Ihram.co.id — Inter Milan berada di jalur yang sangat kuat untuk mengamankan gelar Scudetto musim 2025/2026, didukung oleh data statistik yang impresif. Kemenangan 2-0 atas Lecce pada akhir pekan lalu semakin mempertegas dominasi tim berjuluk Nerazzurri di kompetisi domestik Italia. Raihan 64 poin dari 26 pertandingan awal musim ini menjadi rekor tertinggi yang pernah dicapai oleh seorang pelatih debutan dalam sejarah Serie A, yaitu Cristian Chivu.
Performa gemilang ini tidak hanya mengukuhkan posisi Inter Milan di puncak klasemen sementara Serie A, tetapi juga menunjukkan kedalaman skuat dan kecerdikan taktik pelatih Cristian Chivu. Dengan rata-rata poin yang diraih, tim diproyeksikan akan mengunci gelar juara dengan total 93 poin di akhir musim, sebuah pencapaian yang akan menjadi salah satu catatan performa terbaik dalam sejarah sepak bola Italia.
Rekor Impresif Pelatih Debut
Cristian Chivu, yang baru menjabat sebagai pelatih utama Inter Milan sejak Juni tahun lalu, telah membuktikan kapasitasnya dalam mengelola tim. Pencapaian 64 poin dari 26 pertandingan awal musim ini melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Giovanni Invernizzi (63 poin) dan Jose Mourinho (60 poin) pada periode yang sama di musim debut mereka bersama Inter.
Satu-satunya catatan sejarah yang mendekati pencapaian ini adalah Carlo Carcano bersama Juventus pada musim 1930/1931, yang berhasil mengumpulkan 65 poin jika menggunakan sistem modern tiga poin untuk satu kemenangan.
Kemenangan atas Lecce, yang dicetak oleh Henrikh Mkhitaryan dan Manuel Akanji (keduanya masuk sebagai pemain pengganti) menjadi bukti kecerdikan Chivu dalam melakukan pergantian pemain yang efektif. Keputusan ini terbukti menjadi kunci kemenangan krusial tim, menunjukkan kemampuannya dalam membaca jalannya pertandingan dan membuat perubahan strategis yang berdampak langsung.
Dominasi Statistik di Serie A
Inter Milan tidak hanya unggul dalam perolehan poin, tetapi juga dalam konsistensi performa. Tim ini tercatat meraih 13 kemenangan dari 14 pertandingan liga terakhirnya, termasuk sembilan kemenangan beruntun di laga tandang. Selama periode tersebut, lini pertahanan tim bahkan mampu mencatatkan 562 menit tanpa kebobolan gol, menunjukkan ketangguhan defensif yang luar biasa. Total, Inter Milan telah memenangkan 21 dari 26 pertandingan liga musim ini, dengan rekor 21 kemenangan, 1 seri, dan 4 kekalahan, serta mencatatkan selisih gol +41.
Dominasi serangan Inter juga terlihat jelas dengan mereka yang mencetak 52 gol dalam 23 pertandingan liga, 13 gol lebih banyak dari tim peringkat kedua. Tim ini juga memimpin dalam menciptakan peluang besar (big chances) dengan 99 peluang, unggul jauh dari rival terdekatnya, AC Milan, yang hanya menciptakan 67 peluang. Tingkat konversi gol Inter Milan mencapai 12.4%, terbaik di liga.
Proyeksi Gelar Juara
Dengan keunggulan 10 poin atas AC Milan di posisi kedua klasemen sementara Serie A, jalan Inter Milan menuju Scudetto musim 2025/2026 tampak semakin terbuka lebar. Jika rata-rata poin yang diraih Chivu berhasil dipertahankan hingga akhir musim, Inter diproyeksikan akan mengakhiri kompetisi dengan total 93 poin. Raihan ini tidak hanya akan memastikan gelar juara, tetapi juga mencatatkan sejarah sebagai salah satu performa terbaik dalam liga Italia.
Kondisi tim yang solid di liga domestik ini menjadi modal berharga bagi Inter Milan dalam menghadapi jadwal padat ke depan, termasuk leg kedua playoff Liga Champions melawan Bodo/Glimt. Performa gemilang di liga diharapkan dapat membangkitkan mental para pemain untuk menjaga momentum positif di semua kompetisi yang diikuti.
Meskipun Inter Milan sempat mengalami hasil kurang memuaskan di Liga Champions tengah pekan lalu, fokus pada performa liga domestik menjadi kunci. Dengan keunggulan poin yang signifikan dan rekor statistik yang memukau, gelar Scudetto musim ini tampaknya hanya tinggal menunggu waktu bagi Inter Milan di bawah arahan Cristian Chivu.
Ikuti Ihram.co.id
