Ihram.co.id — Jakarta Electric PLN Mobile menjadi tim terakhir yang memastikan diri melaju ke babak final four Proliga 2026 sektor putri. Tiket tersebut diraih secara dramatis melalui kemenangan pada pertandingan pamungkas putaran kedua melawan Jakarta Livin Mandiri, akhir pekan lalu. Bersama Gresik Phonska Plus, Jakarta Pertamina Enduro, dan Jakarta Popsivo Polwan, Jakarta Electric PLN akan melanjutkan perjuangan menuju grand final.
Meskipun berhasil lolos, asisten pelatih Jakarta Electric PLN, Alim Suseno, menyadari bahwa timnya perlu menampilkan performa yang lebih baik di babak final four. Persaingan diprediksi akan semakin sengit, sehingga segala kekurangan yang terlihat selama babak reguler harus segera dibenahi demi permainan yang lebih matang.
“Para pemain tampil luar biasa. Mereka memberi pembuktian dan terlihat ada hasrat untuk meraih kemenangan. Tapi tentu kami harus mempersiapkan diri setelah ini menghadapi final four. Persaingan di final four bakal sangat ketat karena semua tim pasti melakukan perubahan,” ujar Alim Suseno, mengutip dari Skor.id. Ia menambahkan, “Secara keseluruhan, kami cukup puas (dengan performa) di babak reguler, namun harus mempersiapkan diri lagi dengan lebih matang menatap final four Proliga 2026.”
Performa Inkonsisten di Babak Reguler
Rapor penampilan Jakarta Electric PLN Mobile selama babak reguler memang belum sepenuhnya menunjukkan performa terbaik. Dari dua belas pertandingan yang telah dilakoni, tim ini tercatat mengalami lima kekalahan, hampir separuh dari total pertandingan. Situasi ini menjadi catatan penting mengingat ketatnya persaingan di fase gugur.
Lebih mengkhawatirkan lagi, empat dari lima kekalahan tersebut terjadi saat menghadapi dua tim kuat, yaitu Gresik Phonska Plus Indonesia dan Jakarta Pertamina Enduro. Hal ini mengindikasikan bahwa Agustin Wulandhari dan kawan-kawan belum mampu menemukan formula kemenangan melawan kedua rival tersebut. Ketergantungan pada performa individu atau kurangnya strategi yang efektif saat menghadapi tim-tim papan atas ini perlu segera diatasi.
“Apresiasi kepada rekan-rekan saya yang bermain luar biasa hari ini. Apa yang menjadi kekurangan kami selama ini bisa teratasi. Tapi tentu kami berharap setelah ini bisa menjadi lebih baik lagi, utamanya di final four,” kata sang kapten tim setelah kemenangan krusial melawan Jakarta Livin Mandiri. Pernyataan ini mencerminkan kesadaran tim akan tantangan yang ada di depan.
Jadwal dan Format Final Four Proliga 2026
Babak final four Proliga 2026 dijadwalkan akan bergulir mulai 3 hingga 19 April 2026. Kompetisi ini akan digelar di tiga kota berbeda, dimulai dari Surabaya pada 3-5 April, dilanjutkan ke Semarang pada 10-12 April, dan ditutup di Solo pada 17-19 April. Format final four menggunakan sistem kompetisi penuh (round robin), di mana setiap tim akan memainkan enam pertandingan. Dua tim teratas dari klasemen akhir final four akan berhak melaju ke grand final, sementara peringkat ketiga dan keempat akan bertanding memperebutkan posisi ketiga. Grand final sendiri akan diselenggarakan di Yogyakarta pada 24-26 April 2026 dengan format best of three.
Evaluasi dan Persiapan Menuju Fase Krusial
Masih ada waktu sekitar satu bulan sebelum babak final four Proliga 2026 dimulai. Jeda waktu ini menjadi krusial bagi setiap tim, termasuk Jakarta Electric PLN Mobile, untuk melakukan evaluasi mendalam dan melakukan pembenahan. Pertandingan-pertandingan di babak reguler telah memberikan gambaran mengenai kekuatan dan kelemahan tim, baik secara individu maupun kolektif.
Pertemuan melawan Gresik Phonska Plus dan Jakarta Pertamina Enduro di babak final four akan menjadi ujian sesungguhnya. Kemampuan Jakarta Electric PLN untuk menemukan solusi atas kekalahan-kekalahan sebelumnya, memperbaiki konsistensi permainan, serta meningkatkan efektivitas dalam menghadapi tim-tim kuat akan sangat menentukan nasib mereka di kompetisi ini. Menarik untuk dinantikan perubahan dan strategi apa yang akan dihadirkan oleh tim asuhan Chamnan Dokmai ini dalam menghadapi fase penentuan menuju gelar juara.
Ikuti Ihram.co.id
