Ihram.co.id — Inter Milan harus segera bangkit dan membalikkan defisit dua gol saat menjamu wakil Norwegia, Bodo/Glimt, dalam laga penentuan leg kedua playoff Liga Champions di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Rabu 25/2/2026 pukul 03:00 WIB. Kekalahan 1-3 pada pertemuan pertama di kandang Bodo/Glimt menjadi beban berat bagi anak asuh Cristian Chivu yang kini dituntut untuk meraih kemenangan demi memastikan satu tempat di babak 16 besar.
Pertandingan ini krusial bagi Inter Milan. Kegagalan lolos dari fase grup Liga Champions musim lalu masih membekas, dan kekalahan di leg pertama melawan tim yang dianggap lebih inferior semakin menambah tekanan. Inter harus menunjukkan mentalitas juara mereka di hadapan publik sendiri untuk membalikkan keadaan. Kemenangan dengan selisih dua gol tanpa balas, atau kemenangan dengan tiga gol atau lebih jika Bodo/Glimt mencetak gol, akan menjadi tiket bagi Nerazzurri untuk melaju ke babak selanjutnya.
Krisis Lini Depan Inter dan Kepercayaan Diri Bodo/Glimt
Absennya bomber andalan Lautaro Martinez akibat cedera betis menjadi pukulan telak bagi Inter Milan. Martinez, yang merupakan roh permainan tim, dipastikan tidak dapat memperkuat skuadnya. Tanpa kehadiran “El Toro”, beban mencetak gol akan tertumpu pada Marcus Thuram dan pemain muda berbakat, Francesco Pio Esposito, yang berhasil mencetak satu-satunya gol Inter pada leg pertama. Francesco Pio Esposito sendiri telah mencatatkan 4 gol dan 3 assist dalam 22 pertandingan Serie A musim 2025/2026, menunjukkan potensi yang patut diperhitungkan.
Di lini tengah, Federico Dimarco dipastikan akan kembali mengisi sektor kiri untuk memberikan suplai umpan silang akurat. Sementara itu, Piotr Zielinski akan bertugas mengatur ritme permainan menggantikan Hakan Calhanoglu yang masih diragukan tampil karena cedera. Zielinski telah menunjukkan performa impresif dan menjadi tulang punggung lini tengah Inter di bawah asuhan Cristian Chivu.
Sementara itu, Bodo/Glimt datang ke Italia dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi. Tim asuhan Kjetil Knutsen ini telah menjelma menjadi “pembunuh raksasa” di kancah Eropa musim ini. Dengan keunggulan agregat 3-1, mereka diprediksi akan bermain lebih pragmatis, mengandalkan serangan balik cepat melalui pemain sayap seperti Jens Petter Hauge, yang memiliki pengalaman bermain di Italia. Bodo/Glimt bahkan telah mencatatkan rekor sebagai tim Norwegia pertama yang meraih tiga kemenangan beruntun di Liga Champions.
Prediksi Jalannya Pertandingan
Inter Milan diprediksi akan langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal pertandingan. Dukungan penuh dari puluhan ribu Interisti di Stadion Giuseppe Meazza, yang dikenal juga sebagai San Siro, akan menjadi suntikan moral berharga bagi tim tuan rumah. Namun, pasukan Chivu harus tetap waspada terhadap transisi cepat dan mematikan dari Bodo/Glimt yang terkenal dengan serangan baliknya. Jika Inter gagal mencetak gol cepat di babak pertama, tekanan mental akan semakin membesar dan dapat dimanfaatkan oleh tim tamu untuk mengunci tiket ke babak 16 besar.
Secara taktik, Bodo/Glimt di bawah asuhan Kjetil Knutsen dikenal dengan formasi 4-3-3 yang agresif, mengandalkan pressing tinggi dan transisi cepat. Mereka seringkali bermain dengan tempo cepat dan mengutamakan penguasaan bola untuk membongkar pertahanan lawan. Di sisi lain, Inter Milan di bawah Cristian Chivu kemungkinan masih akan mengandalkan formasi 3-5-2 atau variannya seperti 3-4-1-2 atau 3-4-2-1, yang berfokus pada soliditas pertahanan dan kecepatan serangan balik melalui sayap.
Statistik Pertemuan Pertama
Pada leg pertama di kandang Bodo/Glimt, statistik menunjukkan keunggulan Inter Milan dalam penguasaan bola (55% berbanding 45%), namun Bodo/Glimt lebih efektif dalam menciptakan peluang dengan 6 tembakan tepat sasaran berbanding 4 milik Inter.
| Statistik | Bodo/Glimt | Inter Milan |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 3 | 1 |
| Penguasaan Bola | 45% | 55% |
| Tembakan Tepat Sasaran | 6 | 4 |
Dengan kondisi tertinggal dan absennya pemain kunci, Inter Milan harus menunjukkan performa luar biasa di kandang sendiri. Kemenangan ini bukan hanya soal lolos ke babak selanjutnya, tetapi juga tentang mengembalikan kepercayaan diri dan membuktikan bahwa mereka layak bersaing di kancah Eropa.
Ikuti Ihram.co.id
