— Bos tim Ducati di MotoGP, Davide Tardozzi, mengungkapkan bahwa Francesco Bagnaia telah menunjukkan perubahan yang signifikan dalam dirinya menjelang musim 2026. Tardozzi menilai sang juara dunia dua kali itu tampil berbeda, dengan mentalitas yang mengingatkannya pada performa terbaiknya di musim 2024.

Perubahan ini terjadi setelah Bagnaia melewati musim 2025 yang penuh tantangan. Ia kesulitan menemukan konsistensi performa dengan motor Desmosedici GP25, hanya mampu meraih dua kemenangan grand prix dan finis di peringkat kelima klasemen akhir.

Situasi ini berbanding terbalik dengan rekan setimnya, Marc Marquez, yang tampil dominan dengan motor yang sama dan berhasil meraih gelar juara dunia ketujuhnya. Tardozzi mengatakan bahwa Bagnaia yang ditemuinya setelah libur musim dingin menunjukkan mentalitas yang berbeda.

“Pada awal tahun, ketika dia kembali dari libur musim dingin, saya menemukan Pecco yang benar-benar berbeda, dengan mentalitas yang berbeda,” ujar Tardozzi, dilansir dari situs resmi MotoGP. “Mengingatkan pada versi 2024.”

Ia menambahkan bahwa Bagnaia, sebagai pembalap yang cerdas, telah banyak berdiskusi, khususnya dengan kepala teknisi Gigi Dall’Igna. “Saya pikir sejak tes Valencia, dia sudah mendapatkan kembali sikap mental yang tepat,” tambah Tardozzi. Ducati merasa senang karena mengetahui bahwa mereka memiliki Bagnaia yang sangat kompetitif untuk musim mendatang.

Perubahan Pendekatan dan Sikap Bagnaia

Salah satu keluhan utama Bagnaia pada musim 2025 adalah kurangnya rasa percaya diri pada bagian depan motor GP25. Namun, masalah ini mulai menunjukkan perbaikan saat ia mencoba versi awal dari GP26 dalam tes di Valencia pada November 2025.

Umpan balik positif tersebut berlanjut pada tes pramusim di Sepang, di mana Bagnaia menunjukkan performa menjanjikan, termasuk melalui simulasi sprint yang cukup kompetitif. Tardozzi meyakini bahwa Bagnaia yang baru akan menjadi rival yang sangat sulit dikalahkan di balapan-balapan mendatang.

“Jadi, saya pikir Pecco akan menjadi rival yang sangat sulit dikalahkan pada balapan-balapan mendatang,” ucapnya. Ia menilai Bagnaia telah mendapatkan kembali sikap mental yang tepat, yang mengingatkannya pada performa gemilang di musim 2024.

Sinyal Menjanjikan di Tengah Ketidakpastian Masa Depan

Meskipun menunjukkan sinyal positif dan kondisi yang dinilai lebih kuat dibanding tahun lalu, masa depan Bagnaia bersama Ducati justru diselimuti tanda tanya.

Tim pabrikan dikabarkan sedang mempersiapkan duet Marc Marquez dan Pedro Acosta untuk musim 2027, yang memunculkan spekulasi bahwa Bagnaia berpotensi mencari tim lain. Rumor terkuat menyebutkan ia bisa bergabung dengan Aprilia Racing pada musim depan.

Namun, Tardozzi tetap optimistis terhadap kemampuan Bagnaia. Ia menegaskan bahwa Bagnaia yang kembali dengan mentalitas baru akan menjadi ancaman serius bagi Marc Marquez di MotoGP 2026.

“Dengan kombinasi pengalaman, kecerdasan balap, dan motivasi yang meningkat, Bagnaia diyakini bisa kembali menantang dominasi Marquez dan menghadirkan persaingan menarik bagi penggemar MotoGP,” tulis salah satu laporan.

Legenda MotoGP, Jorge Lorenzo, juga memberikan dukungan penuh kepada Bagnaia. Lorenzo menilai Bagnaia masih merupakan juara dunia yang super cepat dan berbakat, namun performanya di musim 2025 tidak mencerminkan kemampuannya.

“Hasilnya yang buruk tidak mencerminkan apa yang dia mampu, dan saya pikir ketika dia merasa lebih nyaman dengan motor, dia akan menunjukkan bahwa dia adalah pesaing gelar,” ujar Lorenzo.

Ia menambahkan bahwa detail kecil sangat penting dalam kompetisi level ini, merujuk pada masalah rasa percaya diri Bagnaia di bagian depan motor yang sempat menjadi kendala.

Perbandingan Performa Musim 2025 dan Harapan 2026

Pada musim 2025, Bagnaia hanya mencatatkan dua kemenangan dan 8 podium secara keseluruhan, dengan total 288 poin. Pencapaian ini jauh tertinggal dibandingkan Marc Marquez yang meraih 11 kemenangan grand prix dan gelar juara dunia ketujuhnya dengan motor yang sama.

Situasi ini berbeda drastis dengan musim sebelumnya, di mana Bagnaia berhasil meraih 11 kemenangan grand prix.

Kendati demikian, tes pramusim di Sepang memberikan harapan baru. Bagnaia menempati posisi keenam secara keseluruhan, dengan catatan waktu terbaik satu menit 56,929 detik. Meskipun berjarak sekitar 0,5 detik dari Alex Marquez yang mencatat waktu terbaik, performanya dinilai menjanjikan.

Ducati berharap kombinasi pengembangan motor GP26 dan perubahan mental Bagnaia akan membuatnya kembali menjadi penantang serius di MotoGP 2026.