukur utama dalam menghadapi persaingan di kelas tersebut.
“Saya sudah cukup yakin menghadapi pertandingan hari ini, karena memang angkatan saya rata-rata 163 kg saat latihan, sehingga hasil angkatannya jauh melebihi lawan,” ujar Dzaky.
Hasil Persaingan dan Perolehan Medali
Medali perak pada nomor ini diraih oleh lifter Filipina, Jules Empizo. Empizo membukukan angkatan terbaik 147 kg, namun ia gagal mengeksekusi angkatan terakhir seberat 162 kg yang dinyatakan tidak sah oleh juri.
Posisi ketiga yang berbuah medali perunggu ditempati oleh wakil Vietnam, Van Phuc Nguyen. Nguyen mencatatkan angkatan pertama 123 kg dan angkatan terbaik 128 kg pada percobaan kedua, sebelum gagal mengangkat beban 138 kg pada percobaan penutup.
Hingga Kamis pukul 17.00 WIB, tim para angkat beban Indonesia secara keseluruhan telah mengumpulkan tiga medali emas dan dua medali perak.
Akumulasi medali tersebut terhitung sejak kompetisi dimulai pada Rabu (21/1).
Informasi mengenai jalannya pertandingan dan pencapaian atlet para angkat beban Indonesia tersebut dilaporkan langsung dari lokasi penyelenggaraan ASEAN Para Games 2025 di Nakhon Ratchasima, Thailand.
Ikuti Ihram.co.id
