Toni Kroos, mantan gelandang Real Madrid, memberikan kritik tajam terhadap gaya bermain Barcelona setelah mereka menghadapi Atlético Madrid di Liga Champions. Melalui kanal YouTube pribadinya, Luppen TV, Kroos menyoroti kerentanan lini pertahanan klub asal Catalan tersebut yang dianggap terlalu terbuka dan berisiko dalam kompetisi level tertinggi Eropa.

Pria asal Jerman tersebut menganalisis jalannya eliminasi antara kedua tim Spanyol tersebut dengan menitikberatkan pada aspek teknis pertahanan. Kroos menilai bahwa kegagalan Barcelona menjaga kedalaman area belakang menjadi faktor utama yang membuat mereka sulit bersaing memperebutkan trofi bergengsi tersebut jika tidak segera melakukan perubahan mendasar.

Kroos memulai pembahasannya dengan menanggapi pertanyaan mengenai tim mana yang ia pilih untuk melaju ke babak selanjutnya. Mengingat sejarah sepuluh tahun masa baktinya bersama Los Blancos, ia mengakui tidak memiliki keinginan untuk melihat salah satu dari kedua rivalnya tersebut meraih kesuksesan di kancah Eropa.

Kritik Tajam Terhadap Pertahanan Barcelona

Kroos menyoroti bahwa Barcelona sebenarnya merupakan tim yang lebih baik secara kolektif, namun situasi berubah drastis akibat kesalahan-kesalahan di lini belakang. Ia merujuk pada insiden kartu merah yang seringkali bermula dari upaya pemain bertahan untuk menutupi ruang kosong dalam situasi satu lawan satu dengan penjaga gawang.

Analisis tersebut berlanjut pada pengamatan Kroos mengenai pola pertahanan Barcelona yang sering meninggalkan celah luas di belakang. Menurutnya, masalah ini bukan pertama kalinya terjadi karena tim asuhan Xavi Hernandez itu pernah mengalami situasi serupa saat menghadapi Inter Milan pada musim sebelumnya.

“Ketika Anda bertahan dengan cara seperti itu dan meninggalkan begitu banyak ruang di belakang, hal-hal ini bisa terjadi, termasuk pengusiran pemain untuk menghindari situasi satu lawan satu dengan kiper. Pertahanan Barça sangat terekspos. Tahun lalu hal itu terjadi pada mereka saat melawan Inter dan tahun ini dengan Atleti. Seperti yang sudah saya katakan, jika mereka tidak mengubah cara bermain seperti itu, mereka tidak akan memenangkan Liga Champions,” ujar Toni Kroos melalui kanal YouTube miliknya, Luppen TV.

Prediksi Peluang Juara Atlético Madrid

Selain mengomentari Barcelona, Kroos juga memberikan pandangan pribadinya mengenai nasib Atlético Madrid di sisa kompetisi Liga Champions. Meski Los Rojiblancos berhasil mengungguli Barcelona dalam babak gugur tersebut, ia tetap meragukan kapasitas tim asuhan Diego Simeone untuk keluar sebagai juara di akhir turnamen.

Ia menegaskan bahwa terdapat tim-tim lain dalam kompetisi yang memiliki kualitas permainan lebih unggul dibandingkan klub asal ibu kota Spanyol tersebut. Kroos beranggapan bahwa strategi bertahan yang solid saja tidak akan cukup untuk membawa Atlético Madrid mengangkat trofi di tengah persaingan tim-tim elit Eropa lainnya.

“Ini hanyalah pendapat pribadi, tetapi saya yakin Atlético Madrid tidak akan memenangkan Liga Champions. Ada tim di kompetisi ini yang bermain lebih baik daripada mereka,” tutur Toni Kroos.

Terkait keberpihakannya dalam rivalitas, Kroos secara terbuka menyatakan bahwa preferensinya tetap didasarkan pada rasa cintanya terhadap Real Madrid. Meskipun lebih memilih Atlético yang melaju karena menganggap mereka memiliki peluang juara yang lebih kecil di masa depan, ia tetap berharap kedua rivalnya tersebut tidak mencapai tangga juara.

“Bukankah keduanya bisa kalah? Selama 10 tahun saya berada di Madrid, saya tidak ingin keduanya menang, tetapi jika saya harus memilih satu, lebih baik dengan Atleti, karena tahun depan mereka tidak akan memiliki peluang yang sama untuk menang. Saya tidak membenci salah satu pun dari mereka, tetapi karena kecintaan saya pada Madrid, saya lebih suka mereka tidak menang,” tutupnya.